Showing posts with label BLW. Show all posts
Showing posts with label BLW. Show all posts

Tuesday, 4 February 2014

Book: Baby-Led Weaning by Gill Rapley and Tracey Murkett


Sebenernya waktu jaman Faith aku juga udah denger metode BLW ini, tapi for some reason gak get into it.., mungkin karena ga ada temen yang pake metode ini (ini kok ga ada pendirian gini yah), sama aku bikin IRT, dan takut gizi Faith kurang (dulu berat badan dia pas aja).
Trus sekarang karena ada temenku yang praktekin metode ini ke anaknya, dan kalo liat video anaknya makan rasanya kepingin juga praketin ke Daniel (ini kok ikut2an yah). Kebetulan di flea market ada yang jual buku ini, jadi ya iseng2 beli dan baca.

"Lupakan makanan yang dihaluskan untuk bayi dan sendok untuk menyuapi, biarkan saja bayi makan sendiri"  -> Itu adalah tag-line dari buku ini, kayanya asik banget yah.

Baby-Led Weaning (BLW) adalah metode membiarkan bayi untuk memimpin seluruh proses pemberian makanan padat pertama. Intinya bayi menentukan apa yang dia makan. Skip puree food.

Jadi tugas orang tua adalah offer makanan2 sehat yang bisa dipegang bayi dan biarin bayi yang makan sendiri. Ga boleh disuapin. Bayi akan tentuin sendiri kapan dia mau makan, dan kapan dia berhenti dan makanan apa saja yang mau dia makan.

Manfaat BLW menurut buku ini:
  • menyenangkan
  • alami: bayi bereksperimen dan belajar
  • belajar tentang makanan: tampilan, bau, rasa, tekstur
  • belajar makan dengan aman
  • belajar dunia mereka: belajar cara memegang, belajar gravitasi, semua indra mereka terlibat
  • mencapai potensi (melatih koordinasi mata-tangan, mengunyah)
  • mendapat kepercayaan diri terhadap kemampuan dan penilaian mereka
  • memercayai makanan - jadi berani mencoba makanan yang baru
  • menjadi bagian dari waktu makan keluarga, gak feel left out
  • mengontrol nafsu makan: belajar sejak dini kapan saat berhenti
  • gizi lebih baik
  • kesehatan jangka panjang karena bayi BLW cenderung mendapatkan asupan ASI yang lebih lama
  • berhubungan dengan tekstur dan belajar mengunyah
  • kesempatan untuk makan makanan yang sesungguhnya
  • sikap positif terhadap makanan
  • lebih mudah dan tidak terlalu rumit - karena gak usah bikin puree
  • tidak ada pertarungan di saat makan
  • tidak terlalu memilih-milih sebagai balita -> menarik nih
  • tidak perlu permainan atau taktik menyembunyikan sayuran atau bikin bento2
  • makan diluar menjadi lebih mudah
  • lebih murah
woww banyak yah manfaatnya...

Tapi kerugiannya ada gak yah?
  • Berantakan... banyak makanan yang terbuang
  • Kekhawatiran dari saudara/teman apalagi mertua dll
Alasan BLW masuk akal:
Bayi merangkak, jalan dan bicara ketika mereka siap. Kenapa pemberian makanan harus berbeda?

Dibahas juga beberapa Q&A dibuku ini seperti:
  • Apakah gizi bayi baik kalo pake metode ini?
    • As long as kita offer makanan yang bergizi saja pasti akan bergizi. Malahan bayi BLW cenderung akan makan macam2 makanan tanpa perlu dibujuk. Sedangkan spoon-fed itu harus diiming2i hadiah atau dialihkan perhatiannya dengan jalan2/nonton tv supaya makan sayuran dll
  • Bukankah makanan yang dihaluskan lebih mudah dicerna dan karena itu lebih bergizi?
    • Dengan BLW makanan akan bertemu dengan air liur yang membantu pencernaan
    • Makanan yang dihaluskan malah akan hancur beberapa kandungan gizinya dari proses penghalusan tersebut
  • Apa semua bayi bisa melakukan metode ini?
    • Bayi yang perkembangan terlambat, lemah otot atau cacat fisik di bagian mulut, tangan, lengan atau tulang belakang (Down Syndrome, Cerebral Palsy atau Spina Bifida) tidak cocok
  • Kalau sudah terlanjur spoon fed masih bisa gak BLW?
    • Bisa, bayi masih flexible, akan lebih bagus lagi kalau bayi makan bersama keluarga, karena dia akan dengan cepat meniru
  • Bayi tidak terlihat makan apapun selama beberapa hari/pertumbuhan berat badan melambat
    • Tidak perlu khawatir, karena mungkin saja sedang tumbuh gigi atau pilek atau yang lain. Kadang bayi bisa makan banyak, dan kadang bisa kelihatan tidak makan apapun. Selama satu tahun pertama yang penting adalah ASI/Susu formula, makanan hanya pendamping saja.
    • Lihat secara keseluruhan, jika terlihat baik2 saja dan aktif kemungkinan tida perlu khawatir
    • Lihat pola keseluruhan berat badan bayi, jangan hanya beberapa minggu terakhir
    • Bahas dengan dokter jika khawatir
  • Tidakkah dia tercekik?
    • Orang suka melihat bayi tersedak dan mengira bayi tercekik (life threatening), padahal tersedak itu adalah mekanisme mengeluarkan makanan dari jalan napas jika terlalu besar untuk ditelan, ini menjadi bagian penting untuk bayi mengelola makanan dengan aman. Malahan bayi yang disuapi lebih mungkin untuk tersedak/tercekik karena makanan langsung ke bagian belakang tenggorokan. 
    • Asalkan bayi duduk tegak tidak perlu khawatir akan tercekik
  • Apakah bayi benar-benar tahu makanan yang mereka butuhkan?
    • bahasannya agak berlibet, yang aku simpulkan sih masih belum pasti 
Do's:
  1. Bayi duduk tegak
  2. Menawarkan makanan yang mudah diambil
  3. Tawarkan berbagai makanan at once, tapi juga jangan terlalu banyak (overwhelming)
  4. Terus menawarkan ASI/asupan sufor seperti biasa dan menawarkan air minum setelah makan
  5. Diskusi dengan penasihat kesehatan jika ada alergi/intoleransi
  6. Jelaskan cara kerja BLW kepada baby sitter
Don'ts:
  1. Jangan kasih junk food, makanan dengan bahaya tercekik (seperti kacang), garam, gula, MSG
  2. Jangan kasih makan saat bayi lapar ingin minum susu
  3. Jangan membuat bayi terburu2
  4. Jangan menyuapi bayi anda
  5. Jangan membujuk bayi makan lebih dari yang dia inginkan
  6. Jangan pernah meninggalkan bayi sendirian
Memang setelah baca BLW ini aku jadi tertarik.. tapi kalo menurut aku ada beberapa yang aku masih gak yakin:
  • di buku ini kesannya bayi itu udah ngerti apa yang dia butuhkan, jadi kita tidak boleh mencampuri... karena toh makanan cuman sebagai pelengkap.. -> kalo menurut aku bayi dan anak anak itu belum tau apa yang terbaik buat dirinya (prinsip tiger mom) hehe jadi mesti dikontrol dulu saat kecil nanti kontrolnya lama2 dilepas dan diserahkan ke dia dengan seiring perkembangan kedewasaannya..
  • anak BLW lebih cenderung tidak picky eater -> mungkin ada benarnya sih, makanya pengen denger testimoni orang lain tentang ini... -> tapi sepertinya tiap anak itu berbeda2, kadang ada yang sama2 dispoon-fed, tapi yang satu picky eater yang satu enggak.. Seperti prinsipku selama ini, beda anak beda gaya parenting, gak bisa dipukul rata, karena mereka individu yang spesial.. demikian juga dengan feeding style.
Sampe sekarang Daniel masih dengan metode spoon-fed.. karena dia belum bisa duduk tegak, dan aku gak dirumah untuk mengawasi, BSnya kurang PD dengan metode ini.
Daniel beda dengan Faith, Daniel doyan makan hehehe.. dan dia gak suka terlalu encer, dia suka yang ada tekstur jadi dia bisa kunyah2.. jadi sekarang usia 6.5 bulanan udah ga saring bubur lagi.. dan pemberian buah dengan cara dipotong2 aja tanpa dihaluskan.. tapi belom nyampe ke tahap dia pegang sendiri sih..
Feeling aku acara makan lebih mudah nih sama Daniel dibanding sama Faith dulu...

Tadinya sempet berpikir Faith suka makan diemut dan lama karena kebiasaan di spoon-fed, tapi sekarang suddenly sejak ultah ketiga ini Faith makannya jadi cepet dan lahap lho.. mungkin emang anak ada masa2nya ya?

Ada yang memakai metode BLW? share dong..