Iri hati ini sepertinya penyakit para wanita ya hehehe..
Apalagi dengan segala macam social media begini, orangnya mau sharing, karena iri kita bilang dia sombong hehehe..
Sedari kecil saja anak kecil sudah bisa iri. kalau ada temannya main mainan yang tadinya dia gak mainin, dia iri pengen main yang itu juga. Padahal kalau temannya gak main, mainan itu teronggok begitu aja.
Menurutku orang yang iri adalah orang yang insecure..
Aku contohnya, sebenarnya jarang iri akan pencapaian orang lain di karir, atau harta orang lain, atau berapa banyak tas, gadget, dll karena aku merasa secure dan cukup disitu..
Tapi sejak jadi ibu, aku suka iri sama ibu2 yang "supermom", bisa ngurus rumah rapi semua, anak cakep2 dan nurut2, masak enak2 hehehe... karena aku merasa ga bisa...
Sampai akhirnya aku find my peace kalau aku tidak tau apa yang mereka udah go through untuk dapetin semua itu, mungkin bangun lebih pagi, tidur lebih malam. Aku juga tidak tau perjuangan apa dibalik senyum mereka, mungkin kalau aku menjadi mereka belom tentu i'd be happier.
Just recently i read this book "Mutiara Bagi Raja" by Hanna Carol.
A nice book with wonderful illustration, a nice reminder for all women.
Buku ini membahas banyak hal bagaimana agar para wanita bisa menjadi seindah mutiara.
Tapi kali ini aku cuma mau sharing quote soal Jangan Iri aja (hal 86-88)
"Rumput di halaman tetangga akan selalu terlihat lebih hijau. Jika kita bersungut-sungut dan complain dengan keadaan rumput di halaman kita, maka rumput kita tidak akan pernah sehijau dan seindah rumput tetangga. Yang akan menjadikan rumput kita hijau dan indah adalah ketelatenan kita dalam merawatnya, memotongnya, memupukinya, dan menyiramnya.
Kita tidak perlu iri dengan pencapaian atau apa yang dimiliki oleh orang lain, karena kita tidak tahu jerih payah apa yang telah mereka lakukan untuk mencapainya.
Kita tidak perlu iri dengan kepercayaan dan kekuasaan yang dimiliki oleh orang lain karena belum tentu kita memiliki kapasitas untuk menanggungnya jika itu diserahkan kepada kita.
Kita tidak perlu iri dengan orang yang tertawa dan berpesta, karena masanya pasti akan datang bagi kita untuk menikmatai sukacita dan kebahagiaan.
Iri hati hanya akan membunuh kita dari dalam. Kita tidak akan memiliki kehidupan jika kita hidup penuh dengan iri hati. Kita hanya akan menjadi orang yang sibuk menghitung berkat orang lain dan kemudiaan marah karenanya, tanpa pernah menghitung berkat yang telah Tuhan curahkan kepada kita"
Well said Hanna Carol!







