Showing posts with label parenting. Show all posts
Showing posts with label parenting. Show all posts

Thursday, 25 June 2015

Kasih Ibu


Pasti rata-rata orang di Indonesia familiar sama lagu ini

Kasih Ibu kepada Beta
Tak terhingga sepanjang masa
Slalu memberi tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia

Tapi apa iya kasih Ibu tak harap kembali?
Kalau tak harap kembali,
kok banyak ibu2 yang sakit hati saat tua nanti anaknya masukin panti jompo?
kok banyak ibu2 yang sakit hati kalau gak ditengokin sama anaknya? 
kok banyak ibu2 yang sakit hati anaknya lebih banyak spend time sama pacar/istrinya?
yang berujung ngerecokin kehidupan rumah tangga anaknya, cekcok sama menantunya, dll...

Pastinya setiap orang tua punya pengharapan anak kita nanti besarnya jadi anak yang berbakti kepada orang tua. Dan tentunya itu baik, karena di Alkitab tertulis "Hormatilah ayah ibumu supaya lanjut umurmu" (Kel 20:12). Tapi motivasinya itu, apakah iya supaya anak hidupnya diberkati Tuhan? Atau karena merasa memang sudah sewajarnya karena orang tua sudah merawat dan membesarkan anak? alias "mengharap kembali"..

Aku gak tahu apakah kalau sudah tua nanti bisa ikhlas aja kalau hal2 itu terjadi sama aku..
Lebih2 ke Daniel ya sebagai anak cowok..
Pastinya sebagai manusia ada rasa cemburu kalau anak laki-laki kita lebih memilih bersama wanita lain, terus mungkin juga ada persaingan ke menantu, mungkin merasa menantunya gak becus urusin anak kita dll.. (ya ampun panjang banget mikirnya hehehe)

Tapi memang sudah begitu adanya.. karena "Laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya sehingga keduanya menjadi 1 daging" (Ef 5:31)
Sudah kodratnya anak2 akan meninggalkan ayah dan ibunya untuk berumah tangga..
Dan sebagai ibu gak boleh mencampuri rumah tangga anak2..
Secara banyak rumah tangga yang hancur karena campur tangan dari mertua2 hehehe
Yang kita bisa adalah mendidik mereka supaya jadi anak2 yang baik semampu kita..
Kalau memang nanti besarnya tidak seperti yang kita bayangkan ya kita harus ikhlas..
Karena balik lagi, "jangan berharap pada manusia (Yes 2:22)" karena manusia itu tak sempurna

#ngomong sih gampang prakteknya gak tau#
#mikir kejauhan#
#anak belum 2 tahun juga#


Wednesday, 10 June 2015

Perlombaan antara kelinci dan kura-kura

Aku beberapa kali suka cerita sama anak-anak mengenai kisah perlombaan antara kelinci (atau kancil) dan kura-kura. Buat yang belum tahu ini adalah dongeng bahwa suatu hari kelinci dan kura-kura lomba lari. Tentunya diatas kertas kelinci pasti menang, dan si kelinci tahu akan hal itu sehingga dia jadi sombong. Di tengah jalan kelinci mutusin untuk istirahat sebentar, karena pikirnya toh kura-kura juga masih jauh. Eh ternyata dia ketiduran karena tertiup angin sepoi2, dan kura-kura berhasil memenangkan perlombaan.

Moral of the story:
1. Jangan sombong kalau sudah didepan, berbakat, dll..
2. Jangan menyerah dan tetap tekun walau kelihatannya tidak mungkin.

Seperti yang aku pernah bahas di sini soal bakat vs ketekunan, kalau dipikir2 mungkin aku seringnya seperti kelinci ini.. Aku ini startnya oke tapi habis gitu bosan dan malas, kelewat santai dan akhirnya jadi orang biasa-biasa aja.. mediocre.

Main musik misalnya, dulu guru musik-ku selalu bilang kalau aku ini berbakat.. yang mana aku sendiri gak terlalu yakin dan saat itu aku males banget latihan..
Beberapa kali les terus berhenti, pertama les KMA (kursus musik anak), berhenti karena waktu itu jam-nya sore2 dekat2 waktu tidur siang, jadi aku males bangunnya..
Terus les KENAK (mungkin sekaranng seperti JXC di Yamaha ya) cuman sampe step 5 berhenti gara-gara liburan sekolah ke tempat saudara di jawa, terus balik- balik males..
Abis gitu les privat tapi lebih ke lagu2 rohani.. berhenti karena apa ya, lupa juga..
Walaupun sekarang mungkin orang yang gak bisa musik lihat aku lumayan bisa main musik di gereja, tapi sesungguhnya aku ini cuman pemusik mediocre aja... yang lebih bagus buanyakkkk...... Mana gak pernah latian jadi jarinya kaku semua, terus baca/tulis not balok juga bisa dibilang gak bisa deh (cuma ngandelin feeling aja)..
Maksudnya mungkin kalau aku tekun latihan i could be someone..

Aku ingat dulu kami les privat bareng aku, kakakku dan temanku..
Nah temanku ini baru mulai belajar musik SMP, jadi waktu itu aku lebih jago lah dari dia (hahaha sombong).. tapi dia itu tekun banget... dan sekarang aku mah gak ada apa2nya dibanding dia.. jari2nya udah kayak menari2 di piano..

Ini berlaku di banyak hal, gak hanya musik..
Di sekolah juga, aku bukannya gak belajar tapi yah gak maksimal aja.. sampai pas SMA mulai konsentrasi berkurang jadi makin turun nilainya..
Mungkin kalau dibilang ancur juga gak, tapi aku gak pernah jadi yang the best..

Although i don't mind juga sih gak jadi yang the best (ini kok galau amat yah).. maksudnya i actually enjoy my life as it is now.. apa mungkin karena sifatku yang gak banyak kepinginnya ya? Trus dengan demikian aku juga realize kalau everthing that i have achieved now is not because of my hard work alone, but because of God's grace.

Walaupun begitu Tuhan beri kita talenta untuk dikembangkan kan.. jadi harus balance antara bergantung sama Tuhan dan juga mengusahakan apa yang kita punya (ini kok bikin postingan gak jelas maunya apa)..

Well, aku cuma gak pingin Faith dan Daniel menyesal saat besar nanti..
Mikirin what if my parents lebih maksain aku untuk ini itu, lebih disiplin.. dll..
Kemarin itu Faith sempat beberapa kali gak mau les balet, padahal pas awal2 dia sendiri yang minta les... sepertinya dia kurang suka les balet karena gurunya suka ganti karena berhalangan ada pentas atau apa gitu, tapi aku tetap berusaha bujukin dia... karena aku lihat dia cukup berbakat.., maksudnya bisa ngikutin gurunya dan bisa konsentrasi...
Menurutku at least dia harus benar2 stabil saat dia bilang gak mau lagi les balet..

Dan aku gak pingin jadi mediocre mom... i want to give the best that i have..
I may not be the best in other things, but i want to be the best mom that my kids ever have.
Cuman nyatanya susah ya untuk jadi konsistennn...
Beberapa saat aku getol bikin2 activity sama anak2.. terus bikin2 bento... tapi akhir2 ini males banget, rasanya pulang kerja maunya selonjoran aja.. apalagi kadang udah bikin2 tapi mereka cuek aja.. kan rasanya gimana gitu..

Kayanya aku harus bergaul sama ibu2 yang ambi nih.. biar ketularan hehehe...

I hope Faith and Daniel can be an expert in something when they grow up. 

Tuesday, 28 April 2015

Sorry seems to be the hardest word

image dari sini

Bukan, ini bukan membahas lirik lagu..
Tapi mau bahas perkembangan Faith
Dari three magic words yang aku ajarin ke Faith, rasanya sorry adalah kata yang paling susah dia ucapkan..

Mungkin karena saat bilang thank you, dia sedang merasa senang karena baru diberi sesuatu
Mungkin karena saat bilang please, dia punya pengharapan akan diberi sesuatu
Tapi saat harus bilang sorry 
Mungkin dia gak merasa salah
Mungkin dia merasa malu untuk mengakui kesalahannya
Mungkin dia takut sama orang yang dia mau minta maaf

It's ok, it's a learning process ya Faith. 
Kadang orang dewasa juga susah bilang sorry
Karena dia gengsi, arogan, tidak menghargai orang yang dimintakan maafnya 

Memang terkadang orang bilang yang penting sikapnya udah menunjukan penyesalan
Tapi menurutku kata sorry/maaf itu penting...

Yang lebih parah banyak orang dewasa yang sudah tau salah tapi gak mau ngaku..
Terus menggunakan berbagai macam alasan
Kadang malah menyalahkan orang yang lain lagi :)

Thursday, 16 April 2015

Book Sabtu Bersama Bapak

sumber: www.suamigila.com
Pengarang: Adhitya Mulya
Penerbit: Gagas Media
Isi: 277 halaman

Aku tertarik baca ini pas lagi iseng2 baca di hp (lupa apps apa, kayanya salah satu apps bawaan dari samsung) terus ada sample e-booknya.. baca2 dan langsung tertarik..

Buku ini mengisahkan soal Pak Gunawan yang divonis kanker dan hanya punya waktu 1 tahun saja. Dalam waktu yang sangat singkat itu beliau berusaha untuk mempersiapkan kedua anak lelakinya dan isterinya sepeninggalannya.

Beliau merekam video berisi pesan2 yang akhirnya diputar oleh anak-anaknya setiap Sabtu.
Lalu ceritanya berpusat pada kehidupan anak-anaknya setelah mereka dewasa, Satya anak sulungnya berumur 33 tahun (kalo gak salah) dan Cakra anak bungsunya berumur 30 tahun.

Buku ini gak bosenin sama sekali karena ditulis dengan gaya bahasa yang ringan, diselipkan beberapa foot note dan banyolan yang lucu... dan buku ini banyak banget berisi petuah2 seorang ayah, mostly untuk anak laki2nya.. yang pas bacanya aku manggut2 setuju dan pingin ajarin juga ke anak-anakku.
Dan juga pengen sodorin ke Toma hihihi..

Beberapa nasihat di buku ini yang mengena di aku..  (sebenarnya pengen summary semua, tapi jadi spoiler yah..)

Soal harga diri
" Harga diri kita tidak datang dari barang yang kita pakai. tidak datang dari barang yang kita punya, Harga diri kita datang dari akhlak kita. Anak yang jujur, anak yang baik, anak yang berani bilang "maaf" ketika salah, anak yang berguna bagi dirinya dan orang lain."

Soal meminta maaf
"Meminta maaf ketika salah adalah wujud dari banyak hal
Wujud dari sadar bahwa seorang cukup mawas diri bahwa dia salah
Wujud dari kemenangan melawan arogansi
Wujud dari penghargaan dia kepada orang yang dimintakan maaf
Tidak meminta maaf membuat seseorang terlihat bodoh dan arogan"

Soal menjadi suami
Suami harus siap lahir dan batin.. , harus punya rencana, siap melindungi (punya rumah sendiri), siap menafkahi (punya penghasilan yang bisa mencukupi istri)
Tidak menyembunyikan nafkahnya kepada istri
Tidak melihat istri sebagai objek (saat penampilan istri sudah tidak menarik lantas mencari istri lain)
Appreciate apa yang istri sudah usahakan (masakan kurang enak dikit jangan protes, tapi ditelen aja hihihi...) --> ini harus dihighlight ke Toma :) tapi kalo kata Toma, kan kasih kritik membangun supaya makin lama makin pinter masaknya... (mm bener juga, mungkin dari cara penyampaian kali ya)

Soal menjadi orang tua
“Waktu dulu kita jadi anak, kita enggak nyusahin orangtua. Nanti kita sudah tua, kita gak nyusahin anak.”
Seringkali orang tua gak memikirkan masa pensiunnya, jadi pas udah tua nanti anak2nya yang harus menafkahi dan membiayai pengobatan dll.., memang itu wajar, sebagai bentuk balas budi, tapi aku setuju banget sama prinsip gak nyusahin anak.. sebisa mungkin kita juga menyiapkan masa pensiun kita sendiri..  

Dll dll..

Aku merasa buku ini sangat personal buat mas Adhit (sok akrab hehe), karena dia juga punya 2 anak laki-laki.. pastinya dia udah memikirkan banget2 apa aja yang dia mau ajarin ke 2 anaknya tersebut..
Kalo dia bener2 do what he says in the book, he's such a gentleman.. beruntunglah teh Ninit (kembali sok ikrib) dan anak2nya hihihi...

Baca sendiri deh bukunya, bagusss... :)

Ada rekomendasi buku bagus lainnya? 

Tanggung jawab yang besar: take a step of faith

Aku terkesan sekali sama daily hope dari Rick Warren hari ini.
If you wait for perfect conditions, you will never get anything done.” (Ecclesiastes 11:4 TLB).

Ps. Rick mengutip temannya Mark Burnett tentang philosopy “jump in” which says that those who need to know with 100 percent certainty before going forward won’t do anything. You won’t get married, and you certainly won’t change jobs or start a business. I think it’s OK to be 30, 40, or 50 percent sure and figure out the rest of it. The philosophy of ‘jump in’ means that even if you’re not sure you can swim, swim anyway.”

Ps Rick juga menambahkan katanya it’s like parenting, nobody knows how to be a parent! You just have babies, and then you figure it out as you go.

Aku jadi teringat saat menikah dulu, pasti orang-orang mendoakan semoga cepat dapat momongan. Yang mana aku bales dengan gelengan keapala, nanti dulu ah… Karena aku takut banget punya anak.

Bukan, bukan takut melahirkannya yang katanya sakit itu..

Bukan, bukan juga takut bentuk badan akan berubah…

Tapi aku takut menerima tanggung jawab yang besar banget…  Karena dengan menjadi orang tua kita bertanggung jawab atas hidup seorang manusia, masa depannya, apakah dia bisa diterima di mata Tuhan dan manusia..

Kalau melihat kasus2 yang terjadi jaman sekarang, entah wanita PSK atau transgender atau pembunuh atau apapun, dengan mudah orang-orang mengecam mereka, tapi aku kok jadi iba ya sama mereka dan ingin tahu bagaimana masa kecilnya, bagaimana hubungan dengan orang tuanya, dll
Karena aku yakin banget gak ada bayi yang dilahirkan tiba-tiba jahat, tiba-tiba tidak bermoral, tiba-tiba ingin merubah kelamin… ya gak sih? Pasti ada kejadian-kejadian masa kecilnya yang buat dia begitu. Dan pastinya orang tua mempunyai peranan yang besar dalam hidupnya. Memang pergaulan juga bisa mempengaruhi, tapi kalau orang tuanya memberikan base yang kuat saat anak masih kecil dan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan anak lingkungan untuk tumbuh kembang dan pergaulan yang baik, tentunya pengaruh pergaulan bisa lebih diminimalkan bukan?

Mungkin Tuhan tahu ketakutan aku, makanya butuh 4 tahun baru aku hamil Faith J

Sampai sekarang aku juga gak tau bagaimana masa depan anak-anak nanti, ketakutan-ketakutan tentunya masih ada, tapi yah seperti kata Ps. Rick: But when you step out in faith, trusting in God and pursuing His work for you, He promises you this in Proverbs 16:3: “Commit your work to the Lord, then it will succeed.”


Mari para orang tua rajin berdoa dan berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya J

Thursday, 18 September 2014

Sedikit curhat

Disclaimer mungkin postingan ini bakalan ngalor ngidul ga keruan.. hehe..

Kemarin malem baca postingan ini : Motherhood Monday: Justine Tedjasukmana“Being Stay at Home Mom is Not A Sacrifice, It’s A Privilege!” jadi berpikir lagi untuk kesekian kalinya how I envy the stay at home mom.

Nah, kalo lo mau kan juga bisa Bon?
Mungkin aku masih belom punya nyali buat mengambil keputusan itu.
Banyak pertimbangan yang belom bisa aku selesaikan..
So I am doing the best I can right now.

Mungkin for some people..terlalu lebay...
Setiap hari aku mikirin gimana masa depan anak2.
Apakah aku bisa mendidik mereka dengan baik?
Apa aku udah masukin ke sekolah yang tepat?
Apa aku udah kasih cukup waktu buat mereka?
Sampai diusahakan pagi2 mau anter sekolah sebelum kerja, kalau malem pasti main dan tidurin mereka sendiri, even kalo Toma lagi keluar kota, sendirian, kalau weekend pergi2 gak ajak suster, mau pergi2 tanpa ngajak anak merasa bersalah.. , baca buku parenting ini itu.., browsing ini itu.. dll..
Mungkin ini belum seberapa dibanding pengorbanan ibu2 lain.. tapi ya I'm doing the best I can..

Kemarin ngotot mau anterin Faith pergi field trip sampai nyokap bilang kamu takut ya kalo anak2 dekat sama mama?
Doeng.. comment nyokap tentu aja bikin aku berpikir... memangnya segitu lebay-nya ya  aku?
aku senang kok kalo anak2 dekat sama oma-nya.. aku cuman banyakin waktu ketemu Faith aja...

Most of the time anak2 mau sama aku..
Tapi mungkin kemarin Toma sempat ke luar kota 3 minggu, anak2 kangen...
Kemarin aku udah mikirin mau bikin game buat Faith..
Eh pas sampe dirumah dia bilang mau mainnya sama papa aja.. sebel juga rasanya.. dia enak2an aja, tapi anak2 mau sama dia ... hehehe

Aku suka sama yang Justine bilang, jadi ibu ideal itu adalah ibu yang ikhlas, ikhlas aja kalo udah cape2 ternyata anaknya mau sama papanya atau oma-nya atau susternya.
Ikhlas melakukan semua dirty works: mandiin, nyuapin, lap ompol, bersiin pup, muntah dll..
Ikhlas bangun malam-malam untuk nyusuin
Ikhlas bangun pagi-pagi padahal malamnya bergadang..
Ikhlas gak menuntut balasan..

Seperti yang Justine bilang: janji saya sih kalau anak-anak sudah besar, nggak mau sampai keceplosan nuntut, “Dulu kan mommy sudah begini-begini untuk kamu, sekarang kamu harus begini dong... "
Ini bener banget.. , aku juga berjanji gak mau ngomong begini..
Karena anak kan tidak minta dilahirkan...
Dan memang tugas kita sebagai ibu untuk repot.
Kalau gak mau repot ya gak usah jadi ibu.

Soal masa depan, aku juga ga mau menuntut anak2 harus urus atau biayain kita..
Kita akan menabung sendiri untuk masa pensiun kita..
Yang penting mereka happy dan berhasil meraih cita2nya ..

Lalu soal iri sama stay at home mom?
Pas banget hari ini temen saya tulis status di fb (ini aku rangkai kembali, gak plek2 dari statusnya): jangan compare diri sendiri sama orang lain, karena setiap orang diciptakan unik oleh Tuhan. Lebih baik compare diri sendiri sekarang sama diri sendiri di masa lalu, apakah kita telah menjadi orang yang lebih baik.

So that's what I am going to do for now.
Sambil terus2an berdoa supaya Tuhan tunjukan jalan yang terbaikk...
Amin.



 

Thursday, 28 August 2014

Book: Ayah Edy Punya Cerita dan CD talkshow

Belakangan suka dengerin CD parenting rekaman talkshow Ayah Edy di Smart FM dan suka baca bukunya. Buku pertama yang aku baca uda aku rangkum disini

Nah di buku Ayah Edy Punya Cerita ini, Ayah Edy mengajak kita membuka pikiran kita tentang gaya pengasuhan dan pendidikan dengan kisah-kisah inspirasi.

Kenapa jaman kita selalu dibilang anak yang baik itu adalah anak yang nurut, anteng, kalau disekolah duduk tenang mendengarkan guru, sementara anak-anak yang gak bisa diem, suka membantah, dll dilabel anak nakal atau ADD (Attention Deficit Disorder), hiperactive, punya learning disability, dll?









Kenapa sekolah mengharuskan setiap anak pintar dalam semua bidang?
Ayah Edy menjelaskan dengan analogi sekolah hewan dimana setiap hewan harus bisa memanjat, berenang, terbang dll... Kebetulan aku nemu kartunnya seperti ini


Kenapa gaya mengajar sekolah rata-rata sama.. harus duduk diam, mendengarkan, bahkan cenderung menghafal.. padahal tiap anak punya gaya belajar yang berbeda-beda.
Ayah Edy menjelaskan tipe cara belajar anak dipengaruhi beberapa hal:
Panca Indera
1. Visual - menggunakan organ mata dalam proses belajar: diam, pakai buku, tidak bisa berisik, mata menatap
2. Auditori - suara, diskusi, mendengarkan
3. Kinestetik - dengan alat-alat tubuh (mulut bergerak, ngemil, gerakan bolpen diputar, dll)
4. Kombinasi

Dominan otaknya
1. Otak kiri: mudah patuh, teratur, terencana, rapih, cepat memahami konsep akademis (membaca, menulis)
2. Otak kanan: tidak gampang nurut, tidak gampang diatur, cara kerja otak random, moody, suka seni, visual, imajinasi, sambil bermain, tidak bisa duduk diam
3. Balance

Bawaan lahir beda
- Cheerful: suka bergaul, banyak bicara, people person, enjoy saja, santai
- Managerial: teratur, terencana, sedikit berbicara, terukur, keras, kekeuh, banyak berpikir..
- Melankolis: mengikuti arus (beliau gak terlalu menjelaskan)

Kenapa orang tua/guru yang memiliki anak atau siswa yang agak berbeda dari anak-anak lain, bukannya mendorong dan memotivasi mereka untuk bisa mencapai potensi terbaik yang dimilikinya, malah sering kali mematahkan semangatnya. Bahkan kita sering menganggap anak-anak yang berbeda sebagai anak bermasalah!
Ayah Edy menjelaskan hal ini dengan analogi seekor elang yang dibesarkan oleh seekor ayam. Dimana elang itu berbeda dengan anak-anak ayamnya, dan disuruh melakukan apa yang ayam lakukan yaitu mengais tanah mencari cacing, sementara elang ingin terbang diangkasa.

Kenapa banyak orang tua mendidik anak ala radio rusak?
Rata-rata jika memiliki radio rusak yang kadang bunyi atau tiba-tiba mati pasti akan memukul-mukul radio sampai bunyi kembali. Permasalahannya jika kita lakukan terus-menerus, apakah radio itu akan bertambah baik atau malah sebaliknya? Setelah radio itu mati baru dibawa ke tukang reparasi atau malah dibuang.
Nah analogi ini sama dengan cara sebagian besar orang mendidik anak.. Setelah anak tidak dapat diperbaiki lagi dikirimlah mereka ke tempat-tempat penampungan dan pembinaan remaja bermasalah atau bahkan LP.
Alasannya:
1. Kebanyakan orang tua tidak mengetahui mengapa anaknya berperilaku seperti itu
2. Orangtua ingin cara cepat dan mudah mengatasi perilaku anaknya yang aneh
3. Sebagian besar orang tua melakukannya karena dorongan rasa emosi dan amarah
4. Tidak banyak orangtua yang mau bersusah payah belajar menemukan masalah dan mendapatkan solusinya.

Kenapa sukses itu selalu identifikasi dengan banyak materi? sehingga banyak orangtua yang mengarahkan anak-anak ke profesi2 yang menurut mereka bergengsi, berlimpah materi seperti dokter, pengacara, dll..

Kenapa orang Indonesia berlomba2 meraih banyak gelar bukannya berlomba2 membangun negaranya?

Banyak sekali kisah-kisah inspiratif yang ditulis di buku ini seperti:
1. Thomas Alpha Edison penemu 1000 invention itu ternyata disekolahnya mendapatkan nilai yang buruk, jadi akhirnya dia homeschooling sama ibunya..
2. Albert Einstein tidak punya ijazah smp, sma karena dia hanya berpresetasi pada bidang yang iya senang saja.
3. Bill Gates drop out dari Harvard
4. Dan masih banyak lagi yang kayanya mending baca bukunya deh hehehe..

Intinya Ayah Edy berkata kalau semua anak dilahirkan jenius pada bidangnya... jadi bukan hanya yang pintar matematika, fisika, yang jenius... tapi semua orang, kalau tidak kita menghina ciptaan Tuhan :)
Tugas orang tua dan pendidik adalah menemukan bakat anak dan mengarahkan anak itu sehingga dia menjadi expert dalam bidangnya... tentunya kalau dia adalah expert, materi akan datang dengan sendirinya.

Buku ini membuka pikiran banget, dan aku rekomen para orang tua dan guru untuk baca.

Beberapa kisah ada di web ayah edy: ayahkita.com
Terus kalau mau bergabung di FB-nya: Komunitas Ayah Edy

Tuesday, 19 August 2014

Tips menghadapi persaingan antara anak dan adik barunya dari Nanny 911

Kalau baca posting yang ini, diingat2 masa Daniel baru lahir itu masa2 yang sulit buat Faith..
Mungkin aku kurang siapin Faith dari hamil ya..
Baru2 ini baca Nanny 911 dan mau sharing aja tips2nya siapa tau ada yang butuh dan juga sebagai pengingat untuk aku sendiri.

Kata Nanny 911: 
Bayangkan suami anda masuk rumah dan mengumumkan kalau dia pulang membawa istri baru dan dia hanya tau kalau anda berdua akan menjadi teman baik selamanya. Itulah yang dirasakan oleh anak-anak terhadap adik barunya. 
--> ya ampun.. gak enak banget yah perasaan Faith waktu itu?

Jangan katakan kepada bocah 2 tahun ketika anda baru hamil enam bulan.
Ceritakan kepada anak dari dini.
Kami (Nanny911) suka membuat big sister/brother t-shirts dan mendekornya
Kami juga membuat kalendar besar sebelum tanggal kelahiran dan menandai hari2 yang berlalu
Beri anak-anak yang lebih tua hadiah kecil ketika acara selamatan bayi.

Ketika adiknya lahir, bawa saudaranya ke RS dan katakan "adik bayi membawakan hadiah untuk kamu," dan belikan sesuatu yang anak itu inginkan.

Ketika bayinya pulang, tetap berpegang pada rutinitas anda.
Anda masih bisa membacakan buku kepada balita anda sembari memberi ASI kepada bayi anda.
--> menurut aku ini perlu banget bantuan dari orang lain untuk bantu mengurus adiknya sementara kita fokus sama kakaknya..
Tidak ada anak yang mau merasa kalau bayi baru telah mengambil alih tempatnya didalam rumah dan juga kasih sayang dari ayah dan ibu.

Anak yang lebih tua diajak membantu mengurusi bayi
Anda tidak perlu terus-menerus berkata "ssh, adik bayi sedang tidur"
--> ini kita banget nih hiks2
Beri mereka kepastian akan kasih sayang anda seperti biasa atau lebih, karena dia menjadi kakak yang begitu baik dan sayang kepada adiknya.

Konsep saudara seumur hidup adalah kunci mengurangi sifat kompetisi dan kecemburuan ketika anak-anak semakin besar.

Jangan membanding-bandingkan anak-anak!!
Fokus kepada siapa anak anda, kekuatan unik yang dia miliki dan apa yang mampu dia lakukan dengan baik. Bukannya membandingkan anak-anak dengan berkata "kakak kamu dulu seperti itu, jadi kamu sekarang juga harus."
Dorongan positif seperti "Kakakmu mungkin pintar matematika, tetapi kami pintar mengeja," akan jauh lebih bermanfaat daripada "kenapa sih kamu tidak bisa dapat A untuk matematika seperti kakakmu?"

Perjelas ekspektasi dan jadikan hal itu realistis dan konsisten untuk semua anak.
Masalah seringkali meningkat ketika ortu membiarkan anak-anak yang lebih muda bertingkah laku buruk dan memarahi yang lebih tua. Anda harus adil dengan disiplin anda dan memberi konsekuensi pada yang bersalah.

Masalah pilih kasih
Sudah sifat manusia memfavoritkan anak yang paling mirip dengan anda, atau yang lebih imut atau lebih pintar daripada anak anak anda yang lain.
Orang tua akan sulit mengaku kalau mereka punya anak kesayangan.
Biasanya nanny akan berkata orang tua bukannya mencintai satu anak lebih dari anak yang lain, tetapi mereka mencintai anak dengan cara yang berbeda. Kamu akan selalu menjadi kesayangan seseorang"

Semua keluarga perlu menyisihkan waktu khusus untuk setiap anak.
Sesekali memberikan perhatian berlebih kepada seorang anak yang benar-benar membutuhkannya bukan pilih kasih. Tindakan itu memberi ketenangan pada anak - dan hal itu adalah pengasuhan anak yang baik.

Keluarga yang mendukung kerja tim dan ide saudara seumur hidup anak mampu membesarkan anak-anak yang bisa akrab dengan siapa saja, bukan hanya anggota keluarga mereka. Mereka adalah anak-anak yang di pesta ulang tahunnya bisa membuka hadiah dan berkata, "Lihat, kita semua bisa bermain bersama."
--> amin semoga Faith dan Daniel bisa jadi anak seperti itu ya..  

Monday, 21 April 2014

Book: Nanny 911 (part 2)

Semakin dibaca aku merasa buku ini bagus banget, karena dikasih contoh2 dari kehidupan sehari2.
Mungkin para nanny ini udah punya banyak pengalaman jadi mereka bener2 tau gimana mengasuh anak.

Tag line mereka adalah anak nakal tidak dilahirkan tapi diciptakan

Bagian 1: Komunikasi
Orang tua bekerja sebagai satu tim

Gaya pengasuhan yang tidak efektif:

  1. Orang tua yang marah/frustasi - perlu time out diri sendiri untuk mengendalikan amarah
  2. Orang tua yang sering menghindar (pulang lebih malam dari kantor, menyerahkan pengasuhan anak pada orang lain) - jangan menghindar!
  3. Orang tua yang kehabisan akal - jangan pernah melengserkan tanggung jawab peran sebagai orangtua, bekerja sama dengan pasangan 
  4. Orangtua yang berantakan / tidak punya rutinitas - mulai rapikan!
  5. Orangtua yang mencari-cari alasan - berhenti mencari alasan!
  6. Orangtua yang suaranya keras - berhenti berteriak
  7. Orangtua yang suka mendesak/terlalu kritis - berhenti cerewet
  8. Orangtua yang meremehkan pasangannya atau kemampuan anak. - berhenti meremehkan
Nanny ini menulis dengan contoh2, jadi kalau dibaca sekilas biasa aja, tapi pas dibaca contohnya baru ngeh, oh iya itu gua banget... aku berasa kadang aku ortu no1,2,3,4

Kalau berantem jangan pernah diskusikan dihadapan anak-anak!

Ortu harus menjadi satu tim, sisihkan waktu berdua setiap minggu.
Disitu ditulis: alasan yang paling sering kami dengar adalah kedua orang tuanya bekerja, mereka merasa bersalah jika pergi berdua karena mereka tidak menghabiskan waktu bersama anak2 selama weekdays -> ini aku banget!
Tetapi anda tidak perlu merasa bersalah karena anda berusaha mendapatkan hub yang sehat sebagai suami istri.
Ingat: suami istri yang tidak bahagia tidak akan bisa membesarkan anak yang bahagia.

Q: masalah terbesar apa yang kami temukan di Nanny 911?
A: komunikasi. kalau anda bisa berkomunikasi, masalah apapun dapat diselesaikan

Teknik dasar untuk berbicara pada anak

  1. Turunkan tubuh anda setinggi anak 
  2. Tatap matanya
  3. Jika si anak sangat marah, usap punggung atau perutnya. Usapan pengakuan. Kalau anak benar2 histeris, biarkan si anak tenang sebelum memulai percakapan
  4. Ubah nada suara anda. Berkatalah dengan suara yang tegas tetapi lembut
  5. Beri kata-kata kepada anak untuk membantu mengalirnya percakapan. (Coba ikuti ibu, kamu kelihatan kesal, coba kasih tau ibu/ayah apa yang membuatmu kesal, dll)
  6. Ulangi apa yang dikatakan oleh si anak - menunjukan kalau anda benar mendengarkan, dan memberi waktu untuk anda berpikir
  7. Jangan menyela
  8. Tetap tenang!
Saran2 komunikasi
Say I love you every day
Buktikan kalau anda mendengarkannya
Lower your expectation
Make them laugh, use humor
Bernegosiasi - tidak apa asalkan orangtua menang - hehe aku suka ini
Izinkan anak anda untuk marah - marah bukan hal yang terlarang
Jangan buat janji yang tidak bisa anda tepati
Jangan terlalu sering berkata "jangan"
Jangan berteriak
Jangan cerewet
Jangan remehkan anak anda
Jangan banding2in anak anda
Jangan mendisiplinkan anak ketika anda kesal

Lebih enak baca bukunya sih, karena banyak contoh2nya hehehe..

Tuesday, 15 April 2014

Book: Nanny 911

Pada suka nonton Nanny 911? Terus terang aku gak pernah nonton sih, cuman pernah liat sekilas aja.
Kemarin liat ada yang jual bukunya di TUM, coba2 aja beli.
Sekarang lagi dibaca dan belum selesai sih.. tapi mau tulis summary yang didepan buku ini yang menurut aku harusnya intisari dari buku ini.

11 Aturan Penting Nanny 911

BERSIKAP KONSISTEN
Tidak artinya tidak. Iya artinya iya.

SETIAP TINDAKAN PUNYA KONSEKUENSI
Tingkah laku yang baik mendapat imbalan.
Tingkah laku yang buruk mendapat hukuman

KATAKAN APA YANG ANDA INGINKAN DAN BENAR-BENAR ANDA INGINKAN
Berpikir sebelum berbicara - atau rasakan akibatnya

ORANGTUA BEKERJA SAMA SEBAGAI SATU TIM
Kalau Anda saling tidak setuju dalan satu hal, anak Anda tidak akan tahu siapa yang harus dia dengarkan - hasilnya, mereka tidak akan mendengarkan siapa pun.

JANGAN BERJANJI JIKA TIDAK BISA ANDA TEPATI
Kalau Anda mengatakan kepada anak-anak bahwa mereka akan pergi ke Disneyland, you better pack now

DENGARKAN ANAK-ANAK ANDA
Akui perasaan mereka. Katakan "Ayah/Ibu mengerti' dan "Ayah/Ibu mendengarkan kamu" - kemudian luangkan waktu untuk mengerti dan mendengar.

TENTUKAN RUTINITAS
Rutinitas membuat anak merasa aman dan memberi struktur terhadap waktu yang mereka miliki.

RASA HORMAT BERLAKU DUA ARAH
Kalau Anda tidak menghormati anak Anda, mereka tidak akan menghormati Anda.

PENGUATAN YANG POSITIF JAUH LEBIH BERHASIL DARIPADA PENGUATAN NEGATIF
Sanjungan, pujian, dan kebanggaan jauh lebih bermanfaat, daripada bersikap nyinyir, negatif dan mengacuhkan.

TINGKAH LAKU ADALAH HAL YANG UNIVERSAL
Tingkah laku yang baik diterima dimanapun.

DEFINISIKAN PERAN ANDA SEBAGAI ORANGTUA
Tugas Anda sebagai orangtua adalah mempersiapkan anak menghadapi dunia luar - dan biarkan dia menjadi dirinya sendiri.

Nanti kalau udah selesai baca bakalan diupdate lagii ya postingannya..
Tiap hari berdoa semoga bisa menjadi orangtua yang baik, yang bisa mendorong potensi anak2 secara maksimal... sesuai tujuan Tuhan.. aih beratnyaaa..

Wednesday, 9 April 2014

Book: Ayah Edy Menjawab

Judul buku: Ayah Edy Menjawab
Penulis: Ayah Edy
Penerbit: Qonita Mizan Grup
Tahun: 2011
Hal: 283

Baru aja selesai baca buku ini... mungkin udah ketinggalan banget yah... hehehe..
Menurut aku buku ini wajib dibaca untuk semua orang tua, dikemas dengan format Q&A dan dibagi per section sesuai topik, ada topik masalah anak dengan sekolah, dengan hubungan keluarga, toilet training, perilaku anak, dll.. 

Beberapa topik yang aku catet soalnya sesuai sama Faith:

Bagaimana memperlakukan anak yang suka membantah?
Pertama, Dibalik sifatnya yang tidak mau diatur, ia akan tampil sebagai pengatur alias pemimpin.
Kedua, anak membangkang pada umumnya karena adanya perbedaan pendapat antara anak dengan orang tua. Orangtua yang cenderung otoriter berhadapan dengan anak bertipe pemimpin yang tidak mau begitu saja menerima pendapat atau mau dipaksa, akan terjadi perdebatan yang seolah-olah hanya disebabkan oleh anak. Padahal sesungguhnya dengan adanya anak yang membantah orang tua bisa mengevaluasi kebijakan dan pola komunikasi yang dibangun.

Cara mendidik anak calon pemimpin:
Didiklah anak untuk menjadi kooperatif dan bukannya menjadi seorang penurut
Pekerjaan apa di kantor yang diisi oleh seorang penurut?
Apa bedanya kooperatif dan penurut? Kalau kooperatif seorang anak mau melakukan apa yang diminta orangtuanya karena tahu alasan logisnya. Sedangkan penurut, anak melakukan sesuatu tanpa tahu alasannya. Ia menurut saja tanpa berpikir dan menggunakan logikanya
Biasakan menawarkan opsi-opsi, misalnya “Kamu mau mandi sekarang atau lima menit lagi? Oke sepakat ya sepuluh menit lagi dari sekarang. Jika tiba waktunya kamu belum mandi juga, besok kamu mau uang jajan dikurangi atau tidak boleh bermain sepeda di sore hari? Pastikan Ayah-Bunda melaksanakan kesepakatan dengan tegas tanpa kompromi jika memang terjadi pelanggaran secara sengaja
Calon pemimpin suka dengan reward and consequences. Orang tua menerapkan suatu kesepakatan dan kalau tidak dijalani berikan konsekuensinya. Konsisten!

Mengapa anak suka menawar?
Pertama anak anda adalah seorang negosiator yang ulung, kelak jika menjadi pebisnis akan sangat pandai melakukan negosiasi atau tawar menawar
Kedua: menunjukan bahwa ayah bunda belum mempunyai aturan negosiasi yang jelas bagi anak.
Menghadapi anak seperti ini tidak boleh terpancing emosi. Jika ingin dia berhenti menonton VCD misalnya, jangan lantas menggunakan penekanan “SEKARANG”. Jika ingin 15 menit lagi dia mandi, coba katakan, “kamu mau mandi 5 menit dari seakrang atau 10 menit lagi” Pasti anak mencari waktu yang terlama, kalau bisa ditambah waktunya.  Lalu katakan, “oke 15 menit dari sekarang ya, jika dilanggar, kamu mau pilih konsekuensi apa? VCD disimpan dan tidak bisa nonton lagi atau besok dikurangi uang sakunya atau selama 3 hari tidak main game?”
Kuncinya adalah TEGAS DAN KONSISTEN MELAKSANAKANNYA, TANPA KOMPROMI. Ini penting agar anak belajar bahwa orangtuanya bisa dipercaya dan serius menegakkannya.

Bagaimana cara melarang yang tepat?
Tidak menggunakan kata “jangan” karena alam bawah sadar manusia tidak merespons dengan cepat kata “jangan”.  Yang didengar anak adalah kata terakhir, sehingga jika kita katakana “jangan berlari” maka yang ia dengar adalah “berlari”.
Carilah padanan positifnya, misalnya “berjalan pelan-pelan ya nak”

Anak susah makan
Pertama: factor fisik (gangguan mulut dan pencernaan): gigi sakit, bolong, sakit tenggorokan atau sariawan atau perut kembung, mual dan sakit
Kedua: factor kebiasaan: disambi nonton TV atau bermain
Ketiga: sesuai tipologi. Kalau tipe anak visual dan melankolis: badan kecil, pendiam, sensitive, atau mudah menangis. Umumnya mereka makan sambil mengemut. Sebaliknya untuk anak yang tipenya auditori tidak demikian. Malah mungkin kita kesulitan menahannya untuk tidak makan
Keempat: bosan dengan menunya
Kelima: cara memberi makan: sambil bermain atau serius. Yang ada dipikiran anak-anak adalah bermain.
Keenam: bosan tempat dan suasananya
Ketujuh: factor susu atau suplemen makanan

Anak yang belum lancar bicara
Anak yang lebih cepat bicara memiliki kecenderungan otak kiri lebih dominan dan mengindikasikan memiliki kekuatan di Bahasa dan sistim analisis logika yang kuat. Sedangkan anak yang lambat bicara, struktur saraf otak yang lebih dominan adalah yang kanan. Mereka umumnya kuat dalam hal imajinasi, estetika dan desain.

Cara menemukan bakat atau kemampuan anak
Anak itu seperti sketsa sebuah lukisan. Samar-samar terlihat, tetapi belum jelas dan masih berupa tarikan-tarikan garis dari sang Maestro, yakni Tuhan Yang Maha Agung. Seiring bertambahnya usia, tarikan-tarikan itu akan semakin jelas.
Cuma sayangnya yang kerap terjadi, orangtua, guru atau sekolah mengintervensi dengan warna-warna yang mereka inginkan sehingga sketsa yang sesungguhnya menjadi kabur dan tidak tampak lagi aslinya. Tanpa mempelajari dan mendalami tarikan garis dari sang Maestro tadi, orangtua, guru, dan sekolah asal saja memberi warna dan garis-garis lain.
Ketika anak usia 3 tahun, orang tua berusaha menemukan potensi yang sangat dasar dari anaknya dengan memperhatikan ketertarikan atau minatnya pada bidang tertentu yang sangat spesifik. Orangtua perlu memperhatikan terus-menerus tanpa melakukan judgement. Lihatlah jika ada tren perubahan dan kemana ia kembali lagi. Pada dasarnya tren perubahan minat anak sering kali dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Namun, jika diperhatikan perlahan ia akan kembali pada minat asli yang bersumber dari dalam dirinya.
Lihat potensi anak dari kecil dan jangan intervensi dengan keinginan-keinginan atau gengsi orangtua. Jadi sejak kecil, kalau anak kita tertarik dan suka pada sesuatu, kenalkan pada profesi yang terkait dengan hal yang mereka sukai itu.

Bagaimana membuat hubungan anak dengan kedua orangtua yang bekerja, tetap erat? Kompensasi apa yang tepat diberikan?
Secara naluri, anak bisa membedakan mana orangtua dan mana pengasuhnya. Mereka juga tentu lebih saying orangtua daripada pengasuh. Kecuali, jika perlakuan orangtua sangat berbeda jauh dengan pengasuh (orang tua galak, pengasuh sangat baik).
Untuk bisa lebih dekat dengan anak sangatlah mudah. Bermain bersama,tidur bersama.
Sepulang kerja, lebih baik berisitirahat min 30 menit – 1 jam. Karena biasanya orang yang dalam keadaan lelah menjadi sensitive dan mudah terpancing amarahnya. Khawatir anak berulah sedikit saja, bunda lantas memarahi anak dan membuatnya sedih. Setelah selsai mandi dan segar, masanya bunda bisa bercengkerama bersama buah hati tercinta, membacakan cerita, bermain peran, atau permainan lain. Anak kita sesungguhnya tidak terlalu menuntut sesuatu yang berlebihan. Satu jam setiap hari, tetapi konsisten dan akrab tetap mereka terima 


Monday, 9 December 2013

Three Magic Words

As published at The Urban Mama :)

Saya ingin anak saya tumbuh menjadi anak yang mempunyai karakter/manner yang baik. Menurut saya pencapaian akademis atau prestasi-prestasi adalah nomor dua. Jika anak saya mempunyai karakter dan manner yang baik, saya percaya hal-hal yang lain akan mengikuti.

Banyak sekali buku parenting yang beredar yang bisa membantu kita untuk mendidik anak. Tiap buku mempunyai teori yang berbeda-beda. Sampai saya pusing sendiri membacanya, karena terkadang teori-teori tersebut bertolak belakang antara satu buku dengan yang lain. Namun kemarin saat berbincang dengan teman saya, saya kembali diingatkan bahwa sebelum pusing akan banyak teori parenting, ada hal yang mendasar yang harus kita ajarkan kepada anak kita yaitu pentingnya “three magic words”.

Three magic words yang saya maksud di sini adalah:

1. Thank You/Terima kasih

Dalam kehidupan sehari-hari pasti setiap orang mau tidak mau menerima bantuan dari orang lain, baik hal-hal yang kecil atau besar.

Untuk setiap bantuan yang anak saya terima, saya dan suami mengajarinya untuk berterima kasih, dimulai dari hal kecil seperti diberi balon oleh pelayan restoran, atau saat pengasuhnya pamit untuk istirahat di malam hari atau diberi hadiah oleh oma opanya.

Saya dan suami mendorongnya untuk be generous in saying thank you. Kami mengajarkan bahwa tidak ada ruginya mengucapkan terima kasih, tetapi yang pasti akan membuat orang yang memberikan bantuan kepada kita merasa dihargai.

2. Please/Tolong
Pernah tidak para mama memperhatikan bahwa ada dua orang yang meminta hal yang sama tetapi yang satu diberi dan yang satu ditolak? Saya rasa salah satu alasan mengapa yang satu diberi adalah karena ia memintanya dengan sopan, tentunya dengan menyelipkan kata “please”. Penilaian orang terhadap kita pasti tidak luput dari subjektivitas, yang tentunya akan memilih orang yang mempunyai manner yang baik, tutur kata yang sopan dibanding orang yang kurang ajar atau kasar.

3. Sorry/Maaf
Semua manusia pasti tidak akan luput dari kesalahan. Saat anak saya membuat kesalahan, saya dan suami mencoba mengajarinya untuk mengakui bahwa mereka telah bersalah dengan cara meminta maaf. Tentunya kami sendiri juga tidak gengsi untuk meminta maaf kepadanya jika kami sendiri bersalah.

Saya dan suami sadar bahwa anak-anak adalah peniru ulung. Mengajarkan hal ini harus dimulai dari kami. Kalau kami sebagai orangtua tidak mengatakan three magic words, tentunya akan sangat sulit untuk anak saya mengerti akan pentingnya three magic words tersebut.

Para mama tentunya juga sedikit banyak pasti mengajarkan three magic words ini dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata ini mungkin terasa sepele, tapi besar pengaruhnya

Wednesday, 27 November 2013

Faith 34 bulan


Sebenernya banyak kerjaan di kantor, tapi banyak juga cerita yang mau diceritain di blog.. keburu takut lupa..

Stats
Faith udah 34 bulan tanggal 17 kemarin, waktu imunisasi dede aku sekalian imunisasi-in dia typhoid..
Ini imunisasi terakhir untuk waktu yang cukup lama.., umur 5 taun baru imunisasi lagi..
Benernya udah mau imunisasi typhoid dari kapan2 cuman suka abis vaksinnya di RS..
Berbeda dengan imunisasi2 sebelumnya, kali ini si Faith agak takut.. sepertinya dia masih inget imunisasi dia terakhir (sekitar 1.5 bulan yang lalu), Hepatitis A yang kedua..
Begitu sampe di RS aja dia langsung bilang, Faith gak mau diperiksa...
Ditimbang dan diukur beratnya ga byk berubah, 12.5kg, tingginya lumayan 96cm, bentar lagi 1 meter.. :)
Oh ya lucunya abis diimunisasi kan kita jalan2 ke Kokas, si Faith biasa2 aja jalannya, eh pas lagi dirumah dia liat bekas suntiknya terus jalannya bisa jadi pincang2 gitu lho.. katanya sakit...
Terus dia minta bubble tea, kita bilang jalannya biasa dulu, kalo jalan pincang gak dikasih.. , eh bisa dong dia jalan biasa hehehe.. dasar kecil2 dah bisa manipulasi

School
Di sekolah, seperti yang pernah aku tulis disini Faith masih dibilang moody..
Kata gurunya, some weeks dia bisa bagus sekali, mengikuti pelajaran, makan juga cepet dan habis, tapi in other weeks dia bisa bengong2, gak mau kerjain worksheet, makan diemut...
Kalau dari pembicaraan aku sama gurunya sih sepertinya Faith mungkin akan disuruh mengulang kelas.. karena faktor umur, dibilang Faith belom ready.. kalo dipaksakan naik nanti kasian Faith-nya dan gurunya
Menurut gurunya Faith bisa mengikuti, malahan lebih cepat menangkap dari temen kelasnya yang umurnya lebih tua setaun dari dia, tetapi moodnya belom stabil dan masih kepingin main.

Ada jg temen sekelasnya yang 4 bulan lebih muda dari Faith, dan dia juga sama kayak Faith masih kepingin main. Kebetulan anak ini ortunya guru juga, jadi lebih sering diskusi sama gurunya Faith.
Masa kata mamanya kalo Faith naik kelas, dia maunya anaknya naik kelas juga.. hehehe
Menurut aku gak usah begitu ya, kalo misalnya anak dia naik kelas Faith gak naik kelas juga aku gak apa2.. soalnya kan naik gak naik tergantung dari individual anaknya.. bukan karena seumur yang satu naik yang satu harus naik..

Terus terang aku gak ambisi Faith bisa ini itu...
Tujuan aku sekolahin Faith cuman untuk main2 isi waktu sama sosialisasi dengan dunia luar.. kalo misalnya bisa mengenal huruf atau angka yah bisa dibilang bonus.
Tapi sepertinya kurikulum di sekolah ini termasuk berat... apalagi di kelas berikutnya, katanya dipersiapkan untuk SD, jadi harus bisa baca tulis sepertinya..
Kalo kayak gini aku jadi berpikir apakah aku menyekolahkan Faith di sekolah yang tepat
Tapi katanya SD jaman sekarang memang menuntut anak udah bisa baca tulis sebelum masuk

Aku juga gak kenapa2 kalo memang Faith harus mengulang, tapi aku takutnya Faith bosan dan malahan tambah worse. Belum lagi masalah rasa percaya diri.. gak tau apa dia udah ngerti apa belum, tapi mungkin dia wondering kenapa temen2nya udah di K4 dia masih di nursery..
Mungkin kalo dia harus mengulang aku mau pindahin Faith aja.. tapi bingung juga takut masalah adaptasi lagi

Mood
Kalo dulu sebelum punya anak kalo liat ada anak kecil yang nangis2 di mall terus mamanya bisa kasih straight face dan pura2 gak dengerin aku suka gemes.. itu anak annoying banget kok mamanya gak bisa diemin sih. Cuman sekarang aku maklum, mamanya lagi mau teach anak itu a lesson.. dan dia juga ga mau mempermalukan anaknya dengan marah2in dia in public.

Faith sekarang mulai sering nangis2 kalo dia mau sesuatu gak diturutin.. kadang dia bisa cengeng banget..
Kadang aku dan Toma bisa gemesss bangetttt... tapi ya berusaha ignore..
Aku juga ternyata bisa juga kejam membiarkan dia nangis2... padahal dalam hati hatiku gak tega dengernya.. well ini untuk kebaikan dia nanti, supaya dia tau bahwa gak semua keinginannya harus langsung dipenuhi, kadang dia harus menunggu, kadang memang itu gak baik buat dia..
tapi untungnya so far kalo in public atao ada orang lain dia kayanya malu, jadi jarang ngambek in public..

Pretend play
Faith masih suka main masak2an, atau jual2an..
Dia suka nanya aku mau makan apa, sambil bawa notes gitu (kayak waiter di restoran)..
Terus nanti dia masakin terus kasih.. abis gitu disuruh makan, minum hehehe
Atao pura2 ke supermarket, kalo ditanya beli apa, dia bilang beli susu, ayam, anggur..

Sok kasih nasehat
Anak2 emang peniru ulung ya.. sekarang mesti hati2 kalo ngomongin dia, karena you never know when it will be used against you hehehe
Kaya misalnya kalo papanya nyetirnya agak ngebut dikit, pasti dia bilang "Papa jangan gitu dong!"
Atau pas kita semua mau tidur dia liat papanya belom sikat gigi dia bilang "Papa belom kas gigi.. nanti ada uletnya lho.."
Atau pas papanya lagi tiduran aku suapin jelly, dia bilang "Papa makannya jangan sambil tiduran, ayo duduk.."
(btw kok kebetulan papanya terus yang ditegor ya hihihi)

Toilet training
Toilet trainingnya udah bisa dibilang berhasil kecuali saat malam hari..
Sekarang masih aku pakein pampers.. belom coba lagi... PR deh

Suka becanda
Faith suka godain papanya bilang "aku gak suka papa.."
Terus papanya bakal pura2 nangis
Terus Faith bakal senyum2 seneng terus bilang "nangis ayo nangis.." -> kejem ya hehe
Cuman dia sweet juga, kalo sebelum tidur dia suka bilang "Aku sayang papa, aku sayang mama.."
Atao bilang "mama sayangku, papa sayangku.."

Ohya Faith bulan ini ikut mama jalan2 lho... kira2 ada yang bisa nebak gak jalan2 kemana dari foto ini (hint: masih di Asia) hehehe ...nanti ya ceritanya... :)

Monday, 26 August 2013

Apa ya rahasianya?

Kemaren lg makan di resto, ada keluarga bule dengan 3 org anak yg masih kecil2. Kayanya umur anak2nya sekitar 6 taun, 3 taun dan 1.5 taunan deh. Aku terkesan banget karena anak2 itu bisa duduk manis dan makan sendiri dari mereka nyampe di resto sampe pulang! Even anak yang paling kecil juga lho, duduk di baby chair makan sendiri. Mamanya cuman potongin trus kasih dia buat pegang dan gigit sendiri (makan pizza).

Sementara di meja sebelah ada keluarga indo dengan 3 anak juga yg age groupnya lebih tua, tapi yang satu main gadget, yang satunya tidur2an atau manjat2 sambil disuapin suster dan sesekali diancem papanya karena susah makan. Terus sempet lempar mainan nyampe ke meja kita. Cuman yg plg gede yang anteng..

Gak judging karena anak sendiri berdiri2 di sofa sambil disuapin hehe..

Apa ya rahasianya keluarga bule itu?

Dulu pas Faith baru mpasi pengennya ngelatih dia makan sambil duduk di meja makan, tp kok ya gak beli hi chair hehehe .. Soalnya takut ga kepake (pengalaman temen2) trus mbaknya juga suka nyuapin sambil digendong, katanya kalo sambil liat2 atau main lebih cepet... Dan emang kadang frustasi kalo itu anak lg gtm atau buka mulut tapi diemut.

Sebenernya Faith generally lumayan anteng duduk di resto, cuman kalo makan sendiri bakal lama dan dikit yang masuk hehe jd aku suapin (ga mendidik ya?) ahh dilema antara gizi dan disiplin....

Friday, 2 August 2013

Faith 30 bulan: jadi kakak dan pertama sekolah (part 2)

Mumpung anak2 lagi tidur, kita sambung lagi ya..

Hari jumat-nya sekolah libur karena ada parents teacher meeting...
Wow, my first PTM hehehe
Pake baju anget dan nekat nyetir sendiri ke PTM.. yang ternyata diadainnya di lantai 3 naik tangga.. lumayan juga buat ibu baru melahirkan seminggu.. :)

Abis selesai dikasih tau visi misi lah, terus ada perubahan jadwal buat SD, perkenalan guru dll terus kita meeting dengan homeroom teacher.
Nah disitu homeroom teacher Faith bilang mau ngobrol personally sama aku, anak yang lain udah fine2 aja.. hiks2

Dimulai dengan.. "Faith ini anaknya cerdas, karena dia terus berpikir.. " hehehe mungkin dia kesian liat mukaku jd gave me a good opening statement :)
Terus dia cerita selama seminggu sekolah Faith mulai menurun pas hari Rabu..
Dia sering nangis dan sering alasan mau pipis, tapi begitu sampai WC gak pipis..
Terus dia ngintilin miss-nya terus, anak lain mau main bareng miss-nya gak boleh.. (tangan missnya digandeng terus sama dia)

Tapi kata miss-nya si Faith ini lucu.. lagi tengah2 nangis digodain sama miss.. "Faith kalo senyum cantik deh.." bisa tau2 senyum...
Terus celotehnya juga lucu2... katanya Faith bilang ke miss "Faith gak mau sekolah, mau kerja aja.." -> mungkin karena suka dibilangin papa kerja, mama kerja.. dia pikir kerja enak kali ya..
Terus kalo lagi nangis, missnya bilang "kok hujan lagi.." terus Faith bisa langsung apus2 air mata sambil bilang "gak kok, gak ujan..."
Intinya sih ya dia banyak alesan, (manipulasi)

Miss-nya bilang dia mau terbuka sama aku supaya enak.. mungkin juga karena dede baru lahir jadinya Faith begitu.. atau emang anaknya begitu..
Dia mau tau dirumah bagaimana.. aku bilang dirumah beberapa hari ini emang bad mood..
Terus dia bilang kalo sometimes dia agak tegas sama Faith, dan dia berharap i'm okay with it..
Aku bilang ok aja, karena memang harus begitu, Faith mungkin terlalu banyak diturutin kalo dirumah..
Cuman papanya dan aku yang suka nolak permintaannya.. kalo oma opa dan mbak biasanya lebih nurutin dia...

Terus aku sempet tanya ke miss-nya, apa si Faith kekecilan ya.. (karena temen2nya udah pada 3 taunan).. soalnya liat Faith mogok sekolah mamaku jadi nyalahin aku ga mau dengerin dia katanya... kalo Faith masih kecil. Terus miss-nya bilang.. secara pelajaran Faith udah bisa nangkep.. hanya mood-nya saja.., dicoba dulu bu.. nanti kita liat lagi..

Pas weekendnya aku berusaha membuat Faith merasa diperhatiin lebih..
Kalo dedenya nangis aku minta tolong mbak-nya untuk liatin.. dan kalo mau nenen juga ijin dulu sama Faith..
Biasanya gak boleh sih hehe.. dan berakhir si Faith ikutan minum susu sambil tiduran di paha aku..
Terus aku juga berusaha tidur di kamar bareng Faith, jadi dedenya ditidurin di box di kamar sebelah aja (ini ada connecting door, jadi kalo dia nangis pasti kedengeran)..

Faith sempet ngajak main papanya dan bilang mama gak usah ikut..
Papanya langsung kasih tau kalau mama sedih kalo Faith begitu.. (dan membuat aku mewek juga sih)..
Terus Faith liatin aku bilang.. "mama sedih, mama nangis.." (gimana sih kok ortu nangis depan anak :( )
Papanya bilang kalo mama sayang sama Faith.. , mau main sama Faith..
Akhirnya Faith mau main bertiga..

Hari Sabtunya banyak tamu dateng ke rumah.. si Toma ajak Faith main ke playground biar dia ga bete.. dan dia seneng banget sih..
Hari Minggunya di gereja.. pas lagi nunggu papanya parkir dia sempet ga tenang gitu cariin papanya.., aku sempet sedih, kenapa ini anak ga mau berduaan aja sama aku.. tapi di sekolah minggu dia nempel terus si sama aku.  Siangnya Toma ajak dia ke rumah mertua.. karena dirumah banyak tamu lagi hehe..

Minggu kedua kata miss-nya si Faith udah membaik.. udah berkurang manipulasinya.. dan udah mau ikutin pelajaran... malah di hari Kamis dan Jumat udah gak nangis sama sekali, dan happy dari pagi..
Dirumah juga udah gak marah2 lagi.. paling rewel biasa kalo ngantuk.. dan dia mulai nempel lagi sama aku..
Cari perhatian sih kadang2 masih, terutama kalo aku mau nenenin dede..
Kalo lagi ga nenen sih Faith keliatannya sayang sama dedenya, dicium2, diajak main, terus kalo dedenya nangis dia yang paling sibuk bilangin ke kita.. "ayo cepet2.. dede pup, atao dede pipis.. cebok2.. " hehehe..

Sekarang udah minggu ketiga udah happy di sekolah, kalo di minggu pertama dan kedua tiap pagi suka bilang gak mau sekolah, kalo sekarang udah gak lagi..
Dirumah juga udah kembali ceria...
Paling kalo dede mau nenen, dia suka bilang ga boleh, gendong aja.. tapi mukanya udah ga sedih lagi kalo liat aku nenenin..
Dia suka minta dibungkus selimut dede, atau peluk2 aku sambil pura2 nenen.. hehe.. tapi ya udah ga marah2 atau sedih lagi..

3 minggu jadi ibu 2 anak.. hosh hosh... *lap keringet*, semangat bon!

Ini ada beberapa foto Faith di sekolah yang dikasih miss-nya..
Oh ya aku bersyukur guru Faith perhatian dan mau sabar..
Mudah2an Faith bisa membaik terus ya miss...

sama miss di first day of school (antara senyum sama mau nangis?)

with classmates

aku senang menggambar

happy di playground
PS: Dede, maaf ya kalo kesannya mama lebih pentingin kakak sekarang ini.. karena kamu belum mengerti.. tapi mama sayang kamu juga.. tiap malem kita kencan berdua sampe pagi :)

Wednesday, 31 July 2013

Faith 30 bulan: jadi kakak dan pertama sekolah (part 1)

Minggu pertama setelah Daniel pulang dari RS bisa dibilang minggu yang berat buat Faith dan aku..
Buat Faith karena minggu itu pas banget sama minggu pertama sekolah ditambah adanya ade baru yang menyita perhatian mamanya.., buat aku ya karena Faith jadi "beda".
Hari2 pertama Daniel lahir si Faith keliatan excited.. dia kasih tau semua orang "dedek bayi" nya.., dia juga suka cium2 dede-nya.. dan kepengen gendong2 dede juga..
Waktu orang kantor tanya gimana Faith sama dedenya, aku dengan bangga bilang kalo si Faith sayang dan ga ngiri.. Terus mereka bilang.. "belumm aja.. , nanti kalo udah lihat mamanya nyusuin dll pasti mulai iri dan berasa gak disayang deh.."
Aku senyum2 aja dan berharap mereka sirik aja abisnya si Faith udah pernah kok lihat aku nyusuin dedenya dan dia masih oke..
Tapi ternyata aku salah..
Daniel pulang dari RS hari Minggu.
Hari Senin Faith pertama kali masuk sekolah, dianter sama papa, mbak dan oma.. (heboh ya).. maksudnya biar pihak sekolah tau siapa aja yang bakalan anter jemput Faith.. Hari itu baru pengenalan, jadi sekolah cuma 1.5 jam aja.
 Kata Toma Faith gak mau ditinggal. Sempet nangis saat ditinggal.. tapi dia masih ceria..
Aku lupa mulainya di hari keberapa, mungkin hari ketiga, Faith bangun pagi gak seperti biasanya, kali ini dia keliatan sedih.. Jadi setelah tidurin Faith, aku bobo di kamar sebelah sama dedenya, Faith bobo sama papanya. Pagi2 dia bangun gak ada aku disampingnya, trus dia liat aku tidur sama Daniel, mungkin ini yang bikin dia keliatan sedih.
Terus dia mulai bilang gak mau sekolah, mau bobo aja ngantuk..
 Dia sempet minta aku mandiin dia, tapi berhubung baru dari RS, aku gak bisa jongkok2... jadi minta tolong mbak, kayanya dia ngambek juga abis itu..
Pulang sekolah juga dia keliatan bete, galak, pokoknya gak seperti Faith yang biasa.
Terus jadi nempel sama mbaknya, gak mau ditinggal..
Kalo keinginannya gak diturutin ngambeknya berlebihan.. dan suka minta ini itu tapi gak jelas.. contohnya minta turun, begitu sampe bawah, minta naik, begitu terus..
Pas hari Kamis (hari keempat sekolah), sekalian bawa Daniel untuk check up dokter, aku anter Faith ke sekolah, pengen ngobrol sebentar sama miss-nya.. Pas baru nyampe aku tanya Faith mau pipis gak, dia bilang mau, tapi pas aku anter ke WC gak mau dia.. Terus gak lama ada miss-nya.. Faith langsung bilang "mau sama mama aja..", miss-nya langsung gendong dia, Faith sempet bilang "mau pipis.." missnya bilang "iya pipis sama miss ya.." dan suruh aku pergi.. Faith nangis.. , hiks, aku juga mau nangis.. (entah pengaruh hormon pasca kelahiran or apa).. jadi aku say bye2 ke Faith dan buru2 pergi.. ga nengok kebelakang lagi,.. malu dong masa ortu nangiss pisah dari anaknya..
Pulangnya pas aku jemput, Faith nangis begitu liat aku ngintip dari jendela kelasnya.. Terus dia berulang kali bilang "tadi aku nangis, mama tinggal.." ini diulang2 diceritain ke oma opa sampe mertuaku jg
 Nah sejak hari itu makin worse aja, dia ga mau ditinggal mbak-nya.. rewel banget nanya terus "mbak mana.." Terus kalo aku tanya "emang kalau sama mama ajaa kenapa.., faith gak sayang mama?" dia jawab "enggak" hiks
Puncaknya hari Jumat.. tadinya dia udah bobo sama aku di kamar, tapi dia terus cariin mbaknya.. aku bilang mbak ada diluar... terus dia bilang mau bobo sama mbak aja di luar (ditempat dia biasa tidur siang).. sampe akhirnya aku menyerah..aku bilang ya udah.. hiks..
Dia keluar dan bobo sama mbaknya.. , masih usaha, aku coba bobo disebelahnya.. Pas liat aku dia dorong2 aku bilang "mama bobo sana aja.. mama bobo sana aja.." hiks2 (note: hiks = aku ikutan mewek) Terus dia juga sempet bilang "aku gak sayang dede"
Pokoknya dia kayak hukum aku.. mungkin dia takut disakiti atau gimana ya (kok anak 2.5 tahun perasa banget ya) Jadi gak mau berdua aja sama aku, ga mau main sama aku, ga mau dimandiin sama aku dll.. Bikin aku nangis aja.. hiks2..
Bersambung

Tuesday, 11 June 2013

Investasi buku

Kemarin ditawarin temen produk dari ETL Learning
Tertarik bangettt.. cuman mikirin harganya jadi mikir agak lama hehehe..
Untungnya ada cicilan 0% selama 12 bulan..

Akhirnya aku beli yang ini:
Ensikolpedia Widya Wiyata Pratama (A child's first library)
Inget gak yang jaman dulu ada buku "Mengapa Begini Mengapa Begitu?"
Nah ini yang versi terbarunya, ada "Walter" nya.. Kalo liat gambar dibawah ada kayak pen sama speaker kecil, itu dia si Walter.
Jadi di tiap bukunya ada icon2 kalo kita sorot pake pen gitu bisa bunyi si Walternya, kasih keterangan, nyanyi.. dll. Jadi interactive gitu.

Faith so far suka sih, terutama yang bagian ada lagunya..
Aku baru buka 2 buku: Tubuh kita dan Binatang sahabat kita..., pelan2 soalnya Faith bosenan..
Dia bisa belajar soal dede bayi, nangis, ganti popok, nenen, hehe sama gajah kalo minum ngambil air pake belalai terus masukin ke mulut..
Ada 4 key areas: life, nature, science and our world..  dipecah jadi 24 buku..
Aku yang udah gede gini aja masih suka bacanya, karena banyak menambah pengetahuan...

photo credit: www.etllearning.com
English Time
Nah yang ini belajar inggris gitu tapi dengan video audio..sambil nyanyi2..
Tadinya aku kurang tertarik, karena aku pikir nanti juga disekolah pake bahasa Inggris...
Tapi kalo mau cicilan 0% ada minimum-nya hehehe.. jadi ya sudah lah tancep aja..
Lagian di paket ini ada kaya semacam Ipad2an gitu.. namanya PAL..
Nah di PAL ini selain English time ada juga bonus produk2 dia lainnya (yang ensiklopedi Walter diatas sama ada juga Early Learning Program, Learning Math with Albert, sama cerita dari A Child's First Library of Values).
Yang ini baru dibuka hari ini sih, ga tau Faith tertarik atau gak..
Tadi pagi sih tertarik, sambil ngomong2 "ipad ipad" hehe
Kesian juga dia suka nyariin Ipad.. kita jarang kasih soalnya..., dia main kalo kebetulan kita naroh sembarangan dan ketawan sama dia hehe.. kalo udah gitu dia bakal bilang "oh oh... " (niruin kita hehe)..

photo credit: www.etllearning.com



Semoga buku2 ini bisa berguna buat Faith dan adenya..
Anak2 itu beneran menyerap seperti spons..
Kadang keliatannya dia ga mudeng, tapi benernya dia inget dan ngerti, terus suatu hari dia bakal ngomongin dan kita yang amaze aja.. oh ternyata dia nangkep toh..
Jadi ya sebagai ortu kita cuman kasih aja pengetahuan .. dan berdoa supaya Tuhan memberi pertumbuhan hehe...

Monday, 10 June 2013

About being a mom

Kapan gitu malem2 pas mau tidur si Toma tanya  ke aku:
T: kamu ngerasa ada perubahan gak sebelum sama sesudah punya Faith?
B: iya lah, berubah banget... sekarang udah ga bisa bangun siang lagi hehehe... , kalo kamu?
T: sekarang berasa lebih ada tanggung jawab..
B: wah berarti dulu ga merasa bertg jwb udah punya istri.. :(
T: hehehe

Kalo dipikir2 jawabanku cetek banget ya, gak bisa bangun siang lagi hehe..
Padahal sebenernya buanyakkkk banget yang berubah...
Sampai sekarang aku masih gak percaya kalau udah jadi mom and soon to be a mom of two...

Kalau mau di list perubahannya (please don't take this as complaints ya..)
  • Ga bisa bangun siang itu tadi hehe
  • Physically: perut penuh stretch mark, puser bentuknya gak kembali semula..
  • Hampir ga pernah nonton tv lagi.. paling nonton pas berkunjung ke rumah mertua yang TV-nya nyala terus, kalau dirumah pun nonton pasti channel anak2 kaya Disney Jr.. Jim Jam, dll
  • Lebih suka shopping barang2 anak
  • Lebih suka browsing website2 parenting atau blog2 sesama ortu atau tempat2 rekreasi anak2
  • Makan sehat, ga pernah beli2 snack2 penuh msg lagi buat stock dirumah, kalau lagi pengen makan yang ga sehat ngumpet2 nunggu anak tidur hehehe..
  • Sering mikir soal masa depan, sekolah anak dan investasi yang dibutuhkan
  • Sering takut tidak bisa jadi orang tua yang baik
Nah untuk point yang terakhir itu.. kemaren Sabtu I had my "moment"..
Entah kenapa si Faith dari Jumat malemnya udah agak "difficult"...
Mau ini itu terus kalo ga diturutin nangis...
Mungkin karena udah ngantuk, tapi masih mau main atau efek dari kita yang abis dengerin cd parenting yang bilang kalau anak itu harus nurut sama ortu, dalam sekali ngomong (ga usah berkali2).. dan in reality Faith gak gitu.. jadinya kt stressed out..
Atau karena Faith lagi dalam fase Terrible two..
Atau ditambah hormon kehamilan yang bikin emosi gak stabil
Pokoknya aku mewek di kamar mandi.. hehehe
Aku takut banget gagal mendidik Faith, takut banget dia jadi anak yang ga nurut orang tua..

Sebagai seorang phlegmatis, aku ga suka konfrontasi.. aku lebih suka damai, ngalah aja.. pake cara halus
Cuman kalau gini katanya nanti jadi dibully sama anak..
Terus kalau dibiarin gak dikasih tau kan sama aja aku yang salah..
Namanya anak2, pasti semua egocentric.. kita sebagai ortu yang harus kasih tau boundaries2..

Aku suka bilang ke Toma, padahal Faith ini termasuk anak yang baik compared to kids seumur dia pada umumnya..
Terus Toma bilang ya kita hrs liat keatas.. jangan liat kebawah terus.. nanti kita terlalu santai..

Temenku cerita dia pukul anaknya pake rotan.. pukulnya gak kenceng2.. cuman ditempelin aja ke kaki anaknya udah nangis kejer, cuman untuk bikin anak disiplin..
Aku sempet pikirin method itu.. karena karakter anak terbentuk sekitar 7 tahun pertama dalam hidupnya, jadi the earlier we start the better..
Tapi aku sendiri ga dibesarkan dengan cara itu..
Dan lagi setiap anak beda2 ya..

Lucunya kemarin si Toma suka bilang
T: Faith, mau papa cubit?..
F: iya.., mau *sodorin kaki*
T: *cubit*
F: *mewek*
ini kejadiannya berkali2..
Entah dia lupa kalo dicubit sakit ato gimana..
Abis itu dia bilang "ga nurut.. mm papa marah...mm cubit..."

Aku hanya bisa berdoa.. semoga kita berdua bisa menjadi orang tua yang bijak dan bisa mendidik Faith dan adenya nanti.. , amin.

Friday, 7 December 2012

Belajar Bertanggung Jawab

Jadi kemarin itu si Faith lagi coret-coret pake stabillo, terus ditinggal sebentar tau2 mungkin saking keasikannya dia coret2 bantal sofa.

Terus Toma kemarin tanya, "Wah siapa ini yang coret2.. , Faith ya?"
Si Faith gak mau liat papanya, terus langsung geleng2 kepala..
Toma tanya lagi, "Ayo siapa yang coret2..., Faith ya?"
Si Faith geleng2 dan tangannya didadah2 kaya bilang enggak..Mukanya kayak gak comfortable gitu..

Terus Toma bilang, "Faith harus berani bertanggung jawab, kalau emang melakukan harus ngaku. Papa gak marah kok.. "
Aku ikutan bilang hal yang sama..
Terus Toma nanya lagi, "Papa tanya lagi ya, siapa yang coret-coret ini?"
Terus pelan2 si Faith angkat tangannya...

We gave her applause for telling the truth.
Mudah2an it taught her a lesson...

Tuesday, 4 December 2012

Pagi ini..

Pagi ini Faith bangun lalu senyum2.. senyum khas dia, gak keliatan gigi, kayak lagi mengulum sesuatu...
Dia ngajak aku keluar kamar lalu karena masih mengantuk, aku tidur2an lagi di kasur depan...
Faith ikutan berbaring didadaku...
Abis gitu terdengar suara pesawat.. dia bangun ngajakin keluar mau liat ... tapi pesawatnya keburu pergi..
Aku bilang ke dia "Pesawatnya udah gak ada..."
Dia bilang, "byee.. byeee.." dengan nadanya yang centil lucu..

Karena hari sudah siang, aku tinggalin dia untuk siapin makanan buat bekel aku dan Toma dijalan..
Faith tidur2an anteng di kasur..
Gak lama Toma keluar dari kamar, jadi gantian aku mandi..

Kelar mandi aku lihat si Faith lagi digendong Toma..
Begitu liat aku dia minta digendong aku...
Mbaknya berusaha untuk ngajak dia.. tapi dia gak mau..
Sampe akhirnya diajak Toma kebawah dia baru mau..

Sampe dibawah, Toma masuk2in barang ke mobil dan starter mobil..
Faith berusaha masuk ke mobil, kayak mau ikut kita pergi..

Mbaknya berusaha untuk ajak dia main..
Tapi dia gak mau..
Maunya digendong aku..
Sambil pegangan kenceng takut lepas..
Akhirnya aku ajak dia main bola... baru dia asik exploring taman... baru aku bisa pergi kerja..

Ah balada ibu bekerja..