Showing posts with label dear Faith. Show all posts
Showing posts with label dear Faith. Show all posts

Tuesday, 22 March 2016

Banyak memberi

Akhir2 ini entah kenapa aku diingetin lagi untuk banyak memberi..

Kalau secara prinsip matematika, kalau kita punya 4 apel, kita beri 1 apel ke teman kita, jadinya apel kita berkurang, jadi tinggal 3. 

Tapi kalau prinsip memberi ternyata tidak demikian.

Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya  , ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan Amsal 11:24

Ayat diatas kelihatan tidak masuk akal, tetapi sebenarnya masuk akal banget.
Memberi itu ibaratnya kita punya buah apel, kita makan buahnya, lalu kita tabur kembali bijinya, untuk supaya bisa berbuah menjadi apel2 lagi.

Memberi bukan hanya secara materi lho, tetapi juga memberi maaf, memberi bantuan, memberi perhatian, dll...

image source: here
Ps. Rick Warren pernah cerita kalau dia tiap tahun selalu increase % pemberian dia, dari 10% penghasilan, 11%, 12%, sampai sekarang ini dia memberi 90% dan hanya hidup dari yang 10%.
Wow..

Aku suka bertanya2 sama diriku sendiri, bisa gak aku raise my standard of giving dan bukan standard of living?

Kalau kita diberi lebih pasti Tuhan punya maksud untuk kita juga sharing sama yang lain..
Rasanya gak mungkin Tuhan memberi kita lebih hanya untuk kepentingan diri kita sendiri..

Di dunia yang makin hari makin matre ini, semua orang berlomba2 untuk menjadi yang terkeren, terpopuler, punya barang bermerk, travelling ke tempat paling hits.. dll.. Jarang orang yang memikirkan orang lain, semua untuk dirinya sendiri...

Andaikan semua orang di dunia berubah menjadi orang yang berlomba2 untuk memberi, tanpa pamrih, tanpa perlu dilihat orang.. pasti dunia ini akan jauh lebih baik.

Ga usah memberi yang muluk2 deh.. memberi jalan  ke mobil lain saat macet aja kadang susah.. :)

Friday, 18 September 2015

Nothing in this world last forever

Today i learn that nothing in this world last forever..
Don't put your trust on yourself, your capabilities, your strength, your beauty, as it won't last forever.
Don't put your trust on your friend, your company, even your parents as they are only human who make mistakes once in a while.

If you are under pressure by a powerful man, hang on there, as he will not be powerful forever..

Put your trust in God only. 

Friday, 4 September 2015

Jangan Iri

Iri hati ini sepertinya penyakit para wanita ya hehehe..
Apalagi dengan segala macam social media begini, orangnya mau sharing, karena iri kita bilang dia sombong hehehe..
Sedari kecil saja anak kecil sudah bisa iri. kalau ada temannya main mainan yang tadinya dia gak mainin, dia iri pengen main yang itu juga. Padahal kalau temannya gak main, mainan itu teronggok begitu aja. 

Menurutku orang yang iri adalah orang yang insecure.. 
Aku contohnya, sebenarnya jarang iri akan pencapaian orang lain di karir, atau harta orang lain, atau berapa banyak tas, gadget, dll karena aku merasa secure dan cukup disitu..
Tapi sejak jadi ibu, aku suka iri sama ibu2 yang "supermom", bisa ngurus rumah rapi semua, anak cakep2 dan nurut2, masak enak2 hehehe... karena aku merasa ga bisa... 

Sampai akhirnya aku find my peace kalau aku tidak tau apa yang mereka udah go through untuk dapetin semua itu, mungkin bangun lebih pagi, tidur lebih malam. Aku juga tidak tau perjuangan apa dibalik senyum mereka, mungkin kalau aku menjadi mereka belom tentu i'd be happier. 

Just recently i read this book "Mutiara Bagi Raja" by Hanna Carol.
A nice book with wonderful illustration, a nice reminder for all women.
Buku ini membahas banyak hal bagaimana agar para wanita bisa menjadi seindah mutiara.
Tapi kali ini aku cuma mau sharing quote soal Jangan Iri aja (hal 86-88)

"Rumput di halaman tetangga akan selalu terlihat lebih hijau. Jika kita bersungut-sungut dan complain dengan keadaan rumput di halaman kita, maka rumput kita tidak akan pernah sehijau dan seindah rumput tetangga. Yang akan menjadikan rumput kita hijau dan indah adalah ketelatenan kita dalam merawatnya, memotongnya, memupukinya, dan menyiramnya.

Kita tidak perlu iri dengan pencapaian atau apa yang dimiliki oleh orang lain, karena kita tidak tahu jerih payah apa yang telah mereka lakukan untuk mencapainya.

Kita tidak perlu iri dengan kepercayaan dan kekuasaan yang dimiliki oleh orang lain karena belum tentu kita memiliki kapasitas untuk menanggungnya jika itu diserahkan kepada kita. 

Kita tidak perlu iri dengan orang yang tertawa dan berpesta, karena masanya pasti akan datang bagi kita untuk menikmatai sukacita dan kebahagiaan.

Iri hati hanya akan membunuh kita dari dalam. Kita tidak akan memiliki kehidupan jika kita hidup penuh dengan iri hati. Kita hanya akan menjadi orang yang sibuk menghitung berkat orang lain dan kemudiaan marah karenanya, tanpa pernah menghitung berkat yang telah Tuhan curahkan kepada kita"



Well said Hanna Carol!

Wednesday, 10 June 2015

Perlombaan antara kelinci dan kura-kura

Aku beberapa kali suka cerita sama anak-anak mengenai kisah perlombaan antara kelinci (atau kancil) dan kura-kura. Buat yang belum tahu ini adalah dongeng bahwa suatu hari kelinci dan kura-kura lomba lari. Tentunya diatas kertas kelinci pasti menang, dan si kelinci tahu akan hal itu sehingga dia jadi sombong. Di tengah jalan kelinci mutusin untuk istirahat sebentar, karena pikirnya toh kura-kura juga masih jauh. Eh ternyata dia ketiduran karena tertiup angin sepoi2, dan kura-kura berhasil memenangkan perlombaan.

Moral of the story:
1. Jangan sombong kalau sudah didepan, berbakat, dll..
2. Jangan menyerah dan tetap tekun walau kelihatannya tidak mungkin.

Seperti yang aku pernah bahas di sini soal bakat vs ketekunan, kalau dipikir2 mungkin aku seringnya seperti kelinci ini.. Aku ini startnya oke tapi habis gitu bosan dan malas, kelewat santai dan akhirnya jadi orang biasa-biasa aja.. mediocre.

Main musik misalnya, dulu guru musik-ku selalu bilang kalau aku ini berbakat.. yang mana aku sendiri gak terlalu yakin dan saat itu aku males banget latihan..
Beberapa kali les terus berhenti, pertama les KMA (kursus musik anak), berhenti karena waktu itu jam-nya sore2 dekat2 waktu tidur siang, jadi aku males bangunnya..
Terus les KENAK (mungkin sekaranng seperti JXC di Yamaha ya) cuman sampe step 5 berhenti gara-gara liburan sekolah ke tempat saudara di jawa, terus balik- balik males..
Abis gitu les privat tapi lebih ke lagu2 rohani.. berhenti karena apa ya, lupa juga..
Walaupun sekarang mungkin orang yang gak bisa musik lihat aku lumayan bisa main musik di gereja, tapi sesungguhnya aku ini cuman pemusik mediocre aja... yang lebih bagus buanyakkkk...... Mana gak pernah latian jadi jarinya kaku semua, terus baca/tulis not balok juga bisa dibilang gak bisa deh (cuma ngandelin feeling aja)..
Maksudnya mungkin kalau aku tekun latihan i could be someone..

Aku ingat dulu kami les privat bareng aku, kakakku dan temanku..
Nah temanku ini baru mulai belajar musik SMP, jadi waktu itu aku lebih jago lah dari dia (hahaha sombong).. tapi dia itu tekun banget... dan sekarang aku mah gak ada apa2nya dibanding dia.. jari2nya udah kayak menari2 di piano..

Ini berlaku di banyak hal, gak hanya musik..
Di sekolah juga, aku bukannya gak belajar tapi yah gak maksimal aja.. sampai pas SMA mulai konsentrasi berkurang jadi makin turun nilainya..
Mungkin kalau dibilang ancur juga gak, tapi aku gak pernah jadi yang the best..

Although i don't mind juga sih gak jadi yang the best (ini kok galau amat yah).. maksudnya i actually enjoy my life as it is now.. apa mungkin karena sifatku yang gak banyak kepinginnya ya? Trus dengan demikian aku juga realize kalau everthing that i have achieved now is not because of my hard work alone, but because of God's grace.

Walaupun begitu Tuhan beri kita talenta untuk dikembangkan kan.. jadi harus balance antara bergantung sama Tuhan dan juga mengusahakan apa yang kita punya (ini kok bikin postingan gak jelas maunya apa)..

Well, aku cuma gak pingin Faith dan Daniel menyesal saat besar nanti..
Mikirin what if my parents lebih maksain aku untuk ini itu, lebih disiplin.. dll..
Kemarin itu Faith sempat beberapa kali gak mau les balet, padahal pas awal2 dia sendiri yang minta les... sepertinya dia kurang suka les balet karena gurunya suka ganti karena berhalangan ada pentas atau apa gitu, tapi aku tetap berusaha bujukin dia... karena aku lihat dia cukup berbakat.., maksudnya bisa ngikutin gurunya dan bisa konsentrasi...
Menurutku at least dia harus benar2 stabil saat dia bilang gak mau lagi les balet..

Dan aku gak pingin jadi mediocre mom... i want to give the best that i have..
I may not be the best in other things, but i want to be the best mom that my kids ever have.
Cuman nyatanya susah ya untuk jadi konsistennn...
Beberapa saat aku getol bikin2 activity sama anak2.. terus bikin2 bento... tapi akhir2 ini males banget, rasanya pulang kerja maunya selonjoran aja.. apalagi kadang udah bikin2 tapi mereka cuek aja.. kan rasanya gimana gitu..

Kayanya aku harus bergaul sama ibu2 yang ambi nih.. biar ketularan hehehe...

I hope Faith and Daniel can be an expert in something when they grow up. 

Monday, 6 April 2015

Teladan ikan salmon

Waktu kuliah dulu aku pernah diajak pergi ke tempat penangkaran ikan salmon..
Disitu dijelaskan mengenai siklus hidup ikan salmon yang unik..

Ikan salmon ini lahir dan hidup di air tawar, tanpa orang tuanya, karena orang tuanya sudah meninggal saat berreproduksi..

Setelah menjelang dewasa (kira2 2-4tahun), ikan salmon akan berenang ke lautan, disana ia akan menghabiskan masa dewasanya sampai siap berreproduksi.

Nah uniknya, saat siap ber-reproduksi ikan salmon ini akan kembali ke air tawar tempat ia dilahirkan
Tentunya untuk kembali ke air tawar ini ia harus melewati banyak rintangan, melawan arus, menghindari dari predator.
Panjang perjalanan diperkirakan bisa mencapai ribuan km..  dan ditempuh kira2 selama 1 tahun..
Ikan salmon dengan gigihnya melawan arus, dan bisa melompat tinggi sekali (kira2 5m)..

Sepanjang perjalanan ini ikan salmon tidak berhenti untuk makan.
Oleh karena itu begitu sampai di tempat ia lahir, setelah menghasilkan telur (betina), dan sperma (jantan), ia akan segera mati..
Saat mati tubuhnya akan terurai dan menjadi salah satu makanan buat ikan2 salmon muda..

Dan tentunya ikan salmon ini adalah salah satu ikan termahal... mengandung banyak omega 3 yang bergizi... rasanya pun khas, tidak seperti ikan2 pada umumnya..

Kalau dipikir2 kisah hidup ikan salmon itu banyak menginspirasi aku:

  1. Mandiri 
  2. Berani melawan arus (tidak kompromi dengan arus dunia ini.., apalagi jaman sekarang yang isinya korupsi, pergaulan bebas, dll)
  3. Gigih, pantang menyerah sampai meraih goalnya.. 
  4. Berani berkorban (kalau dipikir2 ngapain juga harus menempuh ribuan km dan melawan arus hanya untuk ber reproduksi)

Jadi siapa yang mau jadi seperti ikan salmon? hehehe

Wednesday, 25 February 2015

Bakat atau Ketekunan?

Teman2 tahu Sitta Karina?
Yup penulis novel itu..
Dia kan temen smp-ku, terus kemarin launching buku barunya Lukisan Hujan aku beli sama minta ttd, hehehe..

Anyway, baca dibukunya ada kejadian dimana Diaz tanya sama Sisy, lebih penting mana bakat atau ketekunan? 
Terus dijawab sama Sisy: ketekunan
"Ketekunan itu ... cermin sikap pantang menyerah, disiplin, dan kerja keras untuk mengolah segenap kemampuan, dengan atau tanpa adanya bakat dalam diri"

Atau seperti yang dikatakan Albert Einstein "Genius is 1% talent and 99% hardwork."

Kemarin juga dengar kotbah di gereja berkata kalau rata-rata manusia di dunia hanya mengembangkan 2% dari seluruh kemampuannya.. kalau genius bisa sampai 5%..
Nah lho yang lain kemana??

I wish i knew this when i was young..

Memang kalau diperhatikan orang-orang yang sukses itu selalu ada hardwork dibelakangnya..
Kita cuman pengen2 aja seperti dia, tapi kita gak liat berapa waktu yang dia spent untuk bisa jadi sukses.., berapa banyak keringat dan airmata yang dicurahkan (ceile) untuk jadi sukses.. terus pas dikasih tau, apa kita mau bayar harganya?


Wednesday, 18 February 2015

Cerita soal oma opa (3)

Lanjutan dari sini dan sini

Oma L (mamaku)

Mamaku ini wanita tangguh :)
Anak ke 4 dari 10 bersaudara, lahir di Semarang, Jawa Tengah
Saat kecil tidak mendapat kasih sayang dari papanya...
Dia dianggap anak sial (mungkin karena urutan no 4 yang dipercaya orang Chinese ga bagus, dan juga katanya papanya saat itu kalah terus judinya)..
Tapi Tuhan sayang sama dia...
Mama sekolah assisten apoteker, yang saat itu dari sekian banyak murid, yang bisa lulus hanya sedikit, dan karena berkat Tuhan dia bisa lulus..
Berbekal ijazah SAA, dia pergi ke Jakarta untuk bekerja..
Nekad juga karena tidak ada keluarga di Jakarta
Dia pernah cerita tinggal di tempat yang gak ada toiletnya, sampai kalau pup harus dibungkus dan dibuang sendiri.. (hiyy).. terus pernah juga harus kabur karena mau diperk*sa

Sampai akhirnya dia kerja di daerah Melawai, disayang bos-nya dan disitu dia ketemu papaku..
Tempat kerjanya itu dekat dengan gereja.. dimana di hari minggu dia lihat keluarga2 bahagia, suami, istri dan 2 anak duduk di belakang mobil, pergi ke gereja bareng.. dan dia mau yang kayak gitu..
Cuman as simple as mau punya keluarga harmonis bikin dia datang ke gereja..
Gak ada yang menginjili atau ngajak2..
Dan gak lama keinginnanya terwujud.. pergi ke gereja sama suami dan 2 anak..

Mamaku ini punya mimpi yang besar..
Setelah melahirkan kakakku dan aku, dia nekat resign dan membuka bisnisnya sendiri, sementara papa tetap bekerja...
Dari bisnis itulah bisa dibilang kami bisa mendapatkan hidup yang cukup..
Mamaku cepat melihat peluang.. otak dagangnya jalan banget deh hehehe..

Mamaku orangnya gak sabaran, gak suka menunda-nunda pekerjaan dan bawelll.. hihihi..
Suka ngatur dan ngomel kalau gak sesuai apa yang dia suruh..
Mungkin karena itu dia cocok jadi wanita karir/bos ya.. karena pinter memanage orang..
Tapi walaupun dia bawel, karyawannya awet2 lho..  karena mamaku ini cuman ngomel kalau ada kesalahan aja, abis gitu dia gak dendam atau pilih kasih .. terus dia juga ngomel ke semua orang, jadinya para karyawan gak sakit ati kali ya.. soalnya papaku aja suka kena omel hihihi..

Mamaku ini penuh belas kasih dan rasa iba..
Kalau dengar orang butuh biaya untuk ini itu pasti dia akan berusaha untuk bantu..
Karyawan2nya dikasih pinjaman tanpa bunga untuk beli rumah, dll.. padahal mereka cuma asisten biasa tanpa gelar atau pendidikan.

Sebagai ibu walaupun dia tidak dirumah menyuapi memandikan kita, tapi dia selalu memantau pendidikan kita (formil atau agama), dan juga selalu menasihati kita.

Berbagai nasihat2 dia yang membekas sampai sekarang..

  1. Harus bilang terima kasih kalau diberi sesuatu sama orang, karena ibaratnya kita buang barang di kali aja, akan ada kedengeran bunyinya.
  2. Pakai barang yang dikasih seseorang saat bertemu orang itu, katanya biar yang ngasih senang hihihi.. jadi misalnya dikasih baju dari tante, nah pas ketemu sama tante itu pakailah baju itu.. 
  3. Dia juga bilang harus menghormati orang tua, walaupun bagaimanapun kelakuan orang tua itu.. Dia mencontohkan kalau dia tetap hormati orang tuanya, mertuanya, dan Tuhan memberkati dia. 
  4. Walaupun sudah cukup, tapi mama masih hidup sederhana.. katanya hidup itu gak selalu diatas jadi kita harus selalu savings for rainy days. Walaupun kadang kita berasa dia iritnya kebangetan, cenderung pelit hahaha.. tapi kalau buat anak2nya (sekarang cucu2nya) dia rela spend money.
  5. Jadi orang jangan gengsi.. kalau memang gak sanggup yah gak usah 
  6. Dia juga tidak pernah ngajarin aku (secara implisit atau terang2an) untuk cari suami yang kaya.. Dia selalu bilang, cari suami yang seiman, yang takut akan Tuhan.
  7. Dia juga selalu bilang jadi istri harus membantu suami, gak boleh enak2an aja menadah uang ke suami. 
  8. Terus dia juga bilang jangan ngerepotin orang, walaupun orang itu pembantu, supir, karyawan, dll kalau minta tolong itu harus mikirin orang itu juga.. misalnya kalo nyuruh anter barang harus sejalan, jangan bolak balik, kalau udah malam gak usah panggil2 pembantu, kalau minta dijemput supir ya harus on time jangan biarin dia nunggu lama-lama.. dll dll.. 

Growing up banyak saat2 dimana aku suka gak tahan sama ocehan dan sifat gak sabarannya.. ditambah emotional juga..
kadang aku merasa pengen cepet2 tinggal sendiri aja..
Tapi walau begitu aku tau kalau dia itu sayang sama anak2nya.. semuanya demi kebaikan anak2nya.. dan sifat emotional itu mgkn karena latar belakangnya yang kurang disayang sama papanya, jadi dia kurang percaya diri.. , mudah tersinggung..

Mama sekarang sudah banyak berubah, lebih sabar dan suka tertawa...
Lebih banyak menghabiskan waktu dirumah, main sama cucu2 dan berdoa..
Apalagi ya.. kalau ada nanti ditambahin deh :) 

Tuesday, 17 February 2015

Cerita soal oma opa (2)

Setelah cerita soal oma opa-nya anak2 dari pihak T disini, sekarang mau cerita dari pihak aku..

Opa S (papaku)
Papaku ini 5 bersaudara, anak tertua
Lahir di Juwana, kota kecillll di Jawa Tengah.
Papaku ini pintar, hobi ngutak2 elektronik.. pokoknya kayak Macgyver dah..
Apa juga dia bisa betulin..
Lulus sma dia keterima di UGM.. tapi katanya diledekin orang2 saat itu, kok udah tua masih sekolah, gak bantuin orang tua biayain adik2.., jadinya dia berhenti kuliah dan kerja melancong ke Jakarta ..
Di Jakarta inilah dia ketemu nyokap..

Waktu kecil kalau pergi kemana2 aku ingetnya selalu digandeng/digendong papaku.. sementara mamaku sama kakak di belakang.
Kalau ada PR aku lebih suka minta tolong sama dia.. karena mamaku juga masih kerja kalo malem
Dia ini pintar, soal2 fisika jaman sma aja bisa dikerjain dan hasilnya bener walopun cara ngerjainnya beda sama guru di sekolah.
Yang aku inget lagi dia pernah ngajarin urutan planet:
Miki Vidi Beli Minyak Jang Sangat Ulung Nama Pabriknya (jaman dulu Pluto masih planet)

Jaman kita sekolah dulu setiap hari pasti dianterin sama papa.., kebetulan kantornya deket sama sekolahku SD-SMP, jadi kalau ambil raport pasti dia yang datang. Terus dia resign pas aku pindah SMA yang mana lokasinya jadi jauh dari kantornya, jadi bisa pas gitu timingnya... hehehe

Papaku orangnya pendiam, gak banyak bicara.. phlegmatis gitu..
Gak banyak keinginan, maunya damai2 aja dan adem ayem aja..
Kalau dipikir mirip2 sama aku juga..
Orangnya parno-an, gampang panik hehehe.. kalo yang ini beda sih sama aku..
Orangnya baik, kalau mau makan selalu nunggu mamaku, sampai kadang2 telat makannya..
Gak pernah nuntut mamaku begini begitu...

Terus yang aku paling kagumi dia ini ramah ke siapapun juga.. dari pekerja rendahan, satpam, tukang parkir, tukang warung, sampai bos2 atau orang yang dituakan, semuanya dikasih perlakuan yang sama, santun dan penuh hormat.
Kalian pernah kan lihat orang yang kalau ke office boy galak dan jutek, tapi kalo ke bos2 bisa manis banget? Nah kalau papaku ini gak beda2in orang.. semuanya sama hormat dan santunnya..
Makanya kata mamaku papaku ini banyak yang naksir hahaha.. dulu sampe suster kakak aja naksir.. (serem yah hahaha)..

Dia juga low profile
Waktu kecil aku pernah tanya, pa kenapa sih gak beli mobil yang kerenan dikit.. (karena dia beli mobil pasti yang aneh2 deh.. yang gak biasa dan gak keren)
Dia jawabnya,.. tuh liat si om itu.. orangnya kaya banget tapi mobilnya panther kok..
Intinya sih yang aku tangkep, barang2 mahal itu gak mendefinisikan kamu..
Gak perlu show off dengan barang2..,

Kalau inget papaku aku jadi berasa kalau parenting itu tidak hanya dengan kata2 tapi juga dengan teladan.. karena dia gak banyak ngomong ke kita tapi banyak teladannya yang kita ikuti sampai sekarang..

bersambung deh, karena mau nulis soal si oma kepanjangan deh..


Thursday, 12 February 2015

Cerita soal oma opa

Kepingin menulis soal opa dan oma-nya anak2 disini karena sedikit banyak mereka udah membentuk karakter aku dan T. Aku pingin anak2 kenal siapa opa omanya..

Opa J (papinya T)

Aku belum pernah bertemu sama beliau, karena beliau meninggal saat aku baru mulai pacaran sama T. Tanggal 5-5-2005, saat hari kenaikan Tuhan Yesus ke surga. Sungguh tanggal yang unik ya.

Kalau dari cerita T dan maminya sepertinya papinya itu galak dan keras kepala :)
Kalau begini aku jadi berpikir mungkin mirip T hehehe..
T bahkan sempat bilang kalau dia sempat beberapa lama gak mau ngomong sama papinya.

Tapi one thing yang T dan maminya akui adalah papinya ini bertanggung jawab..
Jadi walaupun terkadang pekerjaannya tidak tetap (jadi papinya ini berjualan berbagai macam barang, pokoknya apa aja yang dia bisa jual), tapi dia selalu memastikan kalau ada makanan tersedia dan uang sekolah terbayarkan, rumah juga sudah beliau beli saat T baru beberapa bulan lahir.
T bersekolah di BPK Penabur dari kecil.. yang mana terbilang cukup mahal dibandingkan sekolah-sekolah lain waktu itu..
T juga pernah bercerita kalau papinya waktu itu pernah bela-belain ke kampus dia buat daftarin dia kuliah atau bayar apa gitu karena T lagi sakit.

Hari ini T forward ke aku video yang ada seorang anak kecil tulis surat kalau dia sayang papanya, tapi dia tahu kalau papanya bohong, pergi ke kantor pakai jas padahal kerja kasar karena tidak dapat pekerjaan, traktir anaknya makan tapi dia sendiri tidak makan, bilangnya udah kenyang padahal uangnya kurang, dst.. pernah liat video ini?? Kata T he cried karena inget papinya..

Tagline video itu "a child's future worth every sacrifice".. sungguh tagline yang bagus

Oh ya papinya ini doyan makan.. cerita2 masa kecil T adalah dibawain makanan dari berbagai macam resto/toko2 gitu tiap papinya pulang kerja.. -> ini juga sedikit banyak nurun ke T.. doyan jajan hihihi..

Oma S (maminya T)

Maminya T ini baik sekali.., orangnya polos, dan tulus.., tidak banyak menuntut.., sabar dan murah senyum.. Lebih banyak diam kalau ada masalah, cenderung introvet lah..
Aku selalu bersyukur sama Tuhan karena punya mami mertua sebaik maminya T.
Kalau aku main dirumahnya, dia melarang aku bantu2 cuci piring atau apa.. terus sibuk nawarin makanan ini itu.., nawarin suruh aku makan duluan sementara dia jagain anak2,, dll..
Pas kita married tahun keberapa gitu, karena aku keliatan kurus, mami bilang ke T jangan galak2 sama aku (mungkin dia tau anaknya galak hehehe).
Terus dia juga suka beliin makanan kesukaan aku dan T di pasar MK (maklum daerah aku tinggal jarang masakan2 medan yang enak2..)
Tapi saking baiknya kadang2 aku merasa ini galakan anaknya daripada si mami.. sampai aku suka negur T :)

Sepanjang hidupnya dia mengurus orang, dari mertuanya yang sakit stroke dan lumpuh, anak2nya, sampai sekarang mengurus mama angkatnya.. Semua dilakukan dengan senang hati, tanpa mengeluh.

Mami cantik, matanya besar, awet muda, rambut hitam dan bergelombang, rambut putihnya masih sedikit, tidak pernah dicat ataupun dikeriting2 layaknya oma2 yang lain..
Tubuhnya langsing untuk ukuran seumurnya, masih kuat naik sepeda kemana2, jalan kaki buat senam setiap pagi.. hasil check up-nya juga bagus sekali..

Mami suka minum kopi saat sore hari sambil makan roti, yang belakangan dia ganti kopi dengan teh hehehe..

Mami suaranya bagus, kalau hari Minggu sering jadi WL di gereja.

Hmm.. apalagi yah.. mungkin segini dulu cerita soal oma opa dari T.

(Bersambung)

Wednesday, 22 May 2013

You are precious

Dear Faith,

I came accross this story and wanted to share with you.

The following incident took place when Muhammad Ali's daughters arrived at his home wearing clothes that were not modest. Here is the story as told by one of his daughters:

When we finally arrived, the chauffeur escorted my younger sister, Laila, and me up to my father's suite. As usual, he was hiding behind the door waiting to scare us. We exchanged many hugs and kisses as we could possibly give in one day.

My father took a good look at us. Then he sat me down on his lap and said something that I will never forget.

He looked me straight in the eyes and said,
"Hana, everything that God made valuable in the world is covered and hard to get to.
Where do you find diamonds? Deep down in the ground, covered and protected.
Where do you find pearls? Deep down at the bottom of the ocean, covered up and protected in a beautiful shell.
Where do you find gold? Way down in the mine, covered over with layers and layers of rock. You've got to work hard to get to them."

He looked at me with serious eyes. "Your body is sacred. You're far more precious than diamonds and pearls, and you should be covered too."

Source: Taken from the book: More Than A Hero: Muhammad Ali's Life Lessons Through His Daughter's Eyes.

1 Cor 6:19 Do you not know that your bodies are temples of the Holy Spirit, who is in you, whom you have received from God? You are not your own; you were bought at a price. Therefore honor God with your bodies.

Love,
Mama

Friday, 15 February 2013

Valentine's day reflection : About Marriage

Hi Faith,

Yesterday we took you to a couple cell group because we didn't want to leave you again, as we have left you all day to work. Being a good girl, you sat quietly, although sometimes to ensure you were not bored, we gave you the iPod to help entertain you.  One time you wanted to sit on my lap when I was playing keyboard. It was okay, since you sat nicely and didn't interrupt my playing.

Yesterday was Valentine's day, so the theme was about marriage.
Maybe you were too young to understand about marriage and all its complexities (although you seemed to listen carefully to the sermon :) )
But I wanted to share what we heard last night as a keepsake when you grow up and thinking about one.
Okay, here goes..

Why does a couple fail to work on their marriage?

There are many reasons, but due to the limited time, only two were discussed.

1. Expectation
Before getting married, both man and woman have certain expectations to their bride/groom to be.
Usually a woman expects these qualities on her husband:
  • To be a lover: love her, care about her, give her surprises on special occasion, listen about her
  • To be a provider: have a steady job, good income, nice house and car if possible :)
  • To be a good father: care about his children, participate in raising the children
  • To be able to make her friend's jealous when taking her husband to weddings haha (physical quality) 
  • etc etc..
Usually a man expects these qualities on her wife:
  • To be a good wife: respect him, good cooks, good lover, house taken care of
  • To be able to make his friend's jealous when taking her wife to weddings or other occassion.. (you can see that this is a more important priority in man's expectation). Contrary to women, most men first look for certain physical quality in a woman, her personality comes in second.
  • To be a good mother: children taken care of and at the same time still looks good :)
  • etc etc..
See the words in bold?
I'd like to emphasize that a woman needs to be loved while a man needs to be respected.
That's their basic needs.

So, when they're finally getting married, they became dissapointed when their expectations were not met.
They started to demand certain acts or things from their spouse..
And if those demands were not met, there came endless fights, frustation, which could lead to affair or divorce..
Now, we don't want those to happen, do we?

Maybe you can say that, so then, we have to come to a marriage with no expectation whatsoever?
Well, in reality it is not possible.
We must have some kind of expectations..

When we are already married, there's no turning back.. no divorce should be in every married couple's dictionary. Because divorce is not solving any problem.
Surveys said that divorce rate was bigger in a second marriage than in a first marriage.
In other words, people who failed their first marriage will mostly failed their second marriage as well.

Than what we should do?
The key is to bridge those expectation, to meet in the middle.., to make sacrifices..
Both husband and wife has to make the effort.
The husband has to remember that his wife needs to be loved.
The wife has to remember that his husband needs to be respected.

It is harder to fix things that already broken..
Therefore when you are still single, and thinking about marrying your boyfriend, you have to pay attention to all his details: his faith, his personality, his social status, his education, his races, his family, etc..
I'm not saying that you can't married people with different personality or social status or education or race, etc.. It's just that the gap will be harder to bridge when you are coming from different places. You have to make a lot of sacrifices. So, it's your choice.. the hard way or the easy way.

But I want to make sure that you choose a husband who has the same faith with you.
Because without it, no bridge can be built.
Marriage is like a triangle, with God on the top angle, husband on the left angle and wife on the right angle.
The more a husband and a wife tries to get closer to God, the more they get closer with each other.
If you have different faith, then you are not in the same triangle.

Bored yet? I hope not :)

2. Priorities
Romeo and Juliet fell in love..
They both willing to leave their families to pursue their love..
They even willing to loose their life to become united with their loved one...
Romeo was Juliet's priority and vice versa..

Now, imagine if Romeo and Juliet were already married..
Maybe Romeo was busy chasing his carreer to be a respectful man in the kingdom..
Maybe Juliet was busy raising their two adorable children..
Over the years their priority changes..

Survey said that divorce was most likely to happen after the couple had children.
Why?
Because their priority has changed..
Children become their priorities.. not their spouse..

We should go back to the phase when we still make our spouse our priority.

It is hard for me to imagine, but I know one day you will grow up and leave us to make your own life with your chosen husband.
Mama and papa were left with each other.
Therefore mama has to make papa my priority first and you come in second.

Did I confuse you yet?
I know I didn't because you're such a smart girl :)

Love,
Mama

Friday, 18 January 2013

Happy 2nd Birthday Faith!

17 January 2013

Hi Faith,

Today is your second birthday..
I thank God for everyday of your life...
Two years and nine months with you has made my life like a roller coaster...
It's exciting and I'm ready for more :)

Today we don't have extraordinary celebration with you..
But we celebrate with those who love you dearly...
It's all that matters..

I wish you to grow up living in faith..
I pray that God gives papa and mama wisdom..
To raise you to become a woman of God..
To be a blessing to your surrounding..

I want you to remember..
When you grow up you have to seek God and his kingdom first..
And everything shall be added unto you..
I want you to know that we love you always..

Love,
Mama

Notes:
Hari ini Faith bangun pagi.. jam 6.30 padahal mama papa masih teler abis hias2 rumah hihi
Dia excited banget liat lampu natal, banner mickey dan tulisan F2 di pintu2 kamar sama kue ultahnya..
Dicolek2 sama dia terus abis gitu lari-lari sambil senyum penuh arti (kaya ketangkep basah hehe)
Dia seneng hiasan mickey2an yang papa beli buat di kuenya..
Siangnya kita foto2 sama opa oma n om Aldo
Terus seperti tahun lalu, makan nasi kuning nyam2..
Jam 3-an baru Faith bobo.. (kuat juga hehe)
Jam 5.30 bangun dan seger lagi..
Main-main terus sampe jam 10.30
Itu juga kalo gak dipaksa tidur mungkin masih seger
Ketawa2 liat papanya nyanyi "I feel good" nya James Brown
Papa berasa kayak star ditepokin tangan  sama Faith hehehe
Oh ya hari ini Jakarta banjir untung papa mama gak ke kantor dan rumah kita aman..
Semoga segera surut banjirnya ya

The cake


The birthday girl
Tiup lilin.. (kok Faith ga niup ya?)


Foto keluarga ->susah cari yang bagus semua nih..

Buka kado hehe


Friday, 12 October 2012

Faith and the umbrella

Dear Faith,

Two days ago I read this short story and it caught my attention.
I would like to share it with you, but maybe you don't understand it now, so I write it here.

Faith and the umbrella
During a time of great drought, the Scottish preacher Dr. Guthrie prayed for rain in the morning service. As he went to church in the afternoon, his daughter, Mary, said, “Here is the umbrella, Papa.”
“What do we need it for,” he asked.
“You prayed for rain this morning, and don’t you expect God will send it?”
They carried the umbrella, and when they came home they were glad to take shelter under it from the drenching storm.

Sometimes we pray and pray, but we are not sure if our prayer will be answered..
We don't prepare our "umbrella"..
We don't have faith..

Faith,
When you pray, please remember to have faith..
When times get though, please remember to have faith..
"You can pray for anything, and if you have faith, you will receive it." Matt 21:22 (NLT)

Love,
Mama

Wednesday, 10 October 2012

When she was in my belly

Hi Faith,
These were some pictures when mama was pregnant with you.
Papa and mama were so thrilled waiting for you to arrive...
Oh ya, mama have a picture showing how the belly has grown from month to month but too shy to post here.. :) I'll show you personally..

Love,
Mama


Six months - taken at home after work :)
Taken about 2 weeks before you were born

Silhouette photo by Uncle Aldo


At my birthday - 5 days before you were born :)

Saturday, 22 September 2012

Happy 20 months old Faith!

Hi Faith..
Sekarang kamu udah 20 bulan..., 4 bulan lagi udah 2 tahun!! How time flies ya..
Kadang mama pengen waktu berhenti jadi kamu segini2 aja dan mama tetep muda aja hahaha ga mungkin ya??

Anyway nanti saat kamu udah gede, makin dewasa dan makin wise, mama berharap kamu gak lupa sama karakter yang udah kamu punya sekarang ya..

Curious about anything, want to learn something new everyday.. 
Remember when you were curious about straw, steamer, sticker? 
Maybe later you will find your interest in music, technology, sports, fashion, physics, chemistry, cooking.. you name it..., yang pasti harus learn something new everyday! sampe tua juga mesti learn something new yaa..
Oh ya, curious tapi jangan kepo ya .. , there are some boundaries like people's privacy that you can't enter :)

Be happy on simple things..
Money can't buy happiness.. please remember how you were so happy with toys we made up with things around the house :)

Enjoy life..
Dance to the music, laugh out loud, make a funny face.. and remember, wear a smile, one size fits all..

Easy to forgive and forget..
Jangan jadi pendendam ya... Sekarang Faith kalau dilarang paling cuman mewek sebentar abis gitu happy lagi.. Nanti kalo udah gede juga jangan gampang ngambek yaa.. Holding an anger is like grasping a hot coal with the intent of throwing it at some else, but you are the one getting burned (kynya quote dari Buddha).

I love you Faith.

Love,
Mama


Letter to Faith 25 Aug 2012


25 Aug 2012
Hi Faith,

Kamu udah tidur sekarang sama papa, makanya mama punya waktu untuk browsing2 hehehe :)
Hari ini kita jalan2 lagi.. udah seminggu ini mama sama papa libur dan bisa jagain dan main sama kamu seharian. Kita bingung kamu kok banyak banget ya energinya, apalagi kalo abis bangun tidur hehe bisa ketawa2, lari2, joget2..
Kamu juga anak yang baik, gak rewel diajak jalan2 kesana sini.., anteng nemenin mama belanja :p mau duduk anteng di stroller, di baby chair. Nunjuk2 baju angry bird atau mainan Thomas, tapi gak minta beliin juga hehehe.. Kata orang2 kamu anak paling anteng, and yes we're thankful of that.
Maafin mama ya kalo suka gemes kalo kamu suka gak mau makan atau sikat gigi :) tapi kenapa ya kalau lagi jalan2 ke resto kamu makannya gampang? Masakan mama gak enak ya? hehehe..
Anyway,  you have to remember to love your God first above everything and walk in His way.
And you have to know that mama and papa love you so much no matter what.

Kiss and Hug,
Mama