Showing posts with label ayah edy. Show all posts
Showing posts with label ayah edy. Show all posts

Thursday, 28 August 2014

Book: Ayah Edy Punya Cerita dan CD talkshow

Belakangan suka dengerin CD parenting rekaman talkshow Ayah Edy di Smart FM dan suka baca bukunya. Buku pertama yang aku baca uda aku rangkum disini

Nah di buku Ayah Edy Punya Cerita ini, Ayah Edy mengajak kita membuka pikiran kita tentang gaya pengasuhan dan pendidikan dengan kisah-kisah inspirasi.

Kenapa jaman kita selalu dibilang anak yang baik itu adalah anak yang nurut, anteng, kalau disekolah duduk tenang mendengarkan guru, sementara anak-anak yang gak bisa diem, suka membantah, dll dilabel anak nakal atau ADD (Attention Deficit Disorder), hiperactive, punya learning disability, dll?









Kenapa sekolah mengharuskan setiap anak pintar dalam semua bidang?
Ayah Edy menjelaskan dengan analogi sekolah hewan dimana setiap hewan harus bisa memanjat, berenang, terbang dll... Kebetulan aku nemu kartunnya seperti ini


Kenapa gaya mengajar sekolah rata-rata sama.. harus duduk diam, mendengarkan, bahkan cenderung menghafal.. padahal tiap anak punya gaya belajar yang berbeda-beda.
Ayah Edy menjelaskan tipe cara belajar anak dipengaruhi beberapa hal:
Panca Indera
1. Visual - menggunakan organ mata dalam proses belajar: diam, pakai buku, tidak bisa berisik, mata menatap
2. Auditori - suara, diskusi, mendengarkan
3. Kinestetik - dengan alat-alat tubuh (mulut bergerak, ngemil, gerakan bolpen diputar, dll)
4. Kombinasi

Dominan otaknya
1. Otak kiri: mudah patuh, teratur, terencana, rapih, cepat memahami konsep akademis (membaca, menulis)
2. Otak kanan: tidak gampang nurut, tidak gampang diatur, cara kerja otak random, moody, suka seni, visual, imajinasi, sambil bermain, tidak bisa duduk diam
3. Balance

Bawaan lahir beda
- Cheerful: suka bergaul, banyak bicara, people person, enjoy saja, santai
- Managerial: teratur, terencana, sedikit berbicara, terukur, keras, kekeuh, banyak berpikir..
- Melankolis: mengikuti arus (beliau gak terlalu menjelaskan)

Kenapa orang tua/guru yang memiliki anak atau siswa yang agak berbeda dari anak-anak lain, bukannya mendorong dan memotivasi mereka untuk bisa mencapai potensi terbaik yang dimilikinya, malah sering kali mematahkan semangatnya. Bahkan kita sering menganggap anak-anak yang berbeda sebagai anak bermasalah!
Ayah Edy menjelaskan hal ini dengan analogi seekor elang yang dibesarkan oleh seekor ayam. Dimana elang itu berbeda dengan anak-anak ayamnya, dan disuruh melakukan apa yang ayam lakukan yaitu mengais tanah mencari cacing, sementara elang ingin terbang diangkasa.

Kenapa banyak orang tua mendidik anak ala radio rusak?
Rata-rata jika memiliki radio rusak yang kadang bunyi atau tiba-tiba mati pasti akan memukul-mukul radio sampai bunyi kembali. Permasalahannya jika kita lakukan terus-menerus, apakah radio itu akan bertambah baik atau malah sebaliknya? Setelah radio itu mati baru dibawa ke tukang reparasi atau malah dibuang.
Nah analogi ini sama dengan cara sebagian besar orang mendidik anak.. Setelah anak tidak dapat diperbaiki lagi dikirimlah mereka ke tempat-tempat penampungan dan pembinaan remaja bermasalah atau bahkan LP.
Alasannya:
1. Kebanyakan orang tua tidak mengetahui mengapa anaknya berperilaku seperti itu
2. Orangtua ingin cara cepat dan mudah mengatasi perilaku anaknya yang aneh
3. Sebagian besar orang tua melakukannya karena dorongan rasa emosi dan amarah
4. Tidak banyak orangtua yang mau bersusah payah belajar menemukan masalah dan mendapatkan solusinya.

Kenapa sukses itu selalu identifikasi dengan banyak materi? sehingga banyak orangtua yang mengarahkan anak-anak ke profesi2 yang menurut mereka bergengsi, berlimpah materi seperti dokter, pengacara, dll..

Kenapa orang Indonesia berlomba2 meraih banyak gelar bukannya berlomba2 membangun negaranya?

Banyak sekali kisah-kisah inspiratif yang ditulis di buku ini seperti:
1. Thomas Alpha Edison penemu 1000 invention itu ternyata disekolahnya mendapatkan nilai yang buruk, jadi akhirnya dia homeschooling sama ibunya..
2. Albert Einstein tidak punya ijazah smp, sma karena dia hanya berpresetasi pada bidang yang iya senang saja.
3. Bill Gates drop out dari Harvard
4. Dan masih banyak lagi yang kayanya mending baca bukunya deh hehehe..

Intinya Ayah Edy berkata kalau semua anak dilahirkan jenius pada bidangnya... jadi bukan hanya yang pintar matematika, fisika, yang jenius... tapi semua orang, kalau tidak kita menghina ciptaan Tuhan :)
Tugas orang tua dan pendidik adalah menemukan bakat anak dan mengarahkan anak itu sehingga dia menjadi expert dalam bidangnya... tentunya kalau dia adalah expert, materi akan datang dengan sendirinya.

Buku ini membuka pikiran banget, dan aku rekomen para orang tua dan guru untuk baca.

Beberapa kisah ada di web ayah edy: ayahkita.com
Terus kalau mau bergabung di FB-nya: Komunitas Ayah Edy

Wednesday, 9 April 2014

Book: Ayah Edy Menjawab

Judul buku: Ayah Edy Menjawab
Penulis: Ayah Edy
Penerbit: Qonita Mizan Grup
Tahun: 2011
Hal: 283

Baru aja selesai baca buku ini... mungkin udah ketinggalan banget yah... hehehe..
Menurut aku buku ini wajib dibaca untuk semua orang tua, dikemas dengan format Q&A dan dibagi per section sesuai topik, ada topik masalah anak dengan sekolah, dengan hubungan keluarga, toilet training, perilaku anak, dll.. 

Beberapa topik yang aku catet soalnya sesuai sama Faith:

Bagaimana memperlakukan anak yang suka membantah?
Pertama, Dibalik sifatnya yang tidak mau diatur, ia akan tampil sebagai pengatur alias pemimpin.
Kedua, anak membangkang pada umumnya karena adanya perbedaan pendapat antara anak dengan orang tua. Orangtua yang cenderung otoriter berhadapan dengan anak bertipe pemimpin yang tidak mau begitu saja menerima pendapat atau mau dipaksa, akan terjadi perdebatan yang seolah-olah hanya disebabkan oleh anak. Padahal sesungguhnya dengan adanya anak yang membantah orang tua bisa mengevaluasi kebijakan dan pola komunikasi yang dibangun.

Cara mendidik anak calon pemimpin:
Didiklah anak untuk menjadi kooperatif dan bukannya menjadi seorang penurut
Pekerjaan apa di kantor yang diisi oleh seorang penurut?
Apa bedanya kooperatif dan penurut? Kalau kooperatif seorang anak mau melakukan apa yang diminta orangtuanya karena tahu alasan logisnya. Sedangkan penurut, anak melakukan sesuatu tanpa tahu alasannya. Ia menurut saja tanpa berpikir dan menggunakan logikanya
Biasakan menawarkan opsi-opsi, misalnya “Kamu mau mandi sekarang atau lima menit lagi? Oke sepakat ya sepuluh menit lagi dari sekarang. Jika tiba waktunya kamu belum mandi juga, besok kamu mau uang jajan dikurangi atau tidak boleh bermain sepeda di sore hari? Pastikan Ayah-Bunda melaksanakan kesepakatan dengan tegas tanpa kompromi jika memang terjadi pelanggaran secara sengaja
Calon pemimpin suka dengan reward and consequences. Orang tua menerapkan suatu kesepakatan dan kalau tidak dijalani berikan konsekuensinya. Konsisten!

Mengapa anak suka menawar?
Pertama anak anda adalah seorang negosiator yang ulung, kelak jika menjadi pebisnis akan sangat pandai melakukan negosiasi atau tawar menawar
Kedua: menunjukan bahwa ayah bunda belum mempunyai aturan negosiasi yang jelas bagi anak.
Menghadapi anak seperti ini tidak boleh terpancing emosi. Jika ingin dia berhenti menonton VCD misalnya, jangan lantas menggunakan penekanan “SEKARANG”. Jika ingin 15 menit lagi dia mandi, coba katakan, “kamu mau mandi 5 menit dari seakrang atau 10 menit lagi” Pasti anak mencari waktu yang terlama, kalau bisa ditambah waktunya.  Lalu katakan, “oke 15 menit dari sekarang ya, jika dilanggar, kamu mau pilih konsekuensi apa? VCD disimpan dan tidak bisa nonton lagi atau besok dikurangi uang sakunya atau selama 3 hari tidak main game?”
Kuncinya adalah TEGAS DAN KONSISTEN MELAKSANAKANNYA, TANPA KOMPROMI. Ini penting agar anak belajar bahwa orangtuanya bisa dipercaya dan serius menegakkannya.

Bagaimana cara melarang yang tepat?
Tidak menggunakan kata “jangan” karena alam bawah sadar manusia tidak merespons dengan cepat kata “jangan”.  Yang didengar anak adalah kata terakhir, sehingga jika kita katakana “jangan berlari” maka yang ia dengar adalah “berlari”.
Carilah padanan positifnya, misalnya “berjalan pelan-pelan ya nak”

Anak susah makan
Pertama: factor fisik (gangguan mulut dan pencernaan): gigi sakit, bolong, sakit tenggorokan atau sariawan atau perut kembung, mual dan sakit
Kedua: factor kebiasaan: disambi nonton TV atau bermain
Ketiga: sesuai tipologi. Kalau tipe anak visual dan melankolis: badan kecil, pendiam, sensitive, atau mudah menangis. Umumnya mereka makan sambil mengemut. Sebaliknya untuk anak yang tipenya auditori tidak demikian. Malah mungkin kita kesulitan menahannya untuk tidak makan
Keempat: bosan dengan menunya
Kelima: cara memberi makan: sambil bermain atau serius. Yang ada dipikiran anak-anak adalah bermain.
Keenam: bosan tempat dan suasananya
Ketujuh: factor susu atau suplemen makanan

Anak yang belum lancar bicara
Anak yang lebih cepat bicara memiliki kecenderungan otak kiri lebih dominan dan mengindikasikan memiliki kekuatan di Bahasa dan sistim analisis logika yang kuat. Sedangkan anak yang lambat bicara, struktur saraf otak yang lebih dominan adalah yang kanan. Mereka umumnya kuat dalam hal imajinasi, estetika dan desain.

Cara menemukan bakat atau kemampuan anak
Anak itu seperti sketsa sebuah lukisan. Samar-samar terlihat, tetapi belum jelas dan masih berupa tarikan-tarikan garis dari sang Maestro, yakni Tuhan Yang Maha Agung. Seiring bertambahnya usia, tarikan-tarikan itu akan semakin jelas.
Cuma sayangnya yang kerap terjadi, orangtua, guru atau sekolah mengintervensi dengan warna-warna yang mereka inginkan sehingga sketsa yang sesungguhnya menjadi kabur dan tidak tampak lagi aslinya. Tanpa mempelajari dan mendalami tarikan garis dari sang Maestro tadi, orangtua, guru, dan sekolah asal saja memberi warna dan garis-garis lain.
Ketika anak usia 3 tahun, orang tua berusaha menemukan potensi yang sangat dasar dari anaknya dengan memperhatikan ketertarikan atau minatnya pada bidang tertentu yang sangat spesifik. Orangtua perlu memperhatikan terus-menerus tanpa melakukan judgement. Lihatlah jika ada tren perubahan dan kemana ia kembali lagi. Pada dasarnya tren perubahan minat anak sering kali dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Namun, jika diperhatikan perlahan ia akan kembali pada minat asli yang bersumber dari dalam dirinya.
Lihat potensi anak dari kecil dan jangan intervensi dengan keinginan-keinginan atau gengsi orangtua. Jadi sejak kecil, kalau anak kita tertarik dan suka pada sesuatu, kenalkan pada profesi yang terkait dengan hal yang mereka sukai itu.

Bagaimana membuat hubungan anak dengan kedua orangtua yang bekerja, tetap erat? Kompensasi apa yang tepat diberikan?
Secara naluri, anak bisa membedakan mana orangtua dan mana pengasuhnya. Mereka juga tentu lebih saying orangtua daripada pengasuh. Kecuali, jika perlakuan orangtua sangat berbeda jauh dengan pengasuh (orang tua galak, pengasuh sangat baik).
Untuk bisa lebih dekat dengan anak sangatlah mudah. Bermain bersama,tidur bersama.
Sepulang kerja, lebih baik berisitirahat min 30 menit – 1 jam. Karena biasanya orang yang dalam keadaan lelah menjadi sensitive dan mudah terpancing amarahnya. Khawatir anak berulah sedikit saja, bunda lantas memarahi anak dan membuatnya sedih. Setelah selsai mandi dan segar, masanya bunda bisa bercengkerama bersama buah hati tercinta, membacakan cerita, bermain peran, atau permainan lain. Anak kita sesungguhnya tidak terlalu menuntut sesuatu yang berlebihan. Satu jam setiap hari, tetapi konsisten dan akrab tetap mereka terima