Wednesday, 6 May 2015

Trip to Taman Safari Cisarua



The last long weekend we went to Taman Safari Cisarua, Bogor.
It turns out that it was already 3 years ago since we went there. Last time it was on April as well!
What a coincidence!

To avoid traffic, we went there on Thursday morning before the holiday, and went back on Friday when people were just coming up. We actually planned to go on Wednesday, but Daniel had diarrhea, so we decided to postpone the trip to Thursday. The only setback on this was the different hotel rate, which was quite a lot :)

We left Jakarta at about 7.30ish and arrived about 10.30am, which was quite good considering Toma accidentaly forgot to take left turn to Jagorawi. So we ended up taking the nearest exit and went back to the reverse direction, which traffic was quite bad (due to weekdays where everybody still on Jakarta bound).

Immediately after reaching Puncak, we were greeted with a cool and fresh air...
Learning from previous trip, we bought 7 bundles of carrots to feed the animals in the street near Taman Safari (3 bundles = Rp 10,000, if you buy 2 you receive 1 bundle extra). There were several carrot seller in the street. I guess they were offering the same price. So you don't have to choose whose to buy from.. (not a good business btw).

Upon arriving, we went to the Safari Lodge/Caravan Hotel (I will make a separate post about this) to confirm our reservation and received the free tickets to Taman Safari.

If you don't stay at the hotel the entrance fees are as follows:
Entrance fee for adult: Rp 150,000
Entrance fee for kids > 1 year: Rp 140,000
Car: Rp 15,000

Then, off we go!

Like most people, we drove around the safari trails and feed the animals first before going to the play areas.

Toma opened all of our car's windows.. so ocassionally there were animals peeking through the window which caused me to scream and kind of scared Daniel.. (sorry kiddo... )

When we passed through the lion's area, a lion suddenly walked accross  the street..., my heart kindda stopped a while hehehe
It was a "truly safari" experience.


some of the amateur photos that i took 
After finishing the safari trail, we went to have lunch at the food court.
I was a bit surprised with the food price.. it was quite expensive and the taste was very substandard..
Maybe next time I consider to bring lunch from home and have picnic in there :)

After having lunch we went to the penguin area.., looking at the tiny penguins and took some pics..
It was the first time I saw penguins in Indonesia.. I think there were none in Batu Secret Zoo.


Then we went to catch the cowboy show at 2pm
We were there a bit too early, so we explored the area first. There were some cows (very smelly though...) and small artificial waterfall and river... There was a souvenir shop as well, which has a good variety of animal dolls...

The cowboy show area was large,  i think it was the largest area among all the shows.
Daniel was a bit scared at first due to the sound of gunshot, etc..  He held me very tight.., but after a while he was okay. I put my hands on his ears just in case.
I think the show was not really appropriate for children since it involved mild violence..
However, the show was quite good, in terms of the sound effect and props.
It's a bit "hollywood" kind of stunt..

in front of cowboy show area
beginning of the show.. (i didn't take any more pics because it wasn't allowed)
From Cowboy Show we drove and parked near penguin area to see the sea lion show.
The sea lion show was quite similar to the one we saw at Ancol Dream Samudra.
There were 3 sea lions, one female (named Cinta Laura btw hehehe) and two males..
The highlight of the show was the trainer climbed on the pole (which has two red balls), and put the fish on her mouth. The sea lion had to jump from inside the pool to eat the fish right from the trainer's mouth :) I wondered what if the sea lion missed and eat the trainer's mouth instead.. >_<

sea lion show's setup

take pictures first.. 
After sea lion show we sent to see the tiger show.
The kids were already very tired and sleepy... while waiting Daniel was fallen asleep and slept throughout the whole show.. Faith was also very sleepy, but she woke up when the show just began.

This was the first tiger show that I watched.
Even though the tiger were properly trained, I could see that the trainers were very alerted.. not laid back like the sea lion's trainers..

tiger show
After the tiger show, since we were already tired, we decided to go back to the hotel...

The next day, since we were the hotel's guests, we can enter the Taman Safari again, but not the Safari trails. So we decided to pick up what we haven't seen on Thursday (gak mau rugi hehe)

First stop was to the Baby Zoo..
Inside the baby zoo was a collection of birds..., kangaroo, orangutan and also tiger/lion.
We can also take pictures with the tiger/lion with Rp 20,000 per person..

suspension bridge.. daniel was so happy jumping on the bridge :)

in front of kangaroo
birds and waterfall

While taking pictures, i heard a mom told her son about Faith,,, "tuh liat dia aja berani...." 
Then suddenly the lion waved her tail... and look at Faith's expression :)
Faith takut juga kok tante hehehe
We also saw Elephant show, but i didn't take any pictures..
We also offered Faith for pony ride but she didn't want it.
There were a lot that we didn't do in Taman Safari such as riding the camel/elephant, playing at the mini themed park, or swimming at the waterpark. But we were more than happy.

Since it was already around noonish, we decided to go to Cimory to catch some lunch before heading home.




Tuesday, 28 April 2015

Kalau tidak ada yang baik untuk dikatakan, jangan berkata apapun

Mungkin lebih terkenal dalam bahasa inggrisnya ya
"if you have nothing nice to say, say nothing at all"

Beberapa blog akhir2 ini membahas soal komen2 nyinyir yang diterima oleh pembaca blognya..
Blog ini untungnya (karena gak banyak pembacanya) jadi belum pernah menerima komen nyelekit.. :)

Aku sendiri termasuk orang yang berusaha sebisa mungkin gak mengucapkan kata-kata negatif ke orang lain..
Mungkin aku terlalu sensi atau gimana tapi aku mikirnya kalau aku digituin pasti gak enak, jadi jangan gituin orang lain

Balik lagi ke pepatah tadi..
Kalau menurut aku bukan berarti kalau ada orang yang sikapnya gak baik kita biarkan..
Kalau memang dalam kapasitas kita (kita teman baiknya, atau lebih2 keluarganya), ya harus kita tegur dan nasihati gak sih?
Daripada kita diem2 aja tapi misuh2 dibelakang?

Menurut aku kalau mau menegur juga dengan kata-kata yang positif, supaya orang menangkap maksud positifnya.. dan (moga2) mau dengerin nasihatku.

Coba bayangin saat kita salah dalam pekerjaan dan bos kita ngomong gini:
Bos 1: "Bego lo, gitu aja gak becus.."
Bos 2: "Sorry, coba diperiksa lagi kerjaan kamu, sepertinya ini salah deh, lain kali yang teliti ya.."

Enak yang mana?

Kalau aku sih pasti akan sebel dan dongkol sama Bos 1, apalagi kalau diomonginnya didepan banyak orang..
Sementara kalau sama Bos 2 pasti aku akan malu dan berusaha supaya lain kali gak buat salah lagi..

Tapi ternyata aku ketemu sama Toma yang kalo bisa dibilang can be very mean and sarcastic hehe..
Maksudnya dia gak sampai ngomong kata2 kasar seperti bego dll.. tapi nyelekit aja omongannya..
Kalau menurut dia orang itu harus digituin, kayak di "slap" supaya sadar gitu dan berusaha merubah/betulin kesalahnnya.

Memang sih cara seperti Bos 1 itu lebih efektif, apalagi untuk orang yang udah bebal..
Tapi i think cara itu also spread hatred in the process...


Update sekolah

Setelah melihat perkembangan Daniel di sekolah selama 2 bulan ini yang cukup positif, kemarin akhirnya kita decide (maksudnya udah bayar) hehehe buat pindahin Faith jadi 1 sekolah sama Daniel..

Alasannya karena sekolahnya lebih dekat, terus guru2nya terlihat lebih professional, cara mengajarnya juga menarik, sekolahnya lebih lama berdiri, fasilitas juga lebih menarik, ..
Yang aku gak suka cuma harganya hihihi.. 

Tapi lumayan Faith dapat sibling diskon 50%, Daniel juga dapat diskon 50% karena sudah masuk playgroup disitu. 

Anyway kemarin sebelum membayar aku sempat trial lagi sama Faith..
Kenapa dibilang lagi? karena dulu pernah trial disana! ehhehe 
Pas pertama2 Faith malu2 maunya ditemenin aku, udah gitu gak ngomong sama sekali..
Tapi pas abis break udah mulai berani dia, sampai gurunya bilang ternyata dia banyak ngomong ya :)

Aku senang sama metode mengajarnya.. pake nyanyi2 dan games..
Ruang kelas juga terang banget, banyak sinar matahari masuk.. di jendela juga digambar rainbow, pohon, dll.. terus ruangan kelas banyak dihiasi prakarya2 anak2.. dan banyak gambar2 seperti alphabet trees, emotion pictures, today's weather dll.. 

Nah kenapa dulu udah trial disana gak pilih disitu? 
Mungkin karena dulu masih gak yakin sama harganya.. 
terus masih bimbang harus bayar uang pangkalnya... (ga ada diskon sih dulu)
Dan Faith memang banyak perkembangan di sekolah yang sekarang ini... 
Tapi makin kesini makin sreg lagi, apalagi sejak dede sekolah disana.. 
Ditambah dapet diskon.. (emak irit)
Ditambah deket banget sama rumah..

Semoga cucok lah ya Faith dan Daniel.

Oma juga senang sekali anak2 mau sekolah disini.. 

Kalau aku terus terang worry dengan harga2 yang melambung tinggi.. 
Apa aku sanggup ya bayar uang sekolah dan uang kuliah anak2 nanti..
Tapi nyokap bilang mesti berserah sama Tuhan, nanti ada aja berkatnya..
Dulu katanya dia juga gitu.. kalau dipikirkan dengan akal manusia gak mungkin banget bonyok yang cuma lulusan SMA/SAA bisa sekolahin kita berdua sampai ke luar negeri... 

Ini yang namanya walk in faith ya? 

Sorry seems to be the hardest word

image dari sini

Bukan, ini bukan membahas lirik lagu..
Tapi mau bahas perkembangan Faith
Dari three magic words yang aku ajarin ke Faith, rasanya sorry adalah kata yang paling susah dia ucapkan..

Mungkin karena saat bilang thank you, dia sedang merasa senang karena baru diberi sesuatu
Mungkin karena saat bilang please, dia punya pengharapan akan diberi sesuatu
Tapi saat harus bilang sorry 
Mungkin dia gak merasa salah
Mungkin dia merasa malu untuk mengakui kesalahannya
Mungkin dia takut sama orang yang dia mau minta maaf

It's ok, it's a learning process ya Faith. 
Kadang orang dewasa juga susah bilang sorry
Karena dia gengsi, arogan, tidak menghargai orang yang dimintakan maafnya 

Memang terkadang orang bilang yang penting sikapnya udah menunjukan penyesalan
Tapi menurutku kata sorry/maaf itu penting...

Yang lebih parah banyak orang dewasa yang sudah tau salah tapi gak mau ngaku..
Terus menggunakan berbagai macam alasan
Kadang malah menyalahkan orang yang lain lagi :)

Thursday, 16 April 2015

Book Sabtu Bersama Bapak

sumber: www.suamigila.com
Pengarang: Adhitya Mulya
Penerbit: Gagas Media
Isi: 277 halaman

Aku tertarik baca ini pas lagi iseng2 baca di hp (lupa apps apa, kayanya salah satu apps bawaan dari samsung) terus ada sample e-booknya.. baca2 dan langsung tertarik..

Buku ini mengisahkan soal Pak Gunawan yang divonis kanker dan hanya punya waktu 1 tahun saja. Dalam waktu yang sangat singkat itu beliau berusaha untuk mempersiapkan kedua anak lelakinya dan isterinya sepeninggalannya.

Beliau merekam video berisi pesan2 yang akhirnya diputar oleh anak-anaknya setiap Sabtu.
Lalu ceritanya berpusat pada kehidupan anak-anaknya setelah mereka dewasa, Satya anak sulungnya berumur 33 tahun (kalo gak salah) dan Cakra anak bungsunya berumur 30 tahun.

Buku ini gak bosenin sama sekali karena ditulis dengan gaya bahasa yang ringan, diselipkan beberapa foot note dan banyolan yang lucu... dan buku ini banyak banget berisi petuah2 seorang ayah, mostly untuk anak laki2nya.. yang pas bacanya aku manggut2 setuju dan pingin ajarin juga ke anak-anakku.
Dan juga pengen sodorin ke Toma hihihi..

Beberapa nasihat di buku ini yang mengena di aku..  (sebenarnya pengen summary semua, tapi jadi spoiler yah..)

Soal harga diri
" Harga diri kita tidak datang dari barang yang kita pakai. tidak datang dari barang yang kita punya, Harga diri kita datang dari akhlak kita. Anak yang jujur, anak yang baik, anak yang berani bilang "maaf" ketika salah, anak yang berguna bagi dirinya dan orang lain."

Soal meminta maaf
"Meminta maaf ketika salah adalah wujud dari banyak hal
Wujud dari sadar bahwa seorang cukup mawas diri bahwa dia salah
Wujud dari kemenangan melawan arogansi
Wujud dari penghargaan dia kepada orang yang dimintakan maaf
Tidak meminta maaf membuat seseorang terlihat bodoh dan arogan"

Soal menjadi suami
Suami harus siap lahir dan batin.. , harus punya rencana, siap melindungi (punya rumah sendiri), siap menafkahi (punya penghasilan yang bisa mencukupi istri)
Tidak menyembunyikan nafkahnya kepada istri
Tidak melihat istri sebagai objek (saat penampilan istri sudah tidak menarik lantas mencari istri lain)
Appreciate apa yang istri sudah usahakan (masakan kurang enak dikit jangan protes, tapi ditelen aja hihihi...) --> ini harus dihighlight ke Toma :) tapi kalo kata Toma, kan kasih kritik membangun supaya makin lama makin pinter masaknya... (mm bener juga, mungkin dari cara penyampaian kali ya)

Soal menjadi orang tua
“Waktu dulu kita jadi anak, kita enggak nyusahin orangtua. Nanti kita sudah tua, kita gak nyusahin anak.”
Seringkali orang tua gak memikirkan masa pensiunnya, jadi pas udah tua nanti anak2nya yang harus menafkahi dan membiayai pengobatan dll.., memang itu wajar, sebagai bentuk balas budi, tapi aku setuju banget sama prinsip gak nyusahin anak.. sebisa mungkin kita juga menyiapkan masa pensiun kita sendiri..  

Dll dll..

Aku merasa buku ini sangat personal buat mas Adhit (sok akrab hehe), karena dia juga punya 2 anak laki-laki.. pastinya dia udah memikirkan banget2 apa aja yang dia mau ajarin ke 2 anaknya tersebut..
Kalo dia bener2 do what he says in the book, he's such a gentleman.. beruntunglah teh Ninit (kembali sok ikrib) dan anak2nya hihihi...

Baca sendiri deh bukunya, bagusss... :)

Ada rekomendasi buku bagus lainnya? 

Tanggung jawab yang besar: take a step of faith

Aku terkesan sekali sama daily hope dari Rick Warren hari ini.
If you wait for perfect conditions, you will never get anything done.” (Ecclesiastes 11:4 TLB).

Ps. Rick mengutip temannya Mark Burnett tentang philosopy “jump in” which says that those who need to know with 100 percent certainty before going forward won’t do anything. You won’t get married, and you certainly won’t change jobs or start a business. I think it’s OK to be 30, 40, or 50 percent sure and figure out the rest of it. The philosophy of ‘jump in’ means that even if you’re not sure you can swim, swim anyway.”

Ps Rick juga menambahkan katanya it’s like parenting, nobody knows how to be a parent! You just have babies, and then you figure it out as you go.

Aku jadi teringat saat menikah dulu, pasti orang-orang mendoakan semoga cepat dapat momongan. Yang mana aku bales dengan gelengan keapala, nanti dulu ah… Karena aku takut banget punya anak.

Bukan, bukan takut melahirkannya yang katanya sakit itu..

Bukan, bukan juga takut bentuk badan akan berubah…

Tapi aku takut menerima tanggung jawab yang besar banget…  Karena dengan menjadi orang tua kita bertanggung jawab atas hidup seorang manusia, masa depannya, apakah dia bisa diterima di mata Tuhan dan manusia..

Kalau melihat kasus2 yang terjadi jaman sekarang, entah wanita PSK atau transgender atau pembunuh atau apapun, dengan mudah orang-orang mengecam mereka, tapi aku kok jadi iba ya sama mereka dan ingin tahu bagaimana masa kecilnya, bagaimana hubungan dengan orang tuanya, dll
Karena aku yakin banget gak ada bayi yang dilahirkan tiba-tiba jahat, tiba-tiba tidak bermoral, tiba-tiba ingin merubah kelamin… ya gak sih? Pasti ada kejadian-kejadian masa kecilnya yang buat dia begitu. Dan pastinya orang tua mempunyai peranan yang besar dalam hidupnya. Memang pergaulan juga bisa mempengaruhi, tapi kalau orang tuanya memberikan base yang kuat saat anak masih kecil dan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan anak lingkungan untuk tumbuh kembang dan pergaulan yang baik, tentunya pengaruh pergaulan bisa lebih diminimalkan bukan?

Mungkin Tuhan tahu ketakutan aku, makanya butuh 4 tahun baru aku hamil Faith J

Sampai sekarang aku juga gak tau bagaimana masa depan anak-anak nanti, ketakutan-ketakutan tentunya masih ada, tapi yah seperti kata Ps. Rick: But when you step out in faith, trusting in God and pursuing His work for you, He promises you this in Proverbs 16:3: “Commit your work to the Lord, then it will succeed.”


Mari para orang tua rajin berdoa dan berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya J

Wednesday, 15 April 2015

Jalan-jalan ke Taman Suropati (Sept 2013)

Lagi buka2 foto lama, teringat foto jalan-jalan ke Taman Suropati 1.5 tahun yang lalu..
Jadi waktu itu pas dede baru lahir, Faith masih dalam adjustment period, kita bawa dia (tanpa dede) jalan-jalan ke Taman Suropati..
Maksudnya supaya the new big sister merasa kalau ortunya masih sayang kok sama dia walau udah punya dede baru..

Lihat2 foto ini berasa banget Faith udah banyak beda ya, dulu masih cempluk2 lucu, sekarang keliatan kurusan, mungkin karena tinggian dan rambutnya panjang..

papa bujukin Faith biar ga minta gendong

senyum Faith agak terpaksa :)

kita beli kue cubit dulu ya

kita berfoto di depan kolam ya

say hi

dari situ kita makan dulu di Kokas.. Faith mulai senyumm
disini Faith mirip papaku banget.. 

hai mama..