Showing posts with label book. Show all posts
Showing posts with label book. Show all posts

Wednesday, 5 April 2017

Sabtu Bersama Bapak (film) dan cerita Daniel and Faith

Baru aja nonton film Sabtu Bersama Bapak..
Aku suka banget sama bukunya dan pernah buat summary singkat disini.
Filmnya juga sukakkk, bikin terharu dari awal sampe akhir,... tapi masih ada lucu2nya..
Cuman menurut aku si Deva Mahendra terlalu ganteng buat jadi si Saka hehe.. soalnya kalo di buku kan kesannya si Saka itu tampangnya pas-pas an aja...
Nah kalau ganteng kayak Deva, terus sukses di karir gitu, mana mungkin sih susah dpt pacar hehehe...

Nonton yang kali ini aku merasa relate banget sama Risa...
Sama2 pernah buat anak ilang
Sama2 gak pinter masak
Sama2 dibilang lembek dalam ngurus anak
Gak becus jadi istri/ibu?

Tapi yah yang lain2nya beda sih..

Anyway mau cerita beberapa celoteh Daniel yang menurutku so sweet sih..
- Daniel pernah out of nowhere bilang, "mom you're so pretty..."
- Daniel suka bilang i love you mama..
- Pernah suatu hari Daniel susah disuruh kerjain PR, walaupun akhirnya kerjain juga... terus pas malemnya aku bilang ke dia kalau aku lagi sedih.. "my heart is broken". Sebenernya sedihnya soal hal lain, tapi dia pikir karena dia susah disuruh kerjain PR..
Jadi dia bilang gini.. "i am doing my homework mommy, so i can make you proud, so your heart is not broken anymore... "
Aku ga tau dia bisa ngomong gitu kepikiran darimana, kok bisa tau heart broken itu apaan, apa mungkin gurunya di sekolah bilang harus kerjain homework to make mommy and daddy proud... ga tau juga... tapi takjub banget kata2 itu bisa keluar dari anak umur 3 tahun...

Sehari2 aku sama anak2 ngomong bahasa Indo.. tapi akhir2 ini mereka suka ngomong pake bahasa Inggris... terutama Faith sih.  Kadang takut juga kalau mereka lebih nyaman ngomong Inggris drpd Indo.. maunya kan bisa dua2nya hehe (ini emak byk maunya).

At the end semua orang tua pasti berharap anaknya bisa lebih dari dia...
So far aku happy karena mereka lebih pinter ngomong inggris drpd aku.. sama mereka lebih pintar berenang hehehe.. Mungkin anak2 diluar sana yang seumuran mereka ada yang lebih jago Inggris dan berenangnya, tapi tolak ukur aku sekarang mereka lebih jago dari aku dan itu udah buat aku seneng banget..

Anak2 tiap minggu memang les berenang... tapi terus terang aku gak pernah pantau sih mereka udah sampai dimana. Kalau Faith udah lama bisa berenang.. di kolam dalem juga udah pede aja dia.
Nah kalau Daniel terakhir kali berenang sih masih belum bisa apa2.. cuman udah bisa ngambil nafas sama sembur2 aja.. hehehe

Tadi sore aku diliatin video mereka berenang sama papaku, dan wow, bangga banget Daniel bisa berenang di tempat dalem..., bisa cuek aja nyebur ke kolam tanpa dipegangin atau pake ban.
Kalau gaya berenang sih belum sempurna, tapi at least udah bisa berenang dari pinggir ke pinggir dan bisa nyaman ngapung di kolam (karena kolamnya lebih dalem dari tingginya dia).
Aku seumur dia sih sama sekali belum bisa berenang...
Sampe sekarang aja kalau di tempat dalem beraninya pegangan di pinggir, atau gak ya berenang tanpa berhenti gitu, jadi belum bisa ngapung di air.

Sekian curhat malem2... semoga pembaca blog ini, (kalau ada yang baca), maklum ya kalau blog ini lebih kayak diary dibandingkan kasih informasi... dan semoga juga gak berpikiran kalau aku cuman mau pamer aja.. Aku tulis ini buat aku dan juga anak2... mungkin pas mereka besar bisa seneng baca2 dan lihat foto2 mereka waktu kecil ya...

Ah kenapa jadi mellow sekali... :)

Friday, 4 September 2015

Jangan Iri

Iri hati ini sepertinya penyakit para wanita ya hehehe..
Apalagi dengan segala macam social media begini, orangnya mau sharing, karena iri kita bilang dia sombong hehehe..
Sedari kecil saja anak kecil sudah bisa iri. kalau ada temannya main mainan yang tadinya dia gak mainin, dia iri pengen main yang itu juga. Padahal kalau temannya gak main, mainan itu teronggok begitu aja. 

Menurutku orang yang iri adalah orang yang insecure.. 
Aku contohnya, sebenarnya jarang iri akan pencapaian orang lain di karir, atau harta orang lain, atau berapa banyak tas, gadget, dll karena aku merasa secure dan cukup disitu..
Tapi sejak jadi ibu, aku suka iri sama ibu2 yang "supermom", bisa ngurus rumah rapi semua, anak cakep2 dan nurut2, masak enak2 hehehe... karena aku merasa ga bisa... 

Sampai akhirnya aku find my peace kalau aku tidak tau apa yang mereka udah go through untuk dapetin semua itu, mungkin bangun lebih pagi, tidur lebih malam. Aku juga tidak tau perjuangan apa dibalik senyum mereka, mungkin kalau aku menjadi mereka belom tentu i'd be happier. 

Just recently i read this book "Mutiara Bagi Raja" by Hanna Carol.
A nice book with wonderful illustration, a nice reminder for all women.
Buku ini membahas banyak hal bagaimana agar para wanita bisa menjadi seindah mutiara.
Tapi kali ini aku cuma mau sharing quote soal Jangan Iri aja (hal 86-88)

"Rumput di halaman tetangga akan selalu terlihat lebih hijau. Jika kita bersungut-sungut dan complain dengan keadaan rumput di halaman kita, maka rumput kita tidak akan pernah sehijau dan seindah rumput tetangga. Yang akan menjadikan rumput kita hijau dan indah adalah ketelatenan kita dalam merawatnya, memotongnya, memupukinya, dan menyiramnya.

Kita tidak perlu iri dengan pencapaian atau apa yang dimiliki oleh orang lain, karena kita tidak tahu jerih payah apa yang telah mereka lakukan untuk mencapainya.

Kita tidak perlu iri dengan kepercayaan dan kekuasaan yang dimiliki oleh orang lain karena belum tentu kita memiliki kapasitas untuk menanggungnya jika itu diserahkan kepada kita. 

Kita tidak perlu iri dengan orang yang tertawa dan berpesta, karena masanya pasti akan datang bagi kita untuk menikmatai sukacita dan kebahagiaan.

Iri hati hanya akan membunuh kita dari dalam. Kita tidak akan memiliki kehidupan jika kita hidup penuh dengan iri hati. Kita hanya akan menjadi orang yang sibuk menghitung berkat orang lain dan kemudiaan marah karenanya, tanpa pernah menghitung berkat yang telah Tuhan curahkan kepada kita"



Well said Hanna Carol!

Thursday, 16 April 2015

Book Sabtu Bersama Bapak

sumber: www.suamigila.com
Pengarang: Adhitya Mulya
Penerbit: Gagas Media
Isi: 277 halaman

Aku tertarik baca ini pas lagi iseng2 baca di hp (lupa apps apa, kayanya salah satu apps bawaan dari samsung) terus ada sample e-booknya.. baca2 dan langsung tertarik..

Buku ini mengisahkan soal Pak Gunawan yang divonis kanker dan hanya punya waktu 1 tahun saja. Dalam waktu yang sangat singkat itu beliau berusaha untuk mempersiapkan kedua anak lelakinya dan isterinya sepeninggalannya.

Beliau merekam video berisi pesan2 yang akhirnya diputar oleh anak-anaknya setiap Sabtu.
Lalu ceritanya berpusat pada kehidupan anak-anaknya setelah mereka dewasa, Satya anak sulungnya berumur 33 tahun (kalo gak salah) dan Cakra anak bungsunya berumur 30 tahun.

Buku ini gak bosenin sama sekali karena ditulis dengan gaya bahasa yang ringan, diselipkan beberapa foot note dan banyolan yang lucu... dan buku ini banyak banget berisi petuah2 seorang ayah, mostly untuk anak laki2nya.. yang pas bacanya aku manggut2 setuju dan pingin ajarin juga ke anak-anakku.
Dan juga pengen sodorin ke Toma hihihi..

Beberapa nasihat di buku ini yang mengena di aku..  (sebenarnya pengen summary semua, tapi jadi spoiler yah..)

Soal harga diri
" Harga diri kita tidak datang dari barang yang kita pakai. tidak datang dari barang yang kita punya, Harga diri kita datang dari akhlak kita. Anak yang jujur, anak yang baik, anak yang berani bilang "maaf" ketika salah, anak yang berguna bagi dirinya dan orang lain."

Soal meminta maaf
"Meminta maaf ketika salah adalah wujud dari banyak hal
Wujud dari sadar bahwa seorang cukup mawas diri bahwa dia salah
Wujud dari kemenangan melawan arogansi
Wujud dari penghargaan dia kepada orang yang dimintakan maaf
Tidak meminta maaf membuat seseorang terlihat bodoh dan arogan"

Soal menjadi suami
Suami harus siap lahir dan batin.. , harus punya rencana, siap melindungi (punya rumah sendiri), siap menafkahi (punya penghasilan yang bisa mencukupi istri)
Tidak menyembunyikan nafkahnya kepada istri
Tidak melihat istri sebagai objek (saat penampilan istri sudah tidak menarik lantas mencari istri lain)
Appreciate apa yang istri sudah usahakan (masakan kurang enak dikit jangan protes, tapi ditelen aja hihihi...) --> ini harus dihighlight ke Toma :) tapi kalo kata Toma, kan kasih kritik membangun supaya makin lama makin pinter masaknya... (mm bener juga, mungkin dari cara penyampaian kali ya)

Soal menjadi orang tua
“Waktu dulu kita jadi anak, kita enggak nyusahin orangtua. Nanti kita sudah tua, kita gak nyusahin anak.”
Seringkali orang tua gak memikirkan masa pensiunnya, jadi pas udah tua nanti anak2nya yang harus menafkahi dan membiayai pengobatan dll.., memang itu wajar, sebagai bentuk balas budi, tapi aku setuju banget sama prinsip gak nyusahin anak.. sebisa mungkin kita juga menyiapkan masa pensiun kita sendiri..  

Dll dll..

Aku merasa buku ini sangat personal buat mas Adhit (sok akrab hehe), karena dia juga punya 2 anak laki-laki.. pastinya dia udah memikirkan banget2 apa aja yang dia mau ajarin ke 2 anaknya tersebut..
Kalo dia bener2 do what he says in the book, he's such a gentleman.. beruntunglah teh Ninit (kembali sok ikrib) dan anak2nya hihihi...

Baca sendiri deh bukunya, bagusss... :)

Ada rekomendasi buku bagus lainnya? 

Wednesday, 15 April 2015

Book: Apa itu Homeschooling

sumber: www.rumahinspirasi.com

Penulis:   Sumardiono (www.rumahinspirasi.com)
Penerbit: Panda Media  (Imprint dari Gagas Media)
Isi:          178 halaman

Baru-baru ini aku membaca buku Apa Itu Homeschooling gara2 direkomendasikan sama Ayah Edy..
Bukann, aku sama sekali belum berani untuk homeshool F and D.. tapi aku emang ngefans sama Ayah Edy dan emang suka baca aja.. :)

Sebagai background, sang penulis mempunya 3 orang anak, Yudhis (lahir tahun 2001), Tata (2004) dan Duta (2008) yang semuanya menjalani homeschooling sejak lahir. Penulis adalah seorang blogger yang banyak menulis soal homeschooling dan pendidikan anak di blognya. Bersama istrinya, Mira Julia (yang sepertinya cukup kondang juga sebagai pembicara seminar parenting), beliau menghomeschool-kan ketiga anaknya tersebut. 

Penulis di buku ini ingin menyanggah istilah "Anak itu ibarat kertas kosong" dimana pendidikan intinya adalah "mengisi" anak yang tadinya kertas kosong ini dengan berbagai macam pendidikan (jadi sifatnya pasif).. 

Menurut beliau pendidikan itu harusnya fokusnya "mengeluarkan" potensi anak.. 

Nah bagaimana sistim pendidikan saat ini? sebagian besar mungkin lebih ke anak "diisi" informasi, disuruh duduk diam, mendengarkan.. anak-anak selalu berada dalam kondisi pasif karena mereka hanya dipandang sebagai kertas kosong. 

Beliau juga mengutip kata-kata Alvin Toffler, seorang futurolog (aku bahkan tidak tau profesi macam apa itu futurolog hihihi) "The illiterate of the 21st century will not be those who cannot read and write, but those who cannot learn, unlearn, and relearn."

Menurut aku kata2 ini kena banget, terutama dibagian unlearn dan relearn... di masa teknologi demikian cepat berkembang kita harus mempelajari banyak cara-cara baru, yang terkadang beda sama yang udah kita pernah pelajari sebelumnya.. disitu kita harus flexible untuk unlearn dan relearn. Banyak orang-orang yang ketinggalan di jaman ini karena males belajar hal baru, udah seneng di comfort zone-nya, menggunakan cara2 lama. 

Selain flexible (kelenturan), penulis juga mengatakan bahwa kita sebagai orangtua juga harus persistent. Persistent untuk pantang menyerah, terus bertindak, mengalahkan semua perasaan... 
Ini kena banget di aku, sebagai ibu aku kadang suka sedih kalo usahaku untuk beraktivitas bersama anak2 atau bikin2 bento kadang2 suka ditolak atau ditanggapi tidak sesuai ekspektasi...  tapi aku belajar bahwa namanya anak2 jujur dan polos, kita gak boleh down dong, harus terus berusaha kasih yang terbaik, sodorin semua aktivitas, dan ikhlas walau capek2 bikin tapi ditolak, pasti suatu saat akan berbuah hasil yang manis :) 

Selain itu menurut beliau gaya belajar yang efektif adalah dengan bertanya. Katanya "dengan menggunakan gaya komunikasi bertanya, kita memberikan penghargaan kepada anak. Mereka bukan hanya makhluk kecil yang harus menuruti apapun yang kita katakan. Namun mereka adalah individu yang memiliki keinginan, kebutuhan, pendapat, dan kedirian." 

Ini juga kena di aku, sekarang ini masa2 Faith mulai mempertanyakan dan mulai protes kalau kita marahin... kadang2 aku merasa emosi karena kok ini anak gak nurut ya... padahal aku harusnya mengerti kalo dia bukan anak kecil lagi, dan bahkan dia lebih pintar dan punya potensi yang jauh lebih besar dari aku.. yang mana tugasku adalah win her heart jadi dia bisa mendengarkan values yang aku mau tanamkan (pe-er banget). 

Penulis juga menuliskan tentang teori kecerdasan anak (Howard Gartner) dan gaya belajarnya yang menarik banget...ada anak cerdas bahasa, cerdas matematis-logika, cerdas spasial, cerdas kinestetis-jasmani, cerdas musikal, cerdas interpersonal, cerdas intrapersonal, cerdas naturalis.. 

Sepertinya penulis ini emang cs an sama Ayah Edy ya hehehe.. karena Ayah Edy juga suka nyebut2 si Howard Gartner ini. Di society kita kan anak yang cerdas itu pasti yang nilainya bagus di semua mata pelajaran, atau yang cerdas bahasa dan matematis-logika.. sementara yang cerdas2 lainnya dianggap kurang cerdas/bodoh. Padahal anak punya bakatnya masing2, yang kita harus fokuskan dan kembangkan untuk jadi expert,  ibaratnya ikan disuruh belajar terbang atau burung disuruh belajar menyelam mana bisa? 

Membaca buku ini tidaklah membuat aku untuk langsung pingin homeschool anak2.. karena aku gak yakin aku bisa.. (sungguh deh).. butuh persistensi yang sangat tinggi untuk berani mengambil keputusan itu. Aku salut banget deh sama penulis dan istrinya.. juga Ayah Edy.. , tapi setidaknya aku akan terus mencoba beraktivitas sama anak2 di waktu2 yang aku punya, sepulang kerja atau pas wiken/libur.. 

Di bagian akhir ada quote dari penulis yang aku suka banget

"Pendidikan bukanlah kompetisi, bersaing dan mencari menang dengan mengalahkan orang lain. Kita tak perlu capek dan sempit hati untuk mengalahkan orang lain. Yang terpenting adalah melihat apakah potensi yang dikaruniakan Tuhan dalam diri kita sudah kita maksimalkan." 

" Yang dimaksudkan hidup berkualitas adalah hidup dengan kelapangan (ikhlas) dan sukacita (syukur) dalam keadaan apapun"

Sekian review amatir dari seorang ibu.. :) 

Wednesday, 8 October 2014

Rimba Baca: Perpustakaan keren di Jakarta Selatan

Sabtu kemarin setelah foto2 dirumah hehe,


Sabtu kemarin akhirnya kita ke Rimba Baca
Udah lama baca soal Rimba Baca ini di blog-nya Puan Dinar dan Angela, tapi belom sempat kemari
Ternyata tempatnya emang keren banget, seperti yang dideskripsikan orang2...
Sebagai pencinta buku, aku seneng banget kesini..
Anak2 juga seneng karena selain banyak buku, disini banyak boneka2 dan topi2 lucu..
Udah gitu interiornya cozy banget banyak bantal2..

Dari luar keliatan seperti rumah biasa, hanya ada spanduk tulisan Rimba Baca.
Didalemnya ada 2 lantai:
Lantai pertama isi buku anak2 yang terbagi sesuai umurnya: 0-3th, 4-8 th, 9-12th.
Disini ada meja2 kecil, sofa dan bantal2 buat anak duduk-duduk.




hanya mama yang sadar kamera hehehe

Lantai kedua isinya buku orang dewasa.. kemarin aku cuman liat sekilas aja.

Di luar ada kura2 dan aquarium ikan hehe..


Bukunya buanyakkkk... terus mayoritas bahasa Inggris deh kalo aku perhatiin..
Membership feenya setahun Rp 350ribu rupiah per keluarga, bisa pinjam 5 buku dalam seminggu
Kalau walk in fee Rp 30 ribu sepuasnya.
Menurut aku mendingan jadi member kalo rumahnya dekat, soalnya harga buku impor itu kan mahal banget.. Rp 350 ribu cuman dapet dikit, sementara ini bisa pinjam 5 buku dalam seminggu.. hehehe (otak akuntannya keluar)..

Jam buka (kalo gak salah):
- weekdays jam 10-5
- weekend jam 10-7
Alamatnya: Jl RSPP no 21B
Telp: (021) 7664517

Direction: dari TB simatupang (seberang Citos) setelah ketemu All Fresh, belok kiri, nanti ikuti jalan saja, Rimba Baca ada di kanan.

Oh ya, baru dapet info kalau tanggal 19 Okt ini mau ada kelas wayang kertas:

 

Thursday, 28 August 2014

Book: Ayah Edy Punya Cerita dan CD talkshow

Belakangan suka dengerin CD parenting rekaman talkshow Ayah Edy di Smart FM dan suka baca bukunya. Buku pertama yang aku baca uda aku rangkum disini

Nah di buku Ayah Edy Punya Cerita ini, Ayah Edy mengajak kita membuka pikiran kita tentang gaya pengasuhan dan pendidikan dengan kisah-kisah inspirasi.

Kenapa jaman kita selalu dibilang anak yang baik itu adalah anak yang nurut, anteng, kalau disekolah duduk tenang mendengarkan guru, sementara anak-anak yang gak bisa diem, suka membantah, dll dilabel anak nakal atau ADD (Attention Deficit Disorder), hiperactive, punya learning disability, dll?









Kenapa sekolah mengharuskan setiap anak pintar dalam semua bidang?
Ayah Edy menjelaskan dengan analogi sekolah hewan dimana setiap hewan harus bisa memanjat, berenang, terbang dll... Kebetulan aku nemu kartunnya seperti ini


Kenapa gaya mengajar sekolah rata-rata sama.. harus duduk diam, mendengarkan, bahkan cenderung menghafal.. padahal tiap anak punya gaya belajar yang berbeda-beda.
Ayah Edy menjelaskan tipe cara belajar anak dipengaruhi beberapa hal:
Panca Indera
1. Visual - menggunakan organ mata dalam proses belajar: diam, pakai buku, tidak bisa berisik, mata menatap
2. Auditori - suara, diskusi, mendengarkan
3. Kinestetik - dengan alat-alat tubuh (mulut bergerak, ngemil, gerakan bolpen diputar, dll)
4. Kombinasi

Dominan otaknya
1. Otak kiri: mudah patuh, teratur, terencana, rapih, cepat memahami konsep akademis (membaca, menulis)
2. Otak kanan: tidak gampang nurut, tidak gampang diatur, cara kerja otak random, moody, suka seni, visual, imajinasi, sambil bermain, tidak bisa duduk diam
3. Balance

Bawaan lahir beda
- Cheerful: suka bergaul, banyak bicara, people person, enjoy saja, santai
- Managerial: teratur, terencana, sedikit berbicara, terukur, keras, kekeuh, banyak berpikir..
- Melankolis: mengikuti arus (beliau gak terlalu menjelaskan)

Kenapa orang tua/guru yang memiliki anak atau siswa yang agak berbeda dari anak-anak lain, bukannya mendorong dan memotivasi mereka untuk bisa mencapai potensi terbaik yang dimilikinya, malah sering kali mematahkan semangatnya. Bahkan kita sering menganggap anak-anak yang berbeda sebagai anak bermasalah!
Ayah Edy menjelaskan hal ini dengan analogi seekor elang yang dibesarkan oleh seekor ayam. Dimana elang itu berbeda dengan anak-anak ayamnya, dan disuruh melakukan apa yang ayam lakukan yaitu mengais tanah mencari cacing, sementara elang ingin terbang diangkasa.

Kenapa banyak orang tua mendidik anak ala radio rusak?
Rata-rata jika memiliki radio rusak yang kadang bunyi atau tiba-tiba mati pasti akan memukul-mukul radio sampai bunyi kembali. Permasalahannya jika kita lakukan terus-menerus, apakah radio itu akan bertambah baik atau malah sebaliknya? Setelah radio itu mati baru dibawa ke tukang reparasi atau malah dibuang.
Nah analogi ini sama dengan cara sebagian besar orang mendidik anak.. Setelah anak tidak dapat diperbaiki lagi dikirimlah mereka ke tempat-tempat penampungan dan pembinaan remaja bermasalah atau bahkan LP.
Alasannya:
1. Kebanyakan orang tua tidak mengetahui mengapa anaknya berperilaku seperti itu
2. Orangtua ingin cara cepat dan mudah mengatasi perilaku anaknya yang aneh
3. Sebagian besar orang tua melakukannya karena dorongan rasa emosi dan amarah
4. Tidak banyak orangtua yang mau bersusah payah belajar menemukan masalah dan mendapatkan solusinya.

Kenapa sukses itu selalu identifikasi dengan banyak materi? sehingga banyak orangtua yang mengarahkan anak-anak ke profesi2 yang menurut mereka bergengsi, berlimpah materi seperti dokter, pengacara, dll..

Kenapa orang Indonesia berlomba2 meraih banyak gelar bukannya berlomba2 membangun negaranya?

Banyak sekali kisah-kisah inspiratif yang ditulis di buku ini seperti:
1. Thomas Alpha Edison penemu 1000 invention itu ternyata disekolahnya mendapatkan nilai yang buruk, jadi akhirnya dia homeschooling sama ibunya..
2. Albert Einstein tidak punya ijazah smp, sma karena dia hanya berpresetasi pada bidang yang iya senang saja.
3. Bill Gates drop out dari Harvard
4. Dan masih banyak lagi yang kayanya mending baca bukunya deh hehehe..

Intinya Ayah Edy berkata kalau semua anak dilahirkan jenius pada bidangnya... jadi bukan hanya yang pintar matematika, fisika, yang jenius... tapi semua orang, kalau tidak kita menghina ciptaan Tuhan :)
Tugas orang tua dan pendidik adalah menemukan bakat anak dan mengarahkan anak itu sehingga dia menjadi expert dalam bidangnya... tentunya kalau dia adalah expert, materi akan datang dengan sendirinya.

Buku ini membuka pikiran banget, dan aku rekomen para orang tua dan guru untuk baca.

Beberapa kisah ada di web ayah edy: ayahkita.com
Terus kalau mau bergabung di FB-nya: Komunitas Ayah Edy

Tuesday, 19 August 2014

Tips menghadapi persaingan antara anak dan adik barunya dari Nanny 911

Kalau baca posting yang ini, diingat2 masa Daniel baru lahir itu masa2 yang sulit buat Faith..
Mungkin aku kurang siapin Faith dari hamil ya..
Baru2 ini baca Nanny 911 dan mau sharing aja tips2nya siapa tau ada yang butuh dan juga sebagai pengingat untuk aku sendiri.

Kata Nanny 911: 
Bayangkan suami anda masuk rumah dan mengumumkan kalau dia pulang membawa istri baru dan dia hanya tau kalau anda berdua akan menjadi teman baik selamanya. Itulah yang dirasakan oleh anak-anak terhadap adik barunya. 
--> ya ampun.. gak enak banget yah perasaan Faith waktu itu?

Jangan katakan kepada bocah 2 tahun ketika anda baru hamil enam bulan.
Ceritakan kepada anak dari dini.
Kami (Nanny911) suka membuat big sister/brother t-shirts dan mendekornya
Kami juga membuat kalendar besar sebelum tanggal kelahiran dan menandai hari2 yang berlalu
Beri anak-anak yang lebih tua hadiah kecil ketika acara selamatan bayi.

Ketika adiknya lahir, bawa saudaranya ke RS dan katakan "adik bayi membawakan hadiah untuk kamu," dan belikan sesuatu yang anak itu inginkan.

Ketika bayinya pulang, tetap berpegang pada rutinitas anda.
Anda masih bisa membacakan buku kepada balita anda sembari memberi ASI kepada bayi anda.
--> menurut aku ini perlu banget bantuan dari orang lain untuk bantu mengurus adiknya sementara kita fokus sama kakaknya..
Tidak ada anak yang mau merasa kalau bayi baru telah mengambil alih tempatnya didalam rumah dan juga kasih sayang dari ayah dan ibu.

Anak yang lebih tua diajak membantu mengurusi bayi
Anda tidak perlu terus-menerus berkata "ssh, adik bayi sedang tidur"
--> ini kita banget nih hiks2
Beri mereka kepastian akan kasih sayang anda seperti biasa atau lebih, karena dia menjadi kakak yang begitu baik dan sayang kepada adiknya.

Konsep saudara seumur hidup adalah kunci mengurangi sifat kompetisi dan kecemburuan ketika anak-anak semakin besar.

Jangan membanding-bandingkan anak-anak!!
Fokus kepada siapa anak anda, kekuatan unik yang dia miliki dan apa yang mampu dia lakukan dengan baik. Bukannya membandingkan anak-anak dengan berkata "kakak kamu dulu seperti itu, jadi kamu sekarang juga harus."
Dorongan positif seperti "Kakakmu mungkin pintar matematika, tetapi kami pintar mengeja," akan jauh lebih bermanfaat daripada "kenapa sih kamu tidak bisa dapat A untuk matematika seperti kakakmu?"

Perjelas ekspektasi dan jadikan hal itu realistis dan konsisten untuk semua anak.
Masalah seringkali meningkat ketika ortu membiarkan anak-anak yang lebih muda bertingkah laku buruk dan memarahi yang lebih tua. Anda harus adil dengan disiplin anda dan memberi konsekuensi pada yang bersalah.

Masalah pilih kasih
Sudah sifat manusia memfavoritkan anak yang paling mirip dengan anda, atau yang lebih imut atau lebih pintar daripada anak anak anda yang lain.
Orang tua akan sulit mengaku kalau mereka punya anak kesayangan.
Biasanya nanny akan berkata orang tua bukannya mencintai satu anak lebih dari anak yang lain, tetapi mereka mencintai anak dengan cara yang berbeda. Kamu akan selalu menjadi kesayangan seseorang"

Semua keluarga perlu menyisihkan waktu khusus untuk setiap anak.
Sesekali memberikan perhatian berlebih kepada seorang anak yang benar-benar membutuhkannya bukan pilih kasih. Tindakan itu memberi ketenangan pada anak - dan hal itu adalah pengasuhan anak yang baik.

Keluarga yang mendukung kerja tim dan ide saudara seumur hidup anak mampu membesarkan anak-anak yang bisa akrab dengan siapa saja, bukan hanya anggota keluarga mereka. Mereka adalah anak-anak yang di pesta ulang tahunnya bisa membuka hadiah dan berkata, "Lihat, kita semua bisa bermain bersama."
--> amin semoga Faith dan Daniel bisa jadi anak seperti itu ya..  

Monday, 21 April 2014

Book: Nanny 911 (part 2)

Semakin dibaca aku merasa buku ini bagus banget, karena dikasih contoh2 dari kehidupan sehari2.
Mungkin para nanny ini udah punya banyak pengalaman jadi mereka bener2 tau gimana mengasuh anak.

Tag line mereka adalah anak nakal tidak dilahirkan tapi diciptakan

Bagian 1: Komunikasi
Orang tua bekerja sebagai satu tim

Gaya pengasuhan yang tidak efektif:

  1. Orang tua yang marah/frustasi - perlu time out diri sendiri untuk mengendalikan amarah
  2. Orang tua yang sering menghindar (pulang lebih malam dari kantor, menyerahkan pengasuhan anak pada orang lain) - jangan menghindar!
  3. Orang tua yang kehabisan akal - jangan pernah melengserkan tanggung jawab peran sebagai orangtua, bekerja sama dengan pasangan 
  4. Orangtua yang berantakan / tidak punya rutinitas - mulai rapikan!
  5. Orangtua yang mencari-cari alasan - berhenti mencari alasan!
  6. Orangtua yang suaranya keras - berhenti berteriak
  7. Orangtua yang suka mendesak/terlalu kritis - berhenti cerewet
  8. Orangtua yang meremehkan pasangannya atau kemampuan anak. - berhenti meremehkan
Nanny ini menulis dengan contoh2, jadi kalau dibaca sekilas biasa aja, tapi pas dibaca contohnya baru ngeh, oh iya itu gua banget... aku berasa kadang aku ortu no1,2,3,4

Kalau berantem jangan pernah diskusikan dihadapan anak-anak!

Ortu harus menjadi satu tim, sisihkan waktu berdua setiap minggu.
Disitu ditulis: alasan yang paling sering kami dengar adalah kedua orang tuanya bekerja, mereka merasa bersalah jika pergi berdua karena mereka tidak menghabiskan waktu bersama anak2 selama weekdays -> ini aku banget!
Tetapi anda tidak perlu merasa bersalah karena anda berusaha mendapatkan hub yang sehat sebagai suami istri.
Ingat: suami istri yang tidak bahagia tidak akan bisa membesarkan anak yang bahagia.

Q: masalah terbesar apa yang kami temukan di Nanny 911?
A: komunikasi. kalau anda bisa berkomunikasi, masalah apapun dapat diselesaikan

Teknik dasar untuk berbicara pada anak

  1. Turunkan tubuh anda setinggi anak 
  2. Tatap matanya
  3. Jika si anak sangat marah, usap punggung atau perutnya. Usapan pengakuan. Kalau anak benar2 histeris, biarkan si anak tenang sebelum memulai percakapan
  4. Ubah nada suara anda. Berkatalah dengan suara yang tegas tetapi lembut
  5. Beri kata-kata kepada anak untuk membantu mengalirnya percakapan. (Coba ikuti ibu, kamu kelihatan kesal, coba kasih tau ibu/ayah apa yang membuatmu kesal, dll)
  6. Ulangi apa yang dikatakan oleh si anak - menunjukan kalau anda benar mendengarkan, dan memberi waktu untuk anda berpikir
  7. Jangan menyela
  8. Tetap tenang!
Saran2 komunikasi
Say I love you every day
Buktikan kalau anda mendengarkannya
Lower your expectation
Make them laugh, use humor
Bernegosiasi - tidak apa asalkan orangtua menang - hehe aku suka ini
Izinkan anak anda untuk marah - marah bukan hal yang terlarang
Jangan buat janji yang tidak bisa anda tepati
Jangan terlalu sering berkata "jangan"
Jangan berteriak
Jangan cerewet
Jangan remehkan anak anda
Jangan banding2in anak anda
Jangan mendisiplinkan anak ketika anda kesal

Lebih enak baca bukunya sih, karena banyak contoh2nya hehehe..

Tuesday, 15 April 2014

Book: Nanny 911

Pada suka nonton Nanny 911? Terus terang aku gak pernah nonton sih, cuman pernah liat sekilas aja.
Kemarin liat ada yang jual bukunya di TUM, coba2 aja beli.
Sekarang lagi dibaca dan belum selesai sih.. tapi mau tulis summary yang didepan buku ini yang menurut aku harusnya intisari dari buku ini.

11 Aturan Penting Nanny 911

BERSIKAP KONSISTEN
Tidak artinya tidak. Iya artinya iya.

SETIAP TINDAKAN PUNYA KONSEKUENSI
Tingkah laku yang baik mendapat imbalan.
Tingkah laku yang buruk mendapat hukuman

KATAKAN APA YANG ANDA INGINKAN DAN BENAR-BENAR ANDA INGINKAN
Berpikir sebelum berbicara - atau rasakan akibatnya

ORANGTUA BEKERJA SAMA SEBAGAI SATU TIM
Kalau Anda saling tidak setuju dalan satu hal, anak Anda tidak akan tahu siapa yang harus dia dengarkan - hasilnya, mereka tidak akan mendengarkan siapa pun.

JANGAN BERJANJI JIKA TIDAK BISA ANDA TEPATI
Kalau Anda mengatakan kepada anak-anak bahwa mereka akan pergi ke Disneyland, you better pack now

DENGARKAN ANAK-ANAK ANDA
Akui perasaan mereka. Katakan "Ayah/Ibu mengerti' dan "Ayah/Ibu mendengarkan kamu" - kemudian luangkan waktu untuk mengerti dan mendengar.

TENTUKAN RUTINITAS
Rutinitas membuat anak merasa aman dan memberi struktur terhadap waktu yang mereka miliki.

RASA HORMAT BERLAKU DUA ARAH
Kalau Anda tidak menghormati anak Anda, mereka tidak akan menghormati Anda.

PENGUATAN YANG POSITIF JAUH LEBIH BERHASIL DARIPADA PENGUATAN NEGATIF
Sanjungan, pujian, dan kebanggaan jauh lebih bermanfaat, daripada bersikap nyinyir, negatif dan mengacuhkan.

TINGKAH LAKU ADALAH HAL YANG UNIVERSAL
Tingkah laku yang baik diterima dimanapun.

DEFINISIKAN PERAN ANDA SEBAGAI ORANGTUA
Tugas Anda sebagai orangtua adalah mempersiapkan anak menghadapi dunia luar - dan biarkan dia menjadi dirinya sendiri.

Nanti kalau udah selesai baca bakalan diupdate lagii ya postingannya..
Tiap hari berdoa semoga bisa menjadi orangtua yang baik, yang bisa mendorong potensi anak2 secara maksimal... sesuai tujuan Tuhan.. aih beratnyaaa..

Wednesday, 9 April 2014

Book: Ayah Edy Menjawab

Judul buku: Ayah Edy Menjawab
Penulis: Ayah Edy
Penerbit: Qonita Mizan Grup
Tahun: 2011
Hal: 283

Baru aja selesai baca buku ini... mungkin udah ketinggalan banget yah... hehehe..
Menurut aku buku ini wajib dibaca untuk semua orang tua, dikemas dengan format Q&A dan dibagi per section sesuai topik, ada topik masalah anak dengan sekolah, dengan hubungan keluarga, toilet training, perilaku anak, dll.. 

Beberapa topik yang aku catet soalnya sesuai sama Faith:

Bagaimana memperlakukan anak yang suka membantah?
Pertama, Dibalik sifatnya yang tidak mau diatur, ia akan tampil sebagai pengatur alias pemimpin.
Kedua, anak membangkang pada umumnya karena adanya perbedaan pendapat antara anak dengan orang tua. Orangtua yang cenderung otoriter berhadapan dengan anak bertipe pemimpin yang tidak mau begitu saja menerima pendapat atau mau dipaksa, akan terjadi perdebatan yang seolah-olah hanya disebabkan oleh anak. Padahal sesungguhnya dengan adanya anak yang membantah orang tua bisa mengevaluasi kebijakan dan pola komunikasi yang dibangun.

Cara mendidik anak calon pemimpin:
Didiklah anak untuk menjadi kooperatif dan bukannya menjadi seorang penurut
Pekerjaan apa di kantor yang diisi oleh seorang penurut?
Apa bedanya kooperatif dan penurut? Kalau kooperatif seorang anak mau melakukan apa yang diminta orangtuanya karena tahu alasan logisnya. Sedangkan penurut, anak melakukan sesuatu tanpa tahu alasannya. Ia menurut saja tanpa berpikir dan menggunakan logikanya
Biasakan menawarkan opsi-opsi, misalnya “Kamu mau mandi sekarang atau lima menit lagi? Oke sepakat ya sepuluh menit lagi dari sekarang. Jika tiba waktunya kamu belum mandi juga, besok kamu mau uang jajan dikurangi atau tidak boleh bermain sepeda di sore hari? Pastikan Ayah-Bunda melaksanakan kesepakatan dengan tegas tanpa kompromi jika memang terjadi pelanggaran secara sengaja
Calon pemimpin suka dengan reward and consequences. Orang tua menerapkan suatu kesepakatan dan kalau tidak dijalani berikan konsekuensinya. Konsisten!

Mengapa anak suka menawar?
Pertama anak anda adalah seorang negosiator yang ulung, kelak jika menjadi pebisnis akan sangat pandai melakukan negosiasi atau tawar menawar
Kedua: menunjukan bahwa ayah bunda belum mempunyai aturan negosiasi yang jelas bagi anak.
Menghadapi anak seperti ini tidak boleh terpancing emosi. Jika ingin dia berhenti menonton VCD misalnya, jangan lantas menggunakan penekanan “SEKARANG”. Jika ingin 15 menit lagi dia mandi, coba katakan, “kamu mau mandi 5 menit dari seakrang atau 10 menit lagi” Pasti anak mencari waktu yang terlama, kalau bisa ditambah waktunya.  Lalu katakan, “oke 15 menit dari sekarang ya, jika dilanggar, kamu mau pilih konsekuensi apa? VCD disimpan dan tidak bisa nonton lagi atau besok dikurangi uang sakunya atau selama 3 hari tidak main game?”
Kuncinya adalah TEGAS DAN KONSISTEN MELAKSANAKANNYA, TANPA KOMPROMI. Ini penting agar anak belajar bahwa orangtuanya bisa dipercaya dan serius menegakkannya.

Bagaimana cara melarang yang tepat?
Tidak menggunakan kata “jangan” karena alam bawah sadar manusia tidak merespons dengan cepat kata “jangan”.  Yang didengar anak adalah kata terakhir, sehingga jika kita katakana “jangan berlari” maka yang ia dengar adalah “berlari”.
Carilah padanan positifnya, misalnya “berjalan pelan-pelan ya nak”

Anak susah makan
Pertama: factor fisik (gangguan mulut dan pencernaan): gigi sakit, bolong, sakit tenggorokan atau sariawan atau perut kembung, mual dan sakit
Kedua: factor kebiasaan: disambi nonton TV atau bermain
Ketiga: sesuai tipologi. Kalau tipe anak visual dan melankolis: badan kecil, pendiam, sensitive, atau mudah menangis. Umumnya mereka makan sambil mengemut. Sebaliknya untuk anak yang tipenya auditori tidak demikian. Malah mungkin kita kesulitan menahannya untuk tidak makan
Keempat: bosan dengan menunya
Kelima: cara memberi makan: sambil bermain atau serius. Yang ada dipikiran anak-anak adalah bermain.
Keenam: bosan tempat dan suasananya
Ketujuh: factor susu atau suplemen makanan

Anak yang belum lancar bicara
Anak yang lebih cepat bicara memiliki kecenderungan otak kiri lebih dominan dan mengindikasikan memiliki kekuatan di Bahasa dan sistim analisis logika yang kuat. Sedangkan anak yang lambat bicara, struktur saraf otak yang lebih dominan adalah yang kanan. Mereka umumnya kuat dalam hal imajinasi, estetika dan desain.

Cara menemukan bakat atau kemampuan anak
Anak itu seperti sketsa sebuah lukisan. Samar-samar terlihat, tetapi belum jelas dan masih berupa tarikan-tarikan garis dari sang Maestro, yakni Tuhan Yang Maha Agung. Seiring bertambahnya usia, tarikan-tarikan itu akan semakin jelas.
Cuma sayangnya yang kerap terjadi, orangtua, guru atau sekolah mengintervensi dengan warna-warna yang mereka inginkan sehingga sketsa yang sesungguhnya menjadi kabur dan tidak tampak lagi aslinya. Tanpa mempelajari dan mendalami tarikan garis dari sang Maestro tadi, orangtua, guru, dan sekolah asal saja memberi warna dan garis-garis lain.
Ketika anak usia 3 tahun, orang tua berusaha menemukan potensi yang sangat dasar dari anaknya dengan memperhatikan ketertarikan atau minatnya pada bidang tertentu yang sangat spesifik. Orangtua perlu memperhatikan terus-menerus tanpa melakukan judgement. Lihatlah jika ada tren perubahan dan kemana ia kembali lagi. Pada dasarnya tren perubahan minat anak sering kali dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Namun, jika diperhatikan perlahan ia akan kembali pada minat asli yang bersumber dari dalam dirinya.
Lihat potensi anak dari kecil dan jangan intervensi dengan keinginan-keinginan atau gengsi orangtua. Jadi sejak kecil, kalau anak kita tertarik dan suka pada sesuatu, kenalkan pada profesi yang terkait dengan hal yang mereka sukai itu.

Bagaimana membuat hubungan anak dengan kedua orangtua yang bekerja, tetap erat? Kompensasi apa yang tepat diberikan?
Secara naluri, anak bisa membedakan mana orangtua dan mana pengasuhnya. Mereka juga tentu lebih saying orangtua daripada pengasuh. Kecuali, jika perlakuan orangtua sangat berbeda jauh dengan pengasuh (orang tua galak, pengasuh sangat baik).
Untuk bisa lebih dekat dengan anak sangatlah mudah. Bermain bersama,tidur bersama.
Sepulang kerja, lebih baik berisitirahat min 30 menit – 1 jam. Karena biasanya orang yang dalam keadaan lelah menjadi sensitive dan mudah terpancing amarahnya. Khawatir anak berulah sedikit saja, bunda lantas memarahi anak dan membuatnya sedih. Setelah selsai mandi dan segar, masanya bunda bisa bercengkerama bersama buah hati tercinta, membacakan cerita, bermain peran, atau permainan lain. Anak kita sesungguhnya tidak terlalu menuntut sesuatu yang berlebihan. Satu jam setiap hari, tetapi konsisten dan akrab tetap mereka terima 


Tuesday, 4 February 2014

Book: Baby-Led Weaning by Gill Rapley and Tracey Murkett


Sebenernya waktu jaman Faith aku juga udah denger metode BLW ini, tapi for some reason gak get into it.., mungkin karena ga ada temen yang pake metode ini (ini kok ga ada pendirian gini yah), sama aku bikin IRT, dan takut gizi Faith kurang (dulu berat badan dia pas aja).
Trus sekarang karena ada temenku yang praktekin metode ini ke anaknya, dan kalo liat video anaknya makan rasanya kepingin juga praketin ke Daniel (ini kok ikut2an yah). Kebetulan di flea market ada yang jual buku ini, jadi ya iseng2 beli dan baca.

"Lupakan makanan yang dihaluskan untuk bayi dan sendok untuk menyuapi, biarkan saja bayi makan sendiri"  -> Itu adalah tag-line dari buku ini, kayanya asik banget yah.

Baby-Led Weaning (BLW) adalah metode membiarkan bayi untuk memimpin seluruh proses pemberian makanan padat pertama. Intinya bayi menentukan apa yang dia makan. Skip puree food.

Jadi tugas orang tua adalah offer makanan2 sehat yang bisa dipegang bayi dan biarin bayi yang makan sendiri. Ga boleh disuapin. Bayi akan tentuin sendiri kapan dia mau makan, dan kapan dia berhenti dan makanan apa saja yang mau dia makan.

Manfaat BLW menurut buku ini:
  • menyenangkan
  • alami: bayi bereksperimen dan belajar
  • belajar tentang makanan: tampilan, bau, rasa, tekstur
  • belajar makan dengan aman
  • belajar dunia mereka: belajar cara memegang, belajar gravitasi, semua indra mereka terlibat
  • mencapai potensi (melatih koordinasi mata-tangan, mengunyah)
  • mendapat kepercayaan diri terhadap kemampuan dan penilaian mereka
  • memercayai makanan - jadi berani mencoba makanan yang baru
  • menjadi bagian dari waktu makan keluarga, gak feel left out
  • mengontrol nafsu makan: belajar sejak dini kapan saat berhenti
  • gizi lebih baik
  • kesehatan jangka panjang karena bayi BLW cenderung mendapatkan asupan ASI yang lebih lama
  • berhubungan dengan tekstur dan belajar mengunyah
  • kesempatan untuk makan makanan yang sesungguhnya
  • sikap positif terhadap makanan
  • lebih mudah dan tidak terlalu rumit - karena gak usah bikin puree
  • tidak ada pertarungan di saat makan
  • tidak terlalu memilih-milih sebagai balita -> menarik nih
  • tidak perlu permainan atau taktik menyembunyikan sayuran atau bikin bento2
  • makan diluar menjadi lebih mudah
  • lebih murah
woww banyak yah manfaatnya...

Tapi kerugiannya ada gak yah?
  • Berantakan... banyak makanan yang terbuang
  • Kekhawatiran dari saudara/teman apalagi mertua dll
Alasan BLW masuk akal:
Bayi merangkak, jalan dan bicara ketika mereka siap. Kenapa pemberian makanan harus berbeda?

Dibahas juga beberapa Q&A dibuku ini seperti:
  • Apakah gizi bayi baik kalo pake metode ini?
    • As long as kita offer makanan yang bergizi saja pasti akan bergizi. Malahan bayi BLW cenderung akan makan macam2 makanan tanpa perlu dibujuk. Sedangkan spoon-fed itu harus diiming2i hadiah atau dialihkan perhatiannya dengan jalan2/nonton tv supaya makan sayuran dll
  • Bukankah makanan yang dihaluskan lebih mudah dicerna dan karena itu lebih bergizi?
    • Dengan BLW makanan akan bertemu dengan air liur yang membantu pencernaan
    • Makanan yang dihaluskan malah akan hancur beberapa kandungan gizinya dari proses penghalusan tersebut
  • Apa semua bayi bisa melakukan metode ini?
    • Bayi yang perkembangan terlambat, lemah otot atau cacat fisik di bagian mulut, tangan, lengan atau tulang belakang (Down Syndrome, Cerebral Palsy atau Spina Bifida) tidak cocok
  • Kalau sudah terlanjur spoon fed masih bisa gak BLW?
    • Bisa, bayi masih flexible, akan lebih bagus lagi kalau bayi makan bersama keluarga, karena dia akan dengan cepat meniru
  • Bayi tidak terlihat makan apapun selama beberapa hari/pertumbuhan berat badan melambat
    • Tidak perlu khawatir, karena mungkin saja sedang tumbuh gigi atau pilek atau yang lain. Kadang bayi bisa makan banyak, dan kadang bisa kelihatan tidak makan apapun. Selama satu tahun pertama yang penting adalah ASI/Susu formula, makanan hanya pendamping saja.
    • Lihat secara keseluruhan, jika terlihat baik2 saja dan aktif kemungkinan tida perlu khawatir
    • Lihat pola keseluruhan berat badan bayi, jangan hanya beberapa minggu terakhir
    • Bahas dengan dokter jika khawatir
  • Tidakkah dia tercekik?
    • Orang suka melihat bayi tersedak dan mengira bayi tercekik (life threatening), padahal tersedak itu adalah mekanisme mengeluarkan makanan dari jalan napas jika terlalu besar untuk ditelan, ini menjadi bagian penting untuk bayi mengelola makanan dengan aman. Malahan bayi yang disuapi lebih mungkin untuk tersedak/tercekik karena makanan langsung ke bagian belakang tenggorokan. 
    • Asalkan bayi duduk tegak tidak perlu khawatir akan tercekik
  • Apakah bayi benar-benar tahu makanan yang mereka butuhkan?
    • bahasannya agak berlibet, yang aku simpulkan sih masih belum pasti 
Do's:
  1. Bayi duduk tegak
  2. Menawarkan makanan yang mudah diambil
  3. Tawarkan berbagai makanan at once, tapi juga jangan terlalu banyak (overwhelming)
  4. Terus menawarkan ASI/asupan sufor seperti biasa dan menawarkan air minum setelah makan
  5. Diskusi dengan penasihat kesehatan jika ada alergi/intoleransi
  6. Jelaskan cara kerja BLW kepada baby sitter
Don'ts:
  1. Jangan kasih junk food, makanan dengan bahaya tercekik (seperti kacang), garam, gula, MSG
  2. Jangan kasih makan saat bayi lapar ingin minum susu
  3. Jangan membuat bayi terburu2
  4. Jangan menyuapi bayi anda
  5. Jangan membujuk bayi makan lebih dari yang dia inginkan
  6. Jangan pernah meninggalkan bayi sendirian
Memang setelah baca BLW ini aku jadi tertarik.. tapi kalo menurut aku ada beberapa yang aku masih gak yakin:
  • di buku ini kesannya bayi itu udah ngerti apa yang dia butuhkan, jadi kita tidak boleh mencampuri... karena toh makanan cuman sebagai pelengkap.. -> kalo menurut aku bayi dan anak anak itu belum tau apa yang terbaik buat dirinya (prinsip tiger mom) hehe jadi mesti dikontrol dulu saat kecil nanti kontrolnya lama2 dilepas dan diserahkan ke dia dengan seiring perkembangan kedewasaannya..
  • anak BLW lebih cenderung tidak picky eater -> mungkin ada benarnya sih, makanya pengen denger testimoni orang lain tentang ini... -> tapi sepertinya tiap anak itu berbeda2, kadang ada yang sama2 dispoon-fed, tapi yang satu picky eater yang satu enggak.. Seperti prinsipku selama ini, beda anak beda gaya parenting, gak bisa dipukul rata, karena mereka individu yang spesial.. demikian juga dengan feeding style.
Sampe sekarang Daniel masih dengan metode spoon-fed.. karena dia belum bisa duduk tegak, dan aku gak dirumah untuk mengawasi, BSnya kurang PD dengan metode ini.
Daniel beda dengan Faith, Daniel doyan makan hehehe.. dan dia gak suka terlalu encer, dia suka yang ada tekstur jadi dia bisa kunyah2.. jadi sekarang usia 6.5 bulanan udah ga saring bubur lagi.. dan pemberian buah dengan cara dipotong2 aja tanpa dihaluskan.. tapi belom nyampe ke tahap dia pegang sendiri sih..
Feeling aku acara makan lebih mudah nih sama Daniel dibanding sama Faith dulu...

Tadinya sempet berpikir Faith suka makan diemut dan lama karena kebiasaan di spoon-fed, tapi sekarang suddenly sejak ultah ketiga ini Faith makannya jadi cepet dan lahap lho.. mungkin emang anak ada masa2nya ya?

Ada yang memakai metode BLW? share dong..

Thursday, 16 January 2014

Book: Jangan Menyerah Bunda (Anies, Dessy dan Ayik)


Judul buku :                        Jangan Menyerah Bunda
Penulis:                                Anies Anggara, Dessy, Ayk
Editor:                                  Rudi G Aswan
Penerbit:                             Bypass
Tahun:                                 2013
Hal:                                       295 halaman
Harga:                                  Rp 48.000
ISBN (13):                            978-602-1667-00-2
ISBN (10):                            602-1667-00-9

Di Indonesia pada umumnya kehadiran seorang anak sangat ditunggu-tunggu oleh pasangan suami istri. Beberapa pasangan mungkin memutuskan untuk menunda (seperti aku dan suami), tetapi at the end sedikit banyak pasti ada keinginan untuk mempunyai buah hati.

Namun demikian mendapatkan buah hati ternyata gampang-gampang susah. Seperti aku dan suami dulu, yang sehabis menikah sok-sokan mau menunda sepanjang tahun pertama; tapi ternyata sampai 3 tahun tak kunjung hamil juga. Sampai saking putus asanya, pada akhirnya aku bilang ke suami “ya kalau gak punya anak gak apa-apa kan yah..”  

Dan waktu pada akhirnya aku bisa hamil Faith, rasanya memang saat itu adalah saat yang tepat. Kalau Faith hadir di tahun-tahun pertama pernikahan kami, rasanya kami belum siap. Makanya sewaktu membaca tulisan di halaman pertama buku ini, aku langsung bilang, I can totally relate to them!!

“ Menanti memang hal yang melelahkan, terlebih bila yang dinanti bukan suatu yang pasti. Namun, selama dijalani dengan ikhtiar, sabar dan ikhlas; suatu saat semua ketidak-pastian akan mudah menjadi pasti, ya diwaktu dan di kesempatan yang indah.” (hal 5).

Buku ini berisi pengalaman Anies, Dessy dan Ayk dalam mendapatkan momongan. Terbagi menjadi 3 bagian, dimana setiap penulis masing-masing menulis satu bagian dengan gaya bahasa mereka masing-masing. Anies menyebut dirinya saya, Dessy menyebut dirinya gue dan Ayk menyebut dirinya aku. Sepertinya editor benar- benar ingin agar buku ini orisinil, selayaknya sebuah diari dari ketiga pejuang momongan.

Dibandingkan mereka, mungkin perjuanganku dalam mendapatkan momongan tidaklah seberapa. Tetapi aku bisa relate dengan apa yang mereka rasakan; sensitive saat ditanyain udah isi atau belum terus-terusan seperti Anies (hal 24), meringis saat pergi ke kasir membayar biaya program hamil seperti Dessy (hal 118) atau merasa privasi terganggu karena berkonsultasi dengan dr yang ruang praktiknya diisi dua pasien sekaligus seperti Ayik (hal 204).

Buku ini sangat inspiratif dan informatif, terutama bagi mereka yang sedang menunggu momongan. Selain berisi curhat dan keluh kesah, mereka juga menjabarkan program apa yang mereka telah jalani berikut kira-kira biayanya. Perjuangan dan kegigihan ketiganya sangatlah menguatkan. Memang tak salah lagi kalo Anies, Dessy dan Ayik menyebut diri mereka “pejuang momongan”. 

Akhir kata, doaku bersama Anies, Dessy dan Ayik dan semua  pasangan yang mendambakan momongan agar Tuhan selalu memberi kekuatan dan memberi yang terbaik indah pada waktunya. Amin.


Friday, 3 January 2014

Book: Great by Choice (Jim Collins, Morten T Hansen)



Kantor Toma yang dulu suka bagi2in buku2 bagus (import dan bestsellers) tiap natal.. dan si Toma ga gitu suka baca. Beberapa ada yang aku bacain.. walopun gak detail.. , salah satunya Great by Choice ini (kayanya natal 2 taun yang lalu deh).

Beberapa hari yang lalu ketemu notes soal buku ini, dan supaya gak ilang mending ditulis disini aja deh..

Buku Great by Choice ini adalah hasil research dari companies (The 10Xers) yang berhasil kasih return 10x lebih ke stakeholders. Bagaimana companies ini bisa survive through chaos, uncertainty. Kalo yang aku tangkap sih dia menekankan disiplin dan preparation, bukan luck atau circumstances.

Berikut quote2nya:
  • You don't wait until you're in an unexpected storm to discover that you neeed more strength and endurance. Prepare!
  • Different behaviour not different circumstances
  • Four behaviour:
    • Fanatic Self Discipline - having the inner will to do whatever it takes to create a great outcome
    • Empirical Creativity - observation, experiment, evidence
    • Productive Paranoid -  consider all possibility. Even the greatest enterprenurial successes can be passed by looking for the black cloud in the silver lining 
    • Level 5 ambition - for the cause not for themselves
  • 20 mile march: the ambition to achieve and the self-control to holdback (jadi menurut dia jalan 20 mile aja tapi konsisten, abis gitu stop, jangan terlalu panjang juga)
    • consistent
    • never blame circumstances/environment
  • Innovation doesn't always count 
    • only 9% of pioneers end up as the final winners
    • 64% of pioneers failed outright
    • once meet threshold being more innovative doesn't seem to matter very much
    • what matter is creativity + discipline
    • deliver not innovate
  • Fire bullet than cannonball (dalam launch produk baru jangan langsung yang heboh, tapi coba dulu pake bullet baru kalo udah yakin pake cannonball)
Udah segitu aja sih notesnya hehehe.. bukunya bagus, keliatan banget kalo penulisnya ini pinterrr.. researchnya mendalam dan bikin kita berasa wow gitu... Dia ada buku2 yang lain yang best-seller jg.. cuman aku makin kesini lebih tertarik sama buku parenting..

Semoga berguna buat Faith and Daniel..

Tuesday, 11 June 2013

Investasi buku

Kemarin ditawarin temen produk dari ETL Learning
Tertarik bangettt.. cuman mikirin harganya jadi mikir agak lama hehehe..
Untungnya ada cicilan 0% selama 12 bulan..

Akhirnya aku beli yang ini:
Ensikolpedia Widya Wiyata Pratama (A child's first library)
Inget gak yang jaman dulu ada buku "Mengapa Begini Mengapa Begitu?"
Nah ini yang versi terbarunya, ada "Walter" nya.. Kalo liat gambar dibawah ada kayak pen sama speaker kecil, itu dia si Walter.
Jadi di tiap bukunya ada icon2 kalo kita sorot pake pen gitu bisa bunyi si Walternya, kasih keterangan, nyanyi.. dll. Jadi interactive gitu.

Faith so far suka sih, terutama yang bagian ada lagunya..
Aku baru buka 2 buku: Tubuh kita dan Binatang sahabat kita..., pelan2 soalnya Faith bosenan..
Dia bisa belajar soal dede bayi, nangis, ganti popok, nenen, hehe sama gajah kalo minum ngambil air pake belalai terus masukin ke mulut..
Ada 4 key areas: life, nature, science and our world..  dipecah jadi 24 buku..
Aku yang udah gede gini aja masih suka bacanya, karena banyak menambah pengetahuan...

photo credit: www.etllearning.com
English Time
Nah yang ini belajar inggris gitu tapi dengan video audio..sambil nyanyi2..
Tadinya aku kurang tertarik, karena aku pikir nanti juga disekolah pake bahasa Inggris...
Tapi kalo mau cicilan 0% ada minimum-nya hehehe.. jadi ya sudah lah tancep aja..
Lagian di paket ini ada kaya semacam Ipad2an gitu.. namanya PAL..
Nah di PAL ini selain English time ada juga bonus produk2 dia lainnya (yang ensiklopedi Walter diatas sama ada juga Early Learning Program, Learning Math with Albert, sama cerita dari A Child's First Library of Values).
Yang ini baru dibuka hari ini sih, ga tau Faith tertarik atau gak..
Tadi pagi sih tertarik, sambil ngomong2 "ipad ipad" hehe
Kesian juga dia suka nyariin Ipad.. kita jarang kasih soalnya..., dia main kalo kebetulan kita naroh sembarangan dan ketawan sama dia hehe.. kalo udah gitu dia bakal bilang "oh oh... " (niruin kita hehe)..

photo credit: www.etllearning.com



Semoga buku2 ini bisa berguna buat Faith dan adenya..
Anak2 itu beneran menyerap seperti spons..
Kadang keliatannya dia ga mudeng, tapi benernya dia inget dan ngerti, terus suatu hari dia bakal ngomongin dan kita yang amaze aja.. oh ternyata dia nangkep toh..
Jadi ya sebagai ortu kita cuman kasih aja pengetahuan .. dan berdoa supaya Tuhan memberi pertumbuhan hehe...